Buddha Kakusandha

BUDDHA KAKUSANDHA

Buddha KEEMPAT yang disebutkan dalam Atanatiya Paritta.

Buddha Kakusandha dikenal sebagai Buddha ke 22 dalam tradisi Pali.
Beliau dilahirkan di Taman Khema. Nama ayahNya adalah Aggidatta yang menjadi seorang pendeta Brahmin di masa Raja Khemankara di Khemavati. Nama ibuNya adalah Visakha. Nama istriNya adalah Virochamana dan Uttara adalah putraNya.

Beliau melepaskan kehidupan duniawi di sebuah kereta kuda pada umur 4.000 tahun; dan melakukan latihan keras selama 8 bulan. Beliau menerima nasi susu dari seorang gadis Brahmin Vajirindha dari desa Suchirindha tepat sebelum pencapaian pencerahanNya; dan duduk di tempat duduk rumput yang disediakan oleh Subbhadda. Beliau mencapai pencerahan di bawah pohon Sirisa; dan menyampaikan kotbah pertamaNya kepada perkumpulan 84.000 bhikkhu di suatu taman dekat Makila.

Diantara para bhikkhu Vidhura dan Sanjiva adalah murid utamaNya; dan diantara para bhikkhuni adalah Sama dan Champa. Pembantu pribadi utamaNya adalah Buddhija. Diantara para pendukung pria Acchuta dan Samana adalah yang utama; sedangkan diantara para pendukung wanita Nanda dan Sunanda adalah pendukung utamaNya. Acchuta mendirikan sebuah vihara untuk Buddha Kakusandha di tempat sama dimana Anathapindika belakangan mendirikan Jetavana Arama untuk Buddha Gotama.

Menurut Samyutta Nikaya (II. 194) gunung Vepulla Rajgir saat itu dinamakan Pachinvamsa; dan rakyat dari daerah Tivara.

Beliau meninggal pada umur 40.000 tahun.

Bodhisatva pada jaman Buddha Kakusandha dilahirkan sebagai raja Khema.

Lihat juga pada:
1. Dipavamsa ii.66, xv.25, 34;
2. Mahavamsa xv. 57-90
3. Digha Nikaya ii.7;
4. Majjhima Nikaya i.333;
5. Buddhavamsa xxiii;
6. Buddhavamsa Atthakatha 209 ff

Dalam teks-teks Buddhis Sansekerta nama Buddha adalah Krakucchanda. Lihat Divyavadana 254, 418 f.; Mahavastu iii. 247, 330