Category Archives for Ketika Anak Bertanya

Lelaki Tua dan Tongkat

4. LELAKI TUA DAN TONGKAT Pada suatu ketika, Sang Buddha bersemayam di Savatthi, terdapatlah sebuah keluarga yang terdiri dari ayah, ibu beserta keempat anak laki-laki mereka. Harta keluarga itu berjumlah sebanyak delapan ratus ribu keping uang. Ketika usia anak-anak mereka sudah dewasa, mereka lalu mengatur perkawinannya dan memberikan kepada masing-masing anak sejumlah seratus ribu keping […]

Baca selengkapnya...

Anak yang Membunuh Orangtuanya

3. ANAK YANG MEMBUNUH ORANGTUANYA Kisah ini terdapat di dalam salah satu bagian dari Kitab Suci Tripitaka. Dikisahkan tentang salah satu dari dua murid utama Sang Buddha Gotama, bernama Yang Mulia Moggallana. Meskipun Beliau sudah mencapai Tingkat Kesucian Tertinggi, Arahat, dan mempunyai kemampuan fisik dan batin yang amat tinggi, tetapi Beliau meninggal dengan cara yang […]

Baca selengkapnya...

Musuh yang Belum Lahir

2. MUSUH YANG BELUM LAHIR Ketika itu, anak Raja Bimbisara, bernama Pangeran Ajatasattu, telah dewasa. Ia dipengaruhi oleh Devadatta Thera, yang membujuknya untuk merampas takhta kerajaan dan membunuh ayahnya. Pangeran Ajatasattu lalu merencanakan untuk menggulingkan takhta kerajaan ayahnya, tetapi Raja Bimbisara yang mengetahui rencana anaknya yang jahat itu, tidak menghukumnya, malahan Beliau menyerahkan takhta kerajaan […]

Baca selengkapnya...

Anak Muda dan Hantu

8. Anak Muda dan Hantu Pada saat itu Sang Buddha sedang bersemayam di Vihara Jetavana, Savatthi. Ada seorang pemahat kayu yang mempunyai seorang anak laki-laki. Mereka tinggal di Rajagaha. Anak pemahat kayu ini mempunyai seorang teman yang umurnya sebaya, kedua anak itu selalu menggunakan seluruh waktu luangnya untuk bermain bola. Pemahat kayu ini adalah pengikut […]

Baca selengkapnya...

Tabib dan Seorang Wanita

7. Tabib dan Seorang Wanita (CERITA TENTANG BHIKKHU CAKKHUPALA) Ketika Sang Buddha bersemayam di Vihara Jetavana, Savatthi, datanglah seorang Bhikkhu yang bernama Cakkhupala, matanya buta. Ia menghadap Sang Buddha dan memberi hormat. Pada malam itu, ketika ia melatih meditasi dengan berjalan, karena matanya buta, dengan tidak sengaja ia menginjak beberapa serangga, sehingga serangga-serangga itu mati.

Baca selengkapnya...

“Engkau akan Segera Meninggal”

6. “Engkau Akan Segera Meninggal” Pada waktu itu, Sang Buddha sedang bersemayam di Vihara Jetavana, Savatthi. Ketika itu lewatlah seorang pedagang kaya raya bernama Mahadhana. Ia membawa lima ratus kereta yang dipenuhi berbagai macam bahan baju yang indah-indah, yang dicelup dengan wewangian. Ia berangkat dari Benares untuk berdagang, menjual barang dagangannya itu ke Savatthi. Ketika […]

Baca selengkapnya...

Sesudah Badai Berlalu… Tenang

5. Sesudah Badai Berlalu ….. Tenang Ketika itu Sang Buddha sedang bersemayam di Savatthi. Disana tinggal seorang ibu yang sering dipanggil dengan Kanamata atau ibu Kana. Ibu ini pengikut setia Sang Buddha, ia mempunyai seorang anak perempuan bernama Kana. Anak perempuannya ini sudah menikah dengan seorang laki-laki dari lain desa. Pada suatu waktu, Kana datang […]

Baca selengkapnya...

Sang Buddha, Gajah dan Monyet

      4. Sang Buddha, Gajah dan Monyet “Disinilah saya tinggal, dikelilingi sekumpulan gajah, gajah-gajah betina, anak-anak gajah dan gajah-gajah muda. Mereka mengunyah-ngunyah ujung-ujung rumput yang ingin saya makan, mereka memakan daun-daun dari ranting-ranting pohon yang saya patahkan; mereka mengeruhkan air minum saya. Ketika saya masuk atau keluar dari sungai, gajah-gajah betina menggosok-gosokkan badannya […]

Baca selengkapnya...

Pertengkaran Antar Suku

3. Pertengkaran Antar Suku Pada suatu waktu, ketika Sang Buddha sedang berdiam di antara Suku Sakya, Beliau menghentikan pertengkaran antara dua sanak keluargaNya, yaitu Suku Sakya dan Suku Koliya. Cerita ini dimulai ketika Suku Koliya dan Suku Sakya memperebutkan air Sungai Rohini, yang digunakan untuk mengairi ladang-ladang mereka. Air sungai ini dibendung dalam sebuah dam […]

Baca selengkapnya...

Seorang Pertapa Bernama Pathika

2. Seorang Pertapa Bernama Pathika Pada suatu ketika, Sang Buddha sedang bersemayam di Vihara Jetavana, di Savatthi. Di desa sekitar Vihara, ada seorang ibu rumah tangga yang menganggap seorang pertapa, bernama Pathika, sebagai guru tempatnya bertanya tentang segala macam hal. Ibu itu menyediakan segala macam kebutuhannya dan menganggap pertapa itu seperti anaknya sendiri. Pada suatu […]

Baca selengkapnya...
1 10 11 12 13 14 17