No. 365 AHIGUṆḌIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di sini kami berbaring,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu tua. Cerita pembukanya dikemukakan secara lengkap di dalam Sālaka-Jātaka120. Dalam kisah ini juga, setelah menahbis seorang anak laki-laki desa, bhikkhu tua itu mencerca dan memukulnya. Anak itu melarikan […]
Baca selengkapnya...No. 364 KHAJJOPANAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center Pertanyaan tentang seekor kunang-kunang ini akan dikemukakan secara lengkap di dalam Mahāummagga.
Baca selengkapnya...Waisak dan Kebebasan Oleh: Sri Pannyavaro Mahathera Jika rumah milik orang lain yang tidak kita kenal, yang lebih bagus dari rumah kita, terbakar, kita merasa sedih walau hanya sedikit. Akan tetapi jika rumah kita yang sederhana itu terbakar, kesedihan dan kekecewaan kita berlarut-larut. Sulit terobati. Rumah sederhana yang telah berpuluh-puluh tahun memberi banyak manfaat kepada […]
Baca selengkapnya...No. 363 HIRI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [196] “Ia yang mengurangi rasa hormat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang saudagar kaya, teman dari Anāthapiṇḍika (Anathapindika), yang tinggal di daerah perbatasan. Baik cerita pembukanya maupun kisah masa lampaunya dikemukakan secara lengkap di dalam buku pertama119. Di dalam […]
Baca selengkapnya...Dua Belas Hutang Kamma Sang Buddha Berikut ini secara singkat dua belas balasan (yang juga dapat dianggap sebagai dua belas hutang samsara) yang harus dihadapi oleh Bhagava: (I) Balasan pertama – Fitnahan Sundari Dalam kehidupan lampau, Bakal Buddha adalah seorang pemabuk bernama Munali. Ia menuduh Pacceka Buddha bernama Surabhi dengan […]
Baca selengkapnya...No. 361 VAṆṆĀROHA-JĀTAKA115 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [191] “Apakah Sudāṭha berkata demikian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang dua orang siswa utama. Pada suatu kesempatan, kedua thera memutuskan untuk menyendiri selama masa vassa (musim hujan), maka mereka berpamitan dengan Sang Guru dan berangkat keluar dari Jetavana dengan […]
Baca selengkapnya...No. 360 SUSSONDI-JĀTAKA113. Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya mencium aroma wangi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Beliau menanyakan apakah hal itu benar bahwasanya ia merindukan keduniawian, dan hal apa yang telah dilihatnya sehingga menyebabkan dirinya menjadi menyesal menjalankan kehidupan sebagai seorang bhikkhu. […]
Baca selengkapnya...No. 359 SUVAṆṆAMIGA-JĀTAKA112 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wahai yang memiliki kaki keemasan,” Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang putri keluarga terpandang di Savatthi. Dikatakan bahwasanya ia adalah putri dari sebuah keluarga penopang yang melayani dua siswa utama di Savatthi, dan ia adalah seorang umat yang berkeyakinan, yang berpegangan […]
Baca selengkapnya...No. 358 CULLADHAMMAPĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ratu Mahapatapa yang malang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veluvana, tentang percobaan Devadatta untuk membunuh Bodhisatta. Dalam semua kelahirannya, Devadatta selalu tidak berhasil menimbulkan ketakutan sekecil apa pun di dalam diri Bodhisatta. [178] Dalam Culladhammapalā-Jātaka ini, ketika Bodhisatta hanya berusia tujuh […]
Baca selengkapnya...No. 357 LAṬUKIKA-JĀTAKA107 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Gajah yang berusia enam puluh tahun,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veluvana, tentang Devadatta. Pada suatu hari, para bhikkhu memulai sebuah pembahasan di dalam balai kebenaran, dengan berkata, “Āvuso, Devadatta adalah orang yang kasar, kejam, dan bengis. Ia tidak memiliki sedikit […]
Baca selengkapnya...