All posts by Admin

Javasakuna Jataka

No. 308 JAVASAKUṆA-JĀTAKA27 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kebajikan yang terdapat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Devadatta yang tidak tahu berterima kasih. Beliau mengakhirinya dengan berkata, “Bukan hanya kali ini, tetapi juga di masa lampau Devadatta menunjukkan rasa tidak berterima kasihnya,” Setelah mengucapkan ini, Beliau menceritakan sebuah […]

Baca selengkapnya...

Palasa Jataka

No. 307 PALĀSA-JĀTAKA21 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [23] “Mengapa, Brahmana, walaupun,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berbaring di pembaringan tatkala akan mencapai nibbana (parinibbāna), tentang Ānanda Thera (Ananda Thera). Yang Mulia Ananda, yang mengetahui bahwa Sang Guru akan mencapai nibbana malam itu, berkata pada dirinya sendiri, “Saya masih seorang siswa (sekha) […]

Baca selengkapnya...

Ekaraja Jataka

No. 303 EKARĀJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “O raja yang sebelumnya berkuasa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bawahan Raja Kosala. Cerita pembukanya berhubungan dengan Seyyaṃsa-Jātaka11. Dalam kisah ini, Sang Guru berkata, “Anda bukanlah satu-satunya orang yang mendapatkan kebaikan dari perbuatan buruk, orang bijak dimasa lampau […]

Baca selengkapnya...

Maha Assaroha Jataka

No. 302 MAHĀ-ASSĀROHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Perbuatan baikmu dilimpahkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, mengenai Ānanda Thera. Cerita pembuka yang terdapat dalam kisah ini telah dijelaskan sebelumnya. “Di masa lampau juga,” Sang Guru berkata, “orang bijak berbuat dengan prinsip bahwa perbuatan baik akan mendapatkan hasil yang […]

Baca selengkapnya...

Cullakalinga Jataka

No. 301 CULLAKĀLIṄGA-JĀTAKA1 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [1]“Buka pintu gerbang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang penahbisan empat petapa (pengembara) wanita. Menurut tradisi, keluarga pemimpin kaum Licchavi2 yang berjumlah tujuh ribu tujuh ratus tujuh orang, bertempat tinggal di Vesālī (Vesali), dan mereka semuanya bagus dalam argumentasi dan […]

Baca selengkapnya...

Vaka Jataka

No. 300 VAKA-JĀTAKA286 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [449] “Serigala, yang mengambil,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang persahabatan lampau. Cerita pembukanya secara lengkap terdapat di dalam Vinaya; berikut ini adalah ringkasannya. Yang Mulia Upasena, dua vassa, mengunjungi Sang Guru bersama dengan seorang yang bhikkhu satu vassa yang […]

Baca selengkapnya...

Meditasi Lebih Ampuh Kurangi Rasa Sakit Dibanding Obat

Meditasi Lebih Ampuh Kurangi Rasa Sakit Dibanding Obat Vera Farah Bararah – detikHealth Jakarta, Selama ini meditasi diketahui dapat membuat orang menjadi lebih tenang. Tapi ternyata meditasi juga dapat membantu menghilangkan rasa sakit yang lebih ampuh dibanding obat. Para peneliti telah menemukan hanya melakukan satu jam latihan meditasi bisa mengurangi rasa sakit dan memiliki efek […]

Baca selengkapnya...

Komaya Putta Jataka

No. 299 KOMĀYA-PUTTA-JĀTAKA285 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [447] “Tadinya kamu biasa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Pubbārāma, tentang  beberapa bhikkhu yang berkelakuan buruk dan kasar. Bhikkhu-bhikkhu ini, yang tinggal di bawah kamar Sang Guru, membicarakan tentang apa yang telah mereka lihat dan dengar, kemudian mereka jadi bertengkar dan […]

Baca selengkapnya...

Udumbara Jataka

No. 298 UDUMBARA-JĀTAKA284 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Buah-buah elo telah masak,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang bhikkhu. Dia membangun pertapaannya untuk ditempati di dekat sebuah desa di daerah perbatasan. Kediaman yang menyenangkan ini berada di atas batu yang rata; sebuah sumur dengan air yang cukup […]

Baca selengkapnya...

Kama Vilapa Jataka

No. 297 KĀMA-VILĀPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wahai burung yang terbang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan (nafsu) oleh mantan istrinya. Cerita pembukanya dikemukakan di dalam Puppharatta-Jātaka 282 dan juga kisah masa lampau di dalam Indriya-Jātaka283. Maka orang ini pun dipasung hidup-hidup. Sewaktu tergantung di sana, […]

Baca selengkapnya...
1 92 93 94 95 96 279