No. 347 AYUKŪṬA-JĀTAKA95 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Mengapa Anda berdiri melayang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang perbuatan atau tindakan yang bermanfaat. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Mahākaṇha-Jātaka96. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai putra dari permaisuri raja. Ketika dewasa, ia […]
Baca selengkapnya...No. 346 KESAVA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dahulu Anda tinggal dengan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang makanan di antara persahabatan. Dikatakan, di rumah Anāthapiṇdika (Anathapindika) selalu disediakan makanan bagi lima ratus orang bhikkhu. [142] Rumah itu menjadi seperti tempat peristirahatan untuk makan dan minum bagi rombongan […]
Baca selengkapnya...No. 345 GAJAKUMBHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jika api melalap,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang lamban. Dikatakan bahwa ia adalah putra keluarga terpandang dan tinggal di Savatthi. Awalnya ia mendengarkan khotbah Dhamma dengan perhatian penuh dan menjadi seorang bhikkhu. Tetapi kemudian ia menjadi […]
Baca selengkapnya...No. 344 AMBACORA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [137] “Wanita yang memakan buah manggamu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang petapa tua yang menjaga pohon mangga. Di masa tuanya, ia menjadi seorang petapa dan membuat sebuah gubuk daun di dalam hutan mangga di daerah pinggiran Jetavana, dan […]
Baca selengkapnya...No. 343 KUNTANI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Telah lama kuanggap,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seekor burung kedidi kendi89 yang tinggal di kediaman Raja Kosala. Dikatakan, burung kedidi ini adalah burung pembawa pesan bagi raja, dan ia memiliki dua ekor anak. Suatu hari, raja memintanya pergi […]
Baca selengkapnya...SANGHA THERAVĀDA INDONESIA Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya Jl. Agung Permai XV/12, Jakarta 14350 Telp (021) 64716739. Faks (021) 6450206. Vihara Mendut Kotakpos 111, Kota Mungkid 56501 Magelang. Telp / Faks (0293) 788564. PESAN WAISAK 2555/2011 Namo Tassa Bhagavato Arahato Sammàsambuddhassa Santam tassa manam hoti, Santà vàcà ca kamma ca Sammadaññà vimuttassa, Upasantassa tàdino Kedamaian […]
Baca selengkapnya...No. 342 VĀNARA-JĀTAKA87 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [133] “Apakah setelah tiba di,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veluvana, tentang percobaan Devadatta untuk membunuh Sang Buddha. Cerita pembukanya telah diceritakan sebelumnya. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai seekor kera di daerah pegunungan Himalaya. Ketika […]
Baca selengkapnya...No. 341 KAṆḌARI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center Kisah kelahiran lampau ini akan dikemukakan secara lengkap di dalam Kuṇāla-Jātaka86. Catatan kaki : 86 No. 523, Vol. V.
Baca selengkapnya...No. 340 VISAYHA-JĀTAKA83 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Visayha, dahulu Anda,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Anāthapiṇḍika (Anathapindika). Cerita pembukanya ini telah diceritakan dengan lengkap sebelumnya di dalam Khadiraṅgāra-Jātaka84. Dalam kisah ini, Sang Guru menyapa Anathapindika, dengan berkata, “Orang bijak di masa lampau, Upasaka, tetap memberikan derma […]
Baca selengkapnya...Kisah segenggam biji padi Alkisah pada suatu ketika seorang anak petani bermain-main dengan segenggam benih padi. Anak ini kemudian bermain di sebuah jalan aspal yang membelah sebuah lahan pertanian yang sangat subur milik ayahnya. Kemudian dilemparnya semua benih padi dalam genggamannya ke atas. Maka berhamburlah benih padi yang siap tanam tadi ketika terbawa angin di […]
Baca selengkapnya...