Istana Gajah

5. KELIMA : ISTANA GAJAH (Kunjaravimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha di tempat pemberian makan tupai di Hutan Bambu. Suatu hari diadakan suatu festival di Rajagaha. Semua orang mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya dan ikut merayakan pesta itu. Untuk. Melestarikan kemauan baik rakyatnya, raja Bimbisara yang agung keluar dari istana dan berkeliling kota dalam […]

Baca selengkapnya...

Istana Tempat Duduk, Keempat

4. KEEMPAT : ISTANA TEMPAT DUDUK, KEEMPAT (Catutthapithavimana) Tempat kejadian ini juga di Rajagaha. Cerita ini harus dipahami sama seperti cerita Istana Kedua, karena setelah perempuan itu memberikan tempat duduk dengan kain biru yang dibentangkan diatasnya, disana muncul juga baginya Istana yang terbuat dari batu permata hijau-laut. Yang lain sama seperti yang terdapat di Istana […]

Baca selengkapnya...

Istana Tempat Duduk, Ketiga

3. KETIGA: ISTANA TEMPAT DUDUK, KETIGA (Tatiyapithavimana) …DI Rajagaha…(seperti di No. 1)… ketika memberikan tempat duduknya, perempuan itu mengungkapkan suatu harapan: semoga tindakan ini merupakan penyebab agar di masa depan saya memperoleh tempat duduk keemasan! Karena itulah dikatakan :

Baca selengkapnya...

Istana Tempat Duduk, Kedua

2. KEDUA: ISTANA TEMPAT DUDUK, KEDUA (Dutiyapithavimana) Baik penjelasan maupun komentar mengenai cerita ini harus dipahami sama seperti cerita pertama. Hanya saja, inilah perbedaannya: Dikatakan bahwa seseorang perempuan yang tinggal di Savatthi melihat seorang Thera ketika beliau dating ke rumahnya untuk mengumpulkan dana makanan. Dengan pikiran yang penuh keyakinan, dia mempersembahkan sebuah kursi kepada beliau. […]

Baca selengkapnya...

Istana Tempat Duduk

1. PERTAMA : ISTANA TEMPAT DUDUK ( Pithavimana ) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana di Vihara Anathapindika, ketika Raja Pasenadi dari Kosala melakukan Pemberian-Dana yang Tiada-Bandingnya selama tujuh hari bagi Sangha para bhikkhu dengan Sang Buddha sebagai pemimpinnya. Anathapindika – seorang bankir besar1 – juga memberikan dana selama tiga hari agar selaras […]

Baca selengkapnya...

Vimanavatthu

DAFTAR ISI CERITA-CERITA ISTANA ALAM DEWA (VIMANAVATTHU) Sumber : Judul asli : The Minor Anthologies of the Pali Canon Part IV Vimanavatthu : Stories of the Mansions Oleh : I.B. Horner Diterjemahkan dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia oleh : Dra. Wena Cintiawati Dra. Lanny Anggawati Editor: Y.M. Jotidhammo Thera M.Hum. Rudi Ananda Limiadi, S.Si.,M.M. […]

Baca selengkapnya...

Penutup (Parayana Thuti Gatha)

PARAYANA THUTI GATHA (Penutup) Inilah yang dikatakan Sang Buddha ketika enam belas brahmana itu datang ke Vihara Batu Karang di Magadha untuk memohon Sang Buddha menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka. Jika kamu mengetahui apa arti sejati dari setiap pertanyaan itu, melihat apa yang tersirat dalam setiap pertanyaan dan hidup sesuai dengan Segala Sesuatu Sebagaimana Adanya, maka kamu […]

Baca selengkapnya...

Pingiya

16. PERTANYAAN PINGIYA Kemudian brahmana Pingiya berbicara: 1. ‘Saya sudah tua dan melapuk. Tubuhku lemah dan kulitku pucat. Saya hampir tidak dapat melihat dan pendengaran saya sudah payah. Jangan biarkan saya mati dalam keadaan masih bingung. Ajarkanlah pada saya Segala Sesuatu Sebagaimana Adanya sehingga saya tahu bagaimana meninggalkan kelahiran dan ketuaan.’ (1120) 2. ‘Lihatlah,’ jawab […]

Baca selengkapnya...

Mogharaja

15. PERTANYAAN MOGHARAJA Yang berikutnya bertanya adalah siswa brahmana yang bernama Mogharaja: 1. ‘Manusia Sakya,’ katanya, ‘telah dua kali saya menanyakan hal ini sebelumnya tanpa menerima jawaban dari Mata Kebijaksanaan. Tetapi pernah saya dengar bahwa bila dewa-kebijaksanaan ditanya untuk ketiga kalinya, dia akan memberikan jawaban. (1116) 2. Saya tidak tahu, Gotama yang masyhur, sikap apakah […]

Baca selengkapnya...

Sang Buddha Memberi Makan Orang Kelaparan

      4. Sang Buddha Memberi Makan Orang Kelaparan Pada suatu hari ketika Sang Buddha sedang duduk bermeditasi di Vihara Jetavana, dengan Mata Buddha-Nya, Sang Buddha melihat seorang laki-laki yang amat miskin tinggal di Alavi. Sang Buddha mengetahui bahwa orang itu mempunyai kemampuan untuk mencapai tingkat kesucian. Sang Buddha ingin membantu orang itu, lalu […]

Baca selengkapnya...