artikel ini dengan terbaik dan hanya dalam beberapa saat, saya dapat mencapainya. Seperti kegelapan yang tak terbatas, seperti suatu pemisahan dari tubuh saya dan seperti keadaan persis sebelum Anda tertidur, hanya saya dalam keadaan masih terbangun. Sungguh menyenangkan, selanjutnya dengan tiba-tiba saya mempunyai perasaan: saya mungkin melihat televisi.
Setelah 20 menit duduk, kita berhenti untuk beristirahat. Saya tidak akan mengira bahwa duduk di sebuah bantal adalah suatu aktivitas yang memerlukan istirahat. Sebelum kita mulai lagi, pelatih kita, Sdri Sharon Salzberg memberikan kesempatan bertanya dan berkomentar. Beliau adalah seorang pendiri the Insight Meditation Society di Barre, Mass., dan penulis “Faith: Trusting Your Own Deepest Experience”. Empat pertanyaan tentang pernapasan, seorang wanita mengeluh “bagi saya berkonsentrasi pada pernapasan adalah terlalu rumit”. “Maksud saya bernapas adalah sesuatu yang kita lakukan paling kompleks.” Dengan singkat saya memikirkan untuk menunggu di luar dan menyerang sebagian besar dari mereka.
Tetapi ilmu pengetahuan terbaru mengatakan bahwa orang-orang yang kelihatannya sangat memprihatinkan ini ternyata mereka mempunyai suatu kelebihan. Untuk satu hal, kemungkinan mereka akan hidup beberapa tahun lebih lama dari saya. Tidak hanya studi-studi menunjukkan bahwa meditasi menambah sistim kekebalan tubuh, tetapi gambaran-gambaran otak menunjukkan bahwa meditasi mungkin dapat kembali mengikat otak-otak mereka untuk menurunkan stress. Sementara itu, kita sebagai pihak yang tidak percaya akan menjadi minoritas. Saat ini sepuluh juta warga Amerika dewasa mengatakan mereka berlatih beberapa bentuk meditasi dengan teratur, dua kali lebih banyak daripada sepuluh tahun yang lalu. Kelas-kelas meditasi saat ini dipenuhi oleh warga Amerika yang tidak mempunyai bola-bola kristal sendiri, mereka tidak juga berlangganan majalah-majalah New Age dan bahkan tidak tinggal di Los Angeles. Bagi para professional yang sedang menanjak karirnya yakin bahwa kehidupan mereka akan lebih stres daripada generasi-generasi sebelumnya yang mempunyai kehidupan lebih sederhana, meditasi adalah pilihan untuk orang pandai. Dan mereka tidak lagi harus mencari guru berjanggut di hutan-hutan untuk melakukannya. Kenyataannya adalah makin susah untuk menghindari meditasi. Meditasi ditawarkan di sekolah-sekolah, rumah-rumah sakit, perusahaan-perusahaan hukum, gedung-gedung pemerintah dan penjara-penjara. Terdapat ruang-ruang spesial untuk bermeditasi di bandara-bandara udara berdampingan dengan kapel-kapel doa dan kios-kios internet. Meditasi adalah topik dari suatu kursus di West Point, Harvard Law Review terbitan musim semi 2002 dan banyak pembicaraan pelatih tim Lakers Phil Jackson di berbagai ruang istirahat.
Di Universitas Maharishi di Fairfeild, Iowa, termasuk akademi-akademi, sekolah-sekolah SMA dan kelas-kelas tingkat dasar, seluruh kelompok murid sekolah tingkat dasar bermeditasi bersama dua kali sehari. The Shambala Mountain Center di Colorado Rochies, sebuah kampus lama, mempunyai tamu sekitar 1.342 orang di 1998 menjadi perkiraan 15.000 orang tahun ini. Hotel-hotel Catskills di New York begitu cepat dijadikan tempat retret-retret meditasi sehingga the Borscht Belt diganti namanya menjadi the Buddhist Belt. Seperti tren besar warga Amerika apapun yang dijadikan sampul TIME, banyak dari pelaksana meditasi tersebut adalah orang-orang terkenal. Disebutkan beberapa antara lain Goldie Hawn, Shania Twain, Heather Graham, Richard Gere dan Al Gore, jika ia masih diperhitungkan sebagai orang terkenal.
