GHATASANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Lihatlah, di tempat perlindunganmu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang mendapatkan sebuah objek meditasi dari Beliau, yang kemudian pergi ke daerah perbatasan, mengambil tempat tinggal di hutan dekat sebuah dusun. Di sini, ia berharap untuk melewati musim hujan, namun […]
Baca selengkapnya...PAÑCAGURU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Memperhatikan nasihat yang bijaksana,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana mengenai Sutta yang berhubungan dengan godaan putri-putri Mara di bawah Pohon Beringin Penggembala Kambing (Ajapālanigrodha). Sang Guru mengutip Sutta tersebut, dimulai dengan kata-kata pembukaan —
Baca selengkapnya...ASAMPADĀNA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jika seorang teman,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Weluwana, mengenai Devadatta. Pada saat itu para bhikkhu sedang berdiskusi di dalam Balai Kebenaran tentang rasa tidak tahu terima kasih dari Devadatta dan ketidakmampuannya untuk mengenali kebaikan Sang Guru, ketika Sang Guru sendiri masuk ke […]
Baca selengkapnya...KOSIYA-JĀTAKA212 Sumber : Indonesia Tipitaka Center [463] “Engkau bisa menderita atau makan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang wanita di Sawatthi. Dikatakan ia adalah seorang istri yang jahat dari seorang brahmana yang baik hati dan suci, merupakan seorang umat awam. Waktu malamnya dihabiskan untuk berkeluyuran; sementara siang […]
Baca selengkapnya...AGGIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Itu adalah keserakahan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai orang munafik lainnya. ____________________ Sekali waktu ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta adalah seekor raja tikus, dan menetap di dalam hutan. Dalam suatu kejadian, hutan terbakar, dan seekor serigala yang tidak bisa melarikan […]
Baca selengkapnya...BIḶĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dimana kesucian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai orang yang munafik. Ketika kemunafikan seorang bhikkhu dilaporkan kepadanya, Sang Guru berkata, “Ini bukan pertama kalinya ia menunjukkan dirinya adalah orang yang munafik; ia juga mempunyai sifat yang sama di kelahiran yang lampau.” Setelah […]
Baca selengkapnya...KALAṆḌUKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Engkau memalsukan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu pembual. (Cerita pembuka dan kisah masa lampau dalam kasus ini sama seperti yang diceritakan dalam Kaṭāhaka di kisah sebelumnya208.) ____________________ Kalaṇḍuka dalam kejadian ini adalah nama dari pelayan Saudagar Benares itu. Setelah […]
Baca selengkapnya...ASILAKKHAṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Perbedaan nasib kita,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang brahmana yang disewa oleh Raja Kosala karena kehebatannya dalam menyatakan apakah sebilah pedang membawa keberuntungan atau tidak. Diberitahukan bahwa saat pandai besi istana menempa sebilah pedang, brahmana ini hanya perlu mencium untuk […]
Baca selengkapnya...KAṬĀHAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jika ia yang berada,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana mengenai seorang bhikkhu pembual. Cerita pembuka mengenai dirinya sama dengan apa yang telah pernah diceritakan204. _____________________ Sekali waktu ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta adalah seorang saudagar yang kaya, dan istrinya telah melahirkan […]
Baca selengkapnya...AMBA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tetaplah semangat, Saudaraku,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang brahmana baik yang termasuk keluarga bangsawan di Sawatthi, yang menyerahkan diri pada kebenaran dan bergabung dalam Sanggha, namun tidak mengalami kemajuan dalam setiap tugasnya. Tidak menyalahkan jumlah kehadirannya pada para guru; teliti […]
Baca selengkapnya...