BUKU VI.—CHANIPĀTA No. 376 AVĀRIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [228] “Janganlah marah, raja kesatria, dan seterusnya.” Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang tukang perahu. Dikatakan bahwasanya laki-laki ini adalah orang yang dungu dan tidak tahu apa-apa. Ia tidak tahu tentang tiga permata dan juga makhluk-makhluk suci lainnya: ia […]
Baca selengkapnya...No. 374 CULLADHANUGGAHA-JĀTAKA132 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Karena Anda telah sampai,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan (nafsu) terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya (dalam kehidupan berumah tangga). Ketika bhikkhu itu mengakui bahwa disebabkan oleh mantan istrinya, ia menjadi menyesal, Beliau berkata, “Bukan hanya kali […]
Baca selengkapnya...No. 373 MŪSIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Orang-orang berkata, ‘Ke mana ia pergi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veluvana, tentang Ajātasattu (Ajatasattu). Cerita pembukanya telah dikemukakan di dalam Thusa-Jātaka130. Di sini juga Sang Guru memerhatikan pada saat bersamaan raja bermain dengan putranya dan mendengarkan khotbah Dhamma.
Baca selengkapnya...No. 372 MIGAPOTAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bersedih untuk yang sudah meninggal,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu tua. Dikatakan bahwasanya ia menahbiskan seorang pemuda menjadi samanera, dan kemudian samanera itu jatuh sakit dan meninggal setelah merawatnya sekian lama dengan tekun sekali. Bhikkhu tua tersebut […]
Baca selengkapnya...No. 371. DĪGHITIKOSALA-JĀTAKA127. Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anda sekarang berada dalam kekuasaanku,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang beberapa bhikkhu dari Kosambī yang suka bertengkar. Ketika mereka datang ke Jetavana, Sang Guru menyapa mereka di saat mereka sedang akur, dan berkata, “Para Bhikkhu, kalian adalah anak-anakku dalam […]
Baca selengkapnya...TUJUH MIMPI ANANDA “Wajahnya bagaikan bulan purnama, Matanya jernih seindah bunga teratai, demikianlah ajaran Sang Buddha bagaikan aliran gelombang samudra yang mengalir ke dalam hati sanubari Ananda.” Puisi ini mengambarkan kwalitas istimewa yang dimiliki oleh Ananda seorang murid termuda dan ternama Sang Buddha. Ananda adalah adik dari Devadatta dan beliau adalah murid termuda dari […]
Baca selengkapnya...No. 368 TACASĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [204] “Jatuh ke tangan musuh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Beliau berkata, “Bukan hanya kali ini, para Bhikkhu, tetapi juga di masa lampau Sang Tathāgata telah membuktikan bahwa ia adalah orang yang bijak dan penuh dengan […]
Baca selengkapnya...No. 367 SĀLIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia yang menyuruh orang lain,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Devadatta yang tidak dapat menimbulkan rasa takut (pada diri Sang Buddha). ____________________ Ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir di dalam keluarga seorang tuan tanah yang tinggal […]
Baca selengkapnya...KEHEBATAN MEMBERI Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima, karena ada keajaiban dibalik “memberi”. Suatu rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berjiwa besar. Memberi itu menyehatkan. Dr. Allan Kuts mengadakan penelitian yang melibatkan 3.000 sukarelawan, mengambil kesimpulan : “memberi atau menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan endorfin dan meningkatkan […]
Baca selengkapnya...No. 366. GUMBIYA-JĀTAKA122 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [200] “Racun yang seperti madu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Sang Guru menanyakan kepadanya apakah benar bahwa ia menyesalinya. “Benar, Bhante,” katanya. “Apa yang telah menyebabkan munculnya perasaan ini?” tanya Sang Guru. Ketika bhikkhu itu […]
Baca selengkapnya...