All posts by Admin

Mamgala Jataka

MAṀGALA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Siapapun yang meninggalkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Weluwana, mengenai seorang brahmana yang ahli melihat ramalan [372] yang terlukis pada potongan kain 167 . Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, di Rajagaha tinggallah seorang brahmana yang sangat percaya pada takhayul dan berpegang […]

Baca selengkapnya...

Silavimamsana Jataka

SĪLAVĪMAṀSANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tiada apapun yang bisa dibandingkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang brahmana yang menguji reputasinya sendiri dalam hal kebaikan. Brahmana yang disokong oleh Raja Kosala ini, berpegang pada Tiga Perlindungan; ia menjalankan lima latihan moralitas dan sangat menguasai Tiga Weda. “Ia […]

Baca selengkapnya...

Kimpakka Jataka

KIMPAKKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seperti mereka yang meninggal,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang penuh nafsu. Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, terdapat seorang dari keturunan keluarga baik-baik yang mencurahkan hidupnya pada ajaran Buddha dan bergabung dalam Sanggha. Namun suatu hari, saat […]

Baca selengkapnya...

Atthassadvara Jataka

ATTHASSADVĀRA-JĀTAKA [366] Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jagalah kesehatan (diri),” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang anak laki-laki yang bijaksana dalam hal kesucian batin. Ketika masih berusia tujuh tahun, anak tersebut, yang merupakan putra dari seorang bendaharawan yang sangat kaya, memperlihatkan kecerdasan yang tinggi dan keinginan yang […]

Baca selengkapnya...

Dendam Yang Sirna

      Dendam Yang Sirna   Zhing membenci seseorang, dia juga mengatakan kepada anaknya yang berumur 5 tahun, “Seumur hidupmu engkau harus ingat sebuah nama Liang, dia adalah musuh kita berdua.” Karena Liang, Zhing kehilangan suaminya, anaknya yang berumur 5 tahun kehilangan bapaknya. Sebenarnya Liang, tidak bersalah, dia adalah petugas pemadam kebakaran tanpa sengaja […]

Baca selengkapnya...

Kalakanni Jataka

KĀLAKAṆṆI-JĀTAKA [364] Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia adalah seorang sahabat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang sahabat dari Anāthapiṇḍika. Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, mereka berdua merupakan teman sepermainan, dan pergi ke sekolah yang sama. Namun, seiring berjalannya waktu, sahabatnya yang bernama Kutukan (kālakaṇṇi) […]

Baca selengkapnya...

Mittavinda Jataka

MITTAVINDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada lagi tempat untuk berdiam,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang keras hati. Kejadian-kejadian pada kelahiran ini, yang berlangsung pada masa Buddha Kassapa, akan diceritakan dalam Mahā-Mittavindaka-Jātaka162 di Buku Kesepuluh. ____________________ Kemudian Bodhisatta mengucapkan syair berikut: Tidak ada […]

Baca selengkapnya...

Hukuman Paling Berat

Hukuman Paling Berat Ketika tamat kuliah, saya mempunyai seorang teman kuliah yang sangat baik mendapatkan kesempatan kerja di sebuah perusahaan export import yang terkenal. Tak disangka, ayah saya lalu menggunakan hubungan relasi menempatkan saya untuk menggantikan tempat teman baik saya ini sehingga ia tidak bisa bekerja disana. Disebabkan kehendak ayah yang sangat keras, saya tidak […]

Baca selengkapnya...

Surapana Jataka

SURĀPĀNA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [360] “Kami minum,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru berkenaan dengan Thera Sāgata, saat Beliau menetap di Taman Ghosita dekat Kosambī. Setelah menghabiskan musim hujan di Sawatthi, Sang Guru melanjutkan pindapata ke sebuah kota niaga yang bernama Bhaddavatikā, dimana para penggembala sapi, penggembala kambing, para petani dan […]

Baca selengkapnya...

Bhimasena Jataka

BHĪMASENA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Engkau menyombongkan keberanianmu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu pembual (cerewet). Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, ia selalu berkumpul di sekitar bhikkhu dalam berbagai usia, memperdaya semua orang dengan bualan yang tidak benar akan silsilah kebangsawanannya. “Ah, Awuso,” […]

Baca selengkapnya...