Pacaran Ala Buddhis Dalam pembahasan ini, pengertian istilah ‘pacaran’ adalah hubungan seorang pria dan wanita yang bertujuan untuk saling mengenal secara pribadi sebagai persiapan membangun rumah tangga dalam ikatan perkawinan. Adapun penggunaan judul ‘Pacaran ala Buddhis’ tentunya tidak untuk membandingkan dengan ‘pacaran ala bukan Buddhis’, melainkan lebih menekankan cara mendapatkan pacar atau melangsungkan pacaran sesuai […]
Baca selengkapnya...Tujuan Berumah Tangga Umat Buddha terdiri dari dua bagian besar yaitu mereka yang berumah tangga dan tinggal dalam masyarakat serta mereka yang tidak berumah tangga dan tinggal di vihara. Para bhikkhu adalah termasuk umat Buddha yang tidak menikah. Dalam Dhamma, pernikahan bukanlah keharusan. Pernikahan adalah pilihan. Dengan demikian, seorang umat Buddha secara bebas boleh menentukan […]
Baca selengkapnya...MAKNA HARI-HARI SUCI AGAMA BUDDHA Dalam kitab suci Tipitaka diuraikan mengenai empat hari suci agama Buddha, yaitu : Hari Suci Waisak. Hari Suci Asadha. Hari Suci Khatina. Hari Suci Magha Puja. Dari ke empat hari suci agama Buddha tersebut, hanya hari suci Waisak yang telah ditetapkan sebagai hari libur nasional di negara […]
Baca selengkapnya...Perlukah Umat Buddha Menikah? Dalam kesempatan ini kita akan membahas tentang pernikahan. Pembahasan ini perlu dilakukan karena banyak pendengar kita yang belum menikah. Sedangkan untuk sebagian yang sudah menikah, setelah mendengar uraian malam hari ini, pernikahan anda mungkin perlu ditinjau lagi, apakah perkawinan perlu dilanjutkan atau berhenti sampai di […]
Baca selengkapnya...KEKIKIRAN MANUSIA Pendahuluan Sebagian besar manusia yang hidup di dunia ini lebih suka mementingkan dirinya sendiri. Mereka umumnya tidak suka menolong orang lain. Mereka umumnya tidak suka membagikan barang-barang kebutuhan pokok yang telah dimilikinya kepada pihak-pihak yang membutuhkannya. Mereka umumnya egois, kikir, tidak dermawan. Mereka umumnya berpandangan piik bahwa hanya dirinya sendiri dan keluarga yang […]
Baca selengkapnya...Bangga Sebagai Umat Buddha Keyakinan pada Ajaran Sang Buddha akan memberikan kebahagiaan di dalam kehidupan ini maupun kehidupan yang akan datang. Dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang seorang umat Buddha berada sendirian di masyarakat. Kesendirian ini dapat terjadi karena jumlah umat Buddha memang tidak terlalu banyak di Indonesia. Namun, jumlah sedikit atau […]
Baca selengkapnya...HUKUMAN MATI DITINJAU DARI AGAMA BUDDHA Pendahuluan Perdebatan mengenai masalah pro dan kontra terhadap hukuman mati pada dewasa ini belum sampai pada titik tuntas, dan kiranya masih akan berkembang terus untuk waktu yang lama. Para ahli, negarawan, dan tokoh-tokoh masyarakat yang pro dan kontra terhadap hukuman mati itu mengemukakan argumentasinya dari berbagai sudut pendekatan, yaitu […]
Baca selengkapnya...KEHIDUPAN MANUSIA TIDAK KEKAL PENDAHULUAN Manusia yang hidup di dunia ini selalu mengalami proses tumbuh dan berkembang. Mula-mula manusia dilahirkan sebagai bayi, kemudian tumbuh menjadi balita, anak-anak, remaja, dewasa, tua, adan akhirnya meninggal dunia. Menjadi tua adalah suatu proses kehidupan yang sangat alami; tak seorang pun dapat mencegah proses penuaan ini. Meninggal dunia juga merupakan […]
Baca selengkapnya...Bakti Kepada Ayah dan Ibu Mendukung ayah dan ibu adalah berkah utama. Dalam kehidupan sehari-hari, seseorang belum tentu menjadi ayah atau ibu dari anak-anaknya, namun ia pasti telah menjadi anak dari orangtuanya. Memang, setiap orang pasti dilahirkan oleh orangtua. Ia dilahirkan dengan wajah sempurna maupun buruk, badan lengkap maupun cacat, semua itu adalah pemberian orangtua […]
Baca selengkapnya...BAKTI KEPADA ORANGTUA PENDAHULUAN Di dunia ini sering dijumpai anak-anak yang tidak berbakti kepada orangtuanya. Mereka sering menyalahkan orangtuanya karena mereka menganggap bahwa orangtuanya tidak memberikan cinta kasih dan perhatian yang penuh kepada mereka. Mereka selalu menuntut cinta kasih dan perhatian dari orangtuanya karena mereka menganggap bahwa cinta kasih dan perhatian itu […]
Baca selengkapnya...