Category Archives for Naskah Dhamma

Nangalisa Jataka

NAṄGALĪSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Untuk segala hal,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai Thera Lāḷudāyi yang disebut-sebut selalu mengatakan hal yang salah. Ia tidak pernah mengetahui waktu yang sesuai untuk beberapa ajaran. Sebagai contoh, jika ada perayaan, ia akan menyerukan teks yang sedih 202 , “Mereka […]

Baca selengkapnya...

Kusanali Jataka

[441] KUSANĀḶI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Biar besar dan kecil,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, tentang sahabat sejati Anāthapiṇḍika. Para kenalan, teman-teman dan kerabatnya menemuinya dan mencoba menghentikan kedekatan Anāthapiṇḍika dengan seseorang, dengan mengatakan ia tidak sebanding dengan Anāthapiṇḍika baik dalam status maupun kekayaan, namun saudagar agung […]

Baca selengkapnya...

Bandhanamokkha Jataka

[437] BANDHANAMOKKHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika orang bodoh berbicara,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang brahmana wanita bernama Ciñca, yang kisahnya akan diceritakan di Buku Kedua Belas dalam Mahāpaduma-Jātaka 199 . Pada kesempatan itu Sang Guru berkata, “Para Bhikkhu, ini bukan pertama kalinya Ciñca melempar […]

Baca selengkapnya...

Akalaravi Jataka

AKĀLARĀVI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada induk,” dan seterusnya. Kisah ini disampaikan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang selalu ribut di waktu yang salah. Dikatakan bahwa ia berasal dari sebuah keluarga terpandang di Sawatthi, ia melepaskan keduniawian untuk belajar Dhamma, namun ia melalaikan tugas dan menganggap remeh petunjuk […]

Baca selengkapnya...

Dubbaca Jataka

DUBBACA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Terlalu berlebihan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang tidak patuh; Cerita pembukanya akan diberikan pada Buku Kesembilan, dalam Gijjha-Jātaka196. Sang Guru menegurnya dengan kata-kata berikut ini, “Sama seperti sekarang, di kehidupan yang lampau engkau juga tidak patuh, Bhikkhu, tidak […]

Baca selengkapnya...

Anusasika Jataka

ANUSĀSIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Burung pengadu yang serakah itu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana mengenai seorang bhikkhuni yang memberikan peringatan kepada orang lain. Diberitahukan bahwa ia berasal dari sebuah keluarga terpandang di Sawatthi, namun sejak menjadi, bhikkhuni ia gagal melaksanakan kewajibannya dan dipenuhi oleh keserakahan; ia […]

Baca selengkapnya...

Mitacinti Jataka

MITACINTI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Mereka berdua terperangkap,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai dua orang thera yang telah tua. Setelah menghabiskan masa wassa di hutan dekat sebuah desa, mereka memutuskan untuk menemui Sang Guru, dan mengumpulkan perbekalan untuk perjalanan mereka. Namun mereka terus menunda keberangkatan mereka […]

Baca selengkapnya...

Sigala Jataka

SIGĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Serigala mabuk itu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Weluwana, mengenai Devadatta. Para bhikkhu berkumpul [425] di Balai Kebenaran dan bercerita tentang bagaimana Devadatta telah pergi ke Gayāsīsa bersama lima ratus orang pengikut, yang dituntunnya kepada ajaran yang salah dengan mengatakan bahwa Dhamma sebenarnya […]

Baca selengkapnya...

Amaradevi Jataka

AMARĀDEVĪ-PAÑHA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Nasi barli dan bubur masam,” dan seterusnya. Kisah Amarādevī-Pañha (Pertanyaan Amarādevī) ini akan diceritakan di dalam Jātaka yang sama (di atas). Ini adalah akhir dari Amarādevī-Pañha195. Catatan kaki : 195 Amarā adalah istri Raja Mahosadha; bandingkan Milindapañha. Bodhisatta adalah Mahosadha, bandingkan Jātaka (Pali) I, hal.53.

Baca selengkapnya...

Gadrabha Jataka

GADRABHA-PAÑHA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Engkau pikir dirimu adalah seekor angsa,” dan seterusnya. Kisah mengenai Gadrabha-Pañha (Pertanyaan Keledai) ini akan diceritakan secara lengkap di dalam Ummagga-Jātaka. Ini adalah akhir dari Gadrabha-Pañha.

Baca selengkapnya...
1 81 82 83 84 85 163