Category Archives for Artikel dan Kisah Lainnya

Sesudah Badai Berlalu… Tenang

5. Sesudah Badai Berlalu ….. Tenang Ketika itu Sang Buddha sedang bersemayam di Savatthi. Disana tinggal seorang ibu yang sering dipanggil dengan Kanamata atau ibu Kana. Ibu ini pengikut setia Sang Buddha, ia mempunyai seorang anak perempuan bernama Kana. Anak perempuannya ini sudah menikah dengan seorang laki-laki dari lain desa. Pada suatu waktu, Kana datang […]

Baca selengkapnya...

Sang Buddha, Gajah dan Monyet

      4. Sang Buddha, Gajah dan Monyet “Disinilah saya tinggal, dikelilingi sekumpulan gajah, gajah-gajah betina, anak-anak gajah dan gajah-gajah muda. Mereka mengunyah-ngunyah ujung-ujung rumput yang ingin saya makan, mereka memakan daun-daun dari ranting-ranting pohon yang saya patahkan; mereka mengeruhkan air minum saya. Ketika saya masuk atau keluar dari sungai, gajah-gajah betina menggosok-gosokkan badannya […]

Baca selengkapnya...

Pertengkaran Antar Suku

3. Pertengkaran Antar Suku Pada suatu waktu, ketika Sang Buddha sedang berdiam di antara Suku Sakya, Beliau menghentikan pertengkaran antara dua sanak keluargaNya, yaitu Suku Sakya dan Suku Koliya. Cerita ini dimulai ketika Suku Koliya dan Suku Sakya memperebutkan air Sungai Rohini, yang digunakan untuk mengairi ladang-ladang mereka. Air sungai ini dibendung dalam sebuah dam […]

Baca selengkapnya...

Seorang Pertapa Bernama Pathika

2. Seorang Pertapa Bernama Pathika Pada suatu ketika, Sang Buddha sedang bersemayam di Vihara Jetavana, di Savatthi. Di desa sekitar Vihara, ada seorang ibu rumah tangga yang menganggap seorang pertapa, bernama Pathika, sebagai guru tempatnya bertanya tentang segala macam hal. Ibu itu menyediakan segala macam kebutuhannya dan menganggap pertapa itu seperti anaknya sendiri. Pada suatu […]

Baca selengkapnya...

Murid Pemberontak

1. Murid Pemberontak Ketika itu Yang Mulia Kassapa sedang berdiam di Gua Pipphali. Ia mempunyai dua orang murid yang selalu melayaninya. Salah seorang muridnya amat setia dan selalu melaksanakan tugasnya dengan baik. Tetapi murid yang satunya, selalu lalai dan malas dalam melaksanakan tugas-tugasnya. Ia selalu mengambil keuntungan dari pekerjaan yang dilakukan oleh temannya, dengan mengakui […]

Baca selengkapnya...

Cunda Si Pemotong Babi

10. Cunda si Pemotong Babi Kisah ini menceritakan seorang lelaki bernama Cunda. Selama lima puluh tahun ia memotong babi untuk dimakan atau untuk dijual. Di belakang rumahnya terdapat sebidang tanah. Tanah itu diberi pagar dan dijadikan kandang untuk memelihara babi-babi. Babi-babi itu diberinya makanan berupa rumput-rumputan, sampah atau kotoran-kotoran. Apabila Cunda ingin makan daging babi, […]

Baca selengkapnya...

Seorang Pemburu Yang Dimangsa Oleh Anjing-anjingnya Sendiri

9. Seorang Pemburu Yang Dimangsa Oleh Anjing-anjingnya Sendiri Pada suatu pagi, seorang pemburu bernama Koka, sedang dalam perjalanan menuju sebuah hutan untuk berburu binatang. Ia membawa busur panah di tangannya, diiringi sekelompok anjing pemburu. Dalam perjalanan ia bertemu dengan seorang bhikkhu yang sedang berjalan menuju desa untuk pindapata. Melihat bhikkhu itu, Pemburu Koka memendam rasa […]

Baca selengkapnya...

Kebencian Jangan Dibalas dengan Kebencian

      8. Kebencian Jangan Dibalas Dengan Kebencian Terdapatlah sebuah keluarga yang terdiri dari seorang ibu yang tinggal bersama dengan seorang anak laki-lakinya. Ayahnya sudah meninggal, sehingga ia mengerjakan semua pekerjaan di ladang dan pekerjaan di rumah seorang diri. Ia juga merawat ibunya dengan penuh kasih. Pada suatu hari ibunya berkata: “Anakku, saya akan […]

Baca selengkapnya...

Bhikkhu dan Makhluk Halus Penghuni Hutan

7. Bhikkhu dan Makhluk Halus Penghuni Hutan Ketika Sang Buddha sedang berdiam di Savatthi bersama dengan murid-muridnya, Sang Buddha memerintahkan kelima ratus orang muridnya untuk berlatih diri, bermeditasi di hutan untuk mencapai tingkat kesucian. Kelima ratus orang bhikkhu itu lalu pergi menuju ke suatu desa yang cukup besar. Penduduk desa yang ketika mengetahui murid-murid Sang […]

Baca selengkapnya...

Kecantikan Hanya Setipis Kulit Batasnya

6. Kecantikan Hanya Setipis Kulit Batasnya Permaisuri Raja Bimbisara bernama Ratu Khema, amat memuja kecantikan wajahnya. Ratu Khema telah mengucapkan permohonannya di kaki Buddha Padumuttara, ia ingin sekali mempunyai rupa dan wajah yang cantik. Tetapi ia mendengar bahwa Sang Buddha Gotama mengatakan, kecantikan bukan merupakan hal yang utama. Pada kelahiran-kelahirannya yang terdahulu, Ratu Khema selalu […]

Baca selengkapnya...
1 17 18 19 20 21 30