Tetapi minat saat ini selain berkenaan dengan budaya juga banyak berkenaan dengan medis. Meditasi dianjurkan oleh banyak dokter sebagai cara untuk mencegah, memperlambat atau setidaknya mengatasi rasa nyeri dari penyakit-penyakit kronis seperti kondisi-kondisi jantung, AIDS, kanker dan kemandulan. Meditasi juga digunakan untuk mengembalikan keseimbangan dalam menghadapi gangguan-gangguan penyakit jiwa seperti depresi, hiperaktivitas dan penyakit defisit perhatian (Attention Deficit Disorder). Dalam suatu penyatuan aliran ilmu kebatinan Timur dengan ilmu pengetahuan Barat, para dokter merangkul meditasi bukan karena untuk kepuasan hati atau kekaguman tetapi karena studi-studi ilmu pengetahuan mulai menunjukkan bahwa meditasi berguna, terutama untuk kondisi-kondisi yang berhubungan dengan stres. Daniel Goleman, penulis Destructive Emotion (suatu percakapan antara Dalai Lama dengan sekelompok para ahli ilmu syaraf) mengatakan “Penelitian meditasi selama 30 tahun memberitahu kita bahwa meditasi berhasil baik sebagai penawar stres”. “Tetapi hal yang lebih menggembirakan lagi adalah adanya penelitian baru tentang bagaimana meditasi melatih pikiran dan kembali membentuk otak”. Tes-tes memakai teknik-teknik gambaran paling canggih menunjukkan bahwa meditasi sesungguhnya dapat mengatur kembali otak, misalnya mengubah alasan disaat kemacetan lalu lintas yang membuat marah menjadi tenang. Dan juga dibandingkan dengan operasi, duduk di bantal sungguh-sungguh jauh lebih murah.
Saat meditasi menjadi suatu aspek penting dalam kehidupan, metode-metode telah dijadikan lebih moderen. Saat ini pembakaran dupa telah dikurangi, tetapi hal itu tetap merupakan inti penting dari filsafat Buddhis. Kepercayaan bahwa dengan duduk dalam kesunyian selama 10 menit sampai 40 menit sehari dengan aktif berkonsentrasi pada pernapasan atau suatu kata atau suatu gambaran, Anda dapat melatih diri sendiri untuk lebih memusatkan perhatian pada hidup saat ini daripada masa lalu dan masa depan, merenungi realitas dan menerimanya dengan sepenuhnya. Meditasi dalam bentuk moderen dan cara Amerika adalah dengan meninggalkan bagian mantra yang mengharuskan Anda menghafalkan suatu kalimat atau bahasa rahasia menjadi pemusatan perhatian Anda pada satu suara atau pernapasan Anda. Dalam sejarah kebanyakan agama dapat ditemukan suatu latihan pengulangan. Terdapat berlusin-lusin ciri khas, dari reaksi relaksasi sampai ke gtummo (suatu sesi latihan delapan jam untuk para bhikkhu Tibet yang memungkinkan mereka mengontrol temperatur pusat tubuh mereka setinggi mungkin untuk mengatasi pencemaran-pencemaran duniawi atau – bahkan lebih mengagumkan – untuk mengeringkan kain jubah basah di punggung-punggung mereka pada temperatur pegunungan Himalaya yang membeku.
Otak seperti halnya badan juga mengalami perubahan-perubahan halus selama meditasi yang mendalam. Studi-studi ilmiah pertama di tahun 60 dan 70an secara dasar membuktikan bahwa pikiran para pelaku meditasi dapat sungguh-sungguh terpusatkan. Seorang peneliti di India bernama B.K. Anand menemukan bahwa para yogis dapat bermeditasi sehingga memasuki keadaan konsentrasi penuh yang sedemikian dalam sampai mereka tidak bereaksi saat tabung panas ditekankan pada lengan mereka. Seorang ilmuwan Jepang bernama T. Hirai menunjukkan bahwa para pelaku meditasi Zen sedemikian terpusat pada waktu saat itu sehingga mereka sendiri tidak pernah membiasakan pada suara detik jam (kebanyakan orang akhirnya memblokir suara, tetapi para pelaku meditasi tetap dapat mendengarnya selama berjam-jam). Studi lainnya menunjukkan bahwa para guru meditasi, tidak seperti para penembak jitu, tidak tersentak ketika mendengar suara tembakan. Herannya, tidak ada seorangpun yang dapat menirunya untuk pertunjukkan di Vegas.
Dr. Herbert Benson, seorang professor medis di Harvard Medical School pada tahun 1967 menunggu sampai tengah malam untuk menyelinapkan 36 pelaku meditasi yang sedang berada dalam keadaan konsentrasi penuh ke dalam laboratoriumnya untuk mengukur detak jantung, tekanan darah, temperatur kulit dan temperatur dubur mereka. Ia menemukan bahwa saat mereka bermeditasi, mereka memakai oksigen 17 % lebih sedikit, kecepatan jantung mereka lebih lambat 3 detak per menit dan gelombang-gelombang theta otak mereka bertambah – seperti yang tampak sebelum tidur- tanpa jatuh ke dalam pola gelombang otak tidur yang sesungguhnya. Dalam buku larisnya tahun 70an berjudul The Relaxation Response, Benson yang mendirikan the Mind / Body Medical Institute memperdebatkan bahwa para pelaku meditasi menetralkan reaksi perkelahian atau hal luar biasa yang menyebabkan stres dan mencapai suatu keadaan yang lebih tenang dan bahagia. Benson mengatakan “Semua yang telah saya lakukan adalah memberikan penjelasan secara biologis tentang teknik-teknik yang telah dilakukan oleh orang-orang selama beribu-ribu tahun”.
