No. 371. DĪGHITIKOSALA-JĀTAKA127. Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anda sekarang berada dalam kekuasaanku,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang beberapa bhikkhu dari Kosambī yang suka bertengkar. Ketika mereka datang ke Jetavana, Sang Guru menyapa mereka di saat mereka sedang akur, dan berkata, “Para Bhikkhu, kalian adalah anak-anakku dalam […]
Baca selengkapnya...TUJUH MIMPI ANANDA “Wajahnya bagaikan bulan purnama, Matanya jernih seindah bunga teratai, demikianlah ajaran Sang Buddha bagaikan aliran gelombang samudra yang mengalir ke dalam hati sanubari Ananda.” Puisi ini mengambarkan kwalitas istimewa yang dimiliki oleh Ananda seorang murid termuda dan ternama Sang Buddha. Ananda adalah adik dari Devadatta dan beliau adalah murid termuda dari […]
Baca selengkapnya...No. 368 TACASĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [204] “Jatuh ke tangan musuh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Beliau berkata, “Bukan hanya kali ini, para Bhikkhu, tetapi juga di masa lampau Sang Tathāgata telah membuktikan bahwa ia adalah orang yang bijak dan penuh dengan […]
Baca selengkapnya...No. 367 SĀLIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia yang menyuruh orang lain,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Devadatta yang tidak dapat menimbulkan rasa takut (pada diri Sang Buddha). ____________________ Ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir di dalam keluarga seorang tuan tanah yang tinggal […]
Baca selengkapnya...KEHEBATAN MEMBERI Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima, karena ada keajaiban dibalik “memberi”. Suatu rahasia yang hanya diketahui oleh orang-orang yang berjiwa besar. Memberi itu menyehatkan. Dr. Allan Kuts mengadakan penelitian yang melibatkan 3.000 sukarelawan, mengambil kesimpulan : “memberi atau menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan endorfin dan meningkatkan […]
Baca selengkapnya...No. 366. GUMBIYA-JĀTAKA122 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [200] “Racun yang seperti madu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Sang Guru menanyakan kepadanya apakah benar bahwa ia menyesalinya. “Benar, Bhante,” katanya. “Apa yang telah menyebabkan munculnya perasaan ini?” tanya Sang Guru. Ketika bhikkhu itu […]
Baca selengkapnya...No. 365 AHIGUṆḌIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di sini kami berbaring,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu tua. Cerita pembukanya dikemukakan secara lengkap di dalam Sālaka-Jātaka120. Dalam kisah ini juga, setelah menahbis seorang anak laki-laki desa, bhikkhu tua itu mencerca dan memukulnya. Anak itu melarikan […]
Baca selengkapnya...No. 364 KHAJJOPANAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center Pertanyaan tentang seekor kunang-kunang ini akan dikemukakan secara lengkap di dalam Mahāummagga.
Baca selengkapnya...Waisak dan Kebebasan Oleh: Sri Pannyavaro Mahathera Jika rumah milik orang lain yang tidak kita kenal, yang lebih bagus dari rumah kita, terbakar, kita merasa sedih walau hanya sedikit. Akan tetapi jika rumah kita yang sederhana itu terbakar, kesedihan dan kekecewaan kita berlarut-larut. Sulit terobati. Rumah sederhana yang telah berpuluh-puluh tahun memberi banyak manfaat kepada […]
Baca selengkapnya...No. 363 HIRI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [196] “Ia yang mengurangi rasa hormat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang saudagar kaya, teman dari Anāthapiṇḍika (Anathapindika), yang tinggal di daerah perbatasan. Baik cerita pembukanya maupun kisah masa lampaunya dikemukakan secara lengkap di dalam buku pertama119. Di dalam […]
Baca selengkapnya...