Category Archives for Naskah Dhamma

Sopaka Yang Malang

5. Sopaka Yang Malang Tersebutlah seorang anak bernama Sopaka. Ia berasal dari keluarga yang sangat miskin. Ketika Sopaka berusia tujuh tahun, ayahnya meninggal dunia. Ibunya kawin lagi dengan seorang laki-laki yang amat kejam, jahat dan kasar. Ia selalu memukul, mencaci-maki dan membentak Sopaka kecil yang ramah, tidak berdosa dan baik hati itu. Ayah tirinya selalu […]

Baca selengkapnya...

Sang Buddha Memberi Makan Orang Kelaparan

      4. Sang Buddha Memberi Makan Orang Kelaparan Pada suatu hari ketika Sang Buddha sedang duduk bermeditasi di Vihara Jetavana, dengan Mata Buddha-Nya, Sang Buddha melihat seorang laki-laki yang amat miskin tinggal di Alavi. Sang Buddha mengetahui bahwa orang itu mempunyai kemampuan untuk mencapai tingkat kesucian. Sang Buddha ingin membantu orang itu, lalu […]

Baca selengkapnya...

Kesucian Yang “Dibeli”

3. Kesucian yang “Dibeli” Kisah ini menceritakan tentang Kala, anak seorang jutawan yang bernama Anathapindika. Meskipun ayahnya amat gemar berdana dan percaya akan hasil dari perbuatan baik yang dilakukannya, Kala tidak pernah menunjukkan keinginannya untuk mengunjungi Sang Buddha atau menemui Sang Buddha apabila Beliau datang ke rumah ayahnya, atau mendengarkan Dhamma, ataupun melayani Anggota Sangha. […]

Baca selengkapnya...

Mahadhana, Anak Seorang Jutawan

2. Mahadhana, Anak Seorang Jutawan Kisah ini tentang seorang anak jutawan, anak orang yang amat kaya di Benares. Ia bernama Mahadhana. Ia terlahir di sebuah keluarga yang kaya raya. Mereka memiliki kekayaan sebanyak delapan ratus juta keping uang. Ayah dan ibu Mahadhana berpikir: “Harta kami amat banyak, untuk apa anak kami bekerja lagi, lebih baik […]

Baca selengkapnya...

Anak-anak Mengunjungi Sang Buddha

1. Anak-Anak Mengunjungi Sang Buddha Pada suatu ketika, ketika Sang Buddha sedang berdiam di Vihara Jetavana, Savatthi, terdapat beberapa orang tua yang menjadi pengikut aliran yang sesat. Ketika mereka melihat anak-anak mereka bermain-main dengan anak-anak yang orang tuanya pengikut Sang Buddha, mereka marah dan tidak senang. Setelah anak-anak itu selesai bermain dan pulang ke rumah, […]

Baca selengkapnya...

Siswa-siswa Utama Sang Buddha

      Siswa-siswa Utama Sang Buddha I Berisikan kisah para Thera siswa utama di jaman Sang Buddha     1. Anuruddha yang Unggul dalam Mata Dewa 2. Daftar Isi Siswa-siswa Utama Sang Buddha 1 & 2 3. Yang Ariya Sariputta 4. Yang Ariya Moggallana 5. Yang Ariya Ananda

Baca selengkapnya...

Sang Buddha Pelindungku

Sang Buddha Pelindungku I Berisikan sepuluh cerita Buddhis yang menarik. 1. Anak-anak Mengunjungi Sang Buddha 2. Mahadhana, Anak Seorang Jutawan 3. Kesucian Yang “Dibeli” 4. Sang Buddha Memberi Makan Orang Kelaparan 5. Sopaka Yang Malang 6. Kecantikan Hanya Setipis Kulit Batasnya

Baca selengkapnya...

Riwayat Hidup Buddha Gotama – Bab VI – Tambahan

BAB VI TAMBAHAN KALAMA SUTTA A-I-191 Demikianlah telah kudengar: 1. Suatu ketika Yang Dirahmati (Sang Buddha) mengembara di negara Kosala dengan rombongan besar bhikkhu dan memasuki kota Kesaputta. Suku Kalama, yang menjadi penduduk kota Kesaputta mendengar bahwa Pertapa Gotama, seorang putra dari suku Sakya yang pergi bertapa, sekarang telah tiba di Kesaputta. Berita yang tersiar […]

Baca selengkapnya...

Riwayat Hidup Buddha Gotama – Bab V – Hari-hari Terakhir

BAB V HARI-HARI TERAKHIR Maha Parinibbana Suttanta (D.II-16) CULLAVAGGA XI (Vin. II; B.D.V) Ayasma Maha Kassapa bercerita kepada para bhikkhu : “Pada suatu waktu aku bersama-sama dengan kira-kira lima ratus bhikkhu sedang berada dalam perjalanan dari Pava menuju Kusinara. Kemudian aku berhenti di pinggir jalan dan mencari tempat duduk di bawah pohon yang rindang.” Pada […]

Baca selengkapnya...

Riwayat Hidup Buddha Gotama – Bab IV – Masa Menyebarkan Dhamma

BAB IV MASA MENYEBARKAN DHAMMA   Mulai Menyebarkan Dhamma Pada suatu hari, Sang Buddha memanggil berkumpul murid-muridNya yang berjumlah enam puluh orang Arahat dan berkata, “Aku telah terbebas dari semua ikatan-ikatan, oh Bhikkhu, baik yang bersifat batiniah maupun yang bersifat badaniah, demikian pula kamu sekalian. Sekarang kamu harus mengembara guna kesejahteraan dan keselamatan orang banyak. […]

Baca selengkapnya...