Beberapa tahun kemudian, seorang professor ilmu penyakit jiwa di Harvard Medical School yang bekerja bersama Benson, mencatat EEG dari sekelompok subyek yang diajarkan meditasi dan kelompok lain yang diberi buku-buku kaset untuk meredakannya. Setelah beberapa bulan kemudian, para pelaksana meditasi menghasilkan gelombang-gelombang theta jauh lebih banyak daripada para pendengar buku kaset, pada dasarnya menonaktifkan daerah-daerah depan otak yang menerima dan memproses informasi yang berhubungan dengan panca indera. Mereka juga berhasil merendahkan aktivitas di parietal lobe (bagian otak yang terletak dekat puncak kepala yang menyesuaikan Anda pada ruang dan waktu). Dengan menutup parietal lobe, Anda dapat menghilangkan kesadaran / perasaan Anda akan batasan-batasan serta merasa lebih “bersatu” dengan alam semesta yang mungkin lebih tidak membosankan jika Anda merasakannya daripada menceritakan kepada teman Anda.
Studi-studi tentang otak meditasi menjadi lebih canggih setelah alat penggambaran otak ditemukan. Atau, mungkin tidak juga. Pada tahun 1997 Andrew Newberg seorang ahli neurologi di Universitas Pennsylvania memasang IVs yang berisi suatu bahan pewarna yang mengandung radio aktif pada sekelompok pelaku meditasi Buddhis, beliau berharap dapat mengikuti aliran darah dalam otak, menyalakan bagian-bagian yang paling aktif. Tetapi satu-satunya cara bagi Newberg untuk mendapatkan gambaran jelas saat mereka mencapai puncak konsentrasi meditasi adalah dengan duduk di ruang sebelah, mengikatkan benang disekitar jarinya dan melingkarkan ujung satunya di bawah pintu dan membiarkannya di samping para pelaku meditasi. Saat mereka mencapai puncak kosentrasi meditasi, mereka menarik benang, dan Newberg memasukkan bahan pewarna ke dalam lengan para pelaku meditasi. Hasil-hasilnya menunjukkan bahwa otak tidak berhenti bekerja saat bermeditasi tetapi menghalangi informasi memasuki parietal lobe.
Sementara itu, Benson mengambil sekelompok Sikhs yang sangat dapat memusatkan pikiran dalam meditasi, di saat sebuah mesin MRI mengeluarkan bunyi berdentangan, selanjutnya ia mengukur aliran darah dalam otak mereka. Keseluruhan aliran darah menurun, tetapi pada daerah-daerah tertentu termasuk sistim limbic (daerah yang menghasilkan emosi-emosi dan memori-memori serta mengatur kecepatan jantung, kecepatan yang berhubungan dengan pernapasan dan metabolisme) mengalami kenaikan.
Richard Davidson di Universitas Wiscounsin di Madisan telah memakai penggambaran otak untuk menunjukkan bahwa meditasi mengubah aktivitas di cortex kepala depan (tepat di belakang dahi kita) dari belahan kanan ke kiri. Penelitian Davidson menunjukkan bahwa bermeditasi dengan teratur, otak diarahkan lagi dari suatu mode perkelahian atau hal luar biasa yang tegang menjadi suatu penerimaan keadaan, satu perubahan yang meningkatkan kepuasan. Manusia yang mempunyai watak negatif cenderung mempunyai orientasi bagian kepala depan kanan, orang yang berorientasi bagian kepala depan kiri lebih bersemangat tinggi, lebih banyak minat, lebih relaks dan cenderung menjadi lebih gembira, walaupun mungkin memiliki tingkatan hidup lebih rendah.
Studi-studi tentang meditasi bergerak ke era moderen di Maret 2000, saat Dalai Lama bertemu dengan para psikolog dan ahli ilmu syaraf Barat di Dharamsala, India, dan mendorong the Mind and Life Institute untuk mengorganisir studi-studi tentang para guru yang telah mencapai tingkat meditasi tinggi dengan memakai teknologi penggambaran paling maju, hasil-hasilnya akan didiskusikan pada bulan September di sebuah koferensi di M.I.T (juga akan merencanakan tahap-tahap penelitian selanjutnya). Studi-studi ini tidak hanya memberikan sebuah pengertian yang lebih jelas tentang bagaimana otak bekerja selama meditasi, tetapi juga menyediakan banyak foto adegan para bhikkhu memakai elektroda yang mengagumkan.
Apa yang ditemukan para ilmuwan melalui studi-studi ini adalah dengan latihan yang cukup, syaraf-syaraf dalam otak akan menyesuaikan dengan sendirinya untuk mengendalikan aktivitas di bagian depan tersebut, bagian tersebut adalah daerah otak yang berhubungan dengan konsentrasi. Itulah yang dilatihkan kepada para samurai dan pilot kamikaze dan yang dikotbahkan oleh Phil Jackson: belajar untuk menjadi sadar sepenuhnya akan saat ini. Robert Thurman (direktur The Tibet House dan ayah aktris Uma Thurman) berkata “Meditasi seperti bensin”. “Di Asia meditasi seperti suatu alat alamiah yang dapat dipakai oleh siapapun. Kita seharusnya memisahkannya dari hanya untuk umat Buddha.” |