Category Archives for "Pokok Dasar Agama Buddha"

Bab Tiga Belas

BAB TIGA BELAS 52. Dua Buddha Tidak Mungkin Ada Bersama “Sang Buddha berkata, ‘Di dunia ini, dua Buddha -yang telah mencapai Pencerahan Sempurna- tidak mungkin ada bersama.’1 Tetapi, Nagasena, jika semua Tathagata mengajarkan ajaran yang sama, mengapa mereka tidak boleh ada bersama? Jika ada dua Buddha, mereka akan dapat mengajar lebih santai dan dunia ini […]

Baca selengkapnya...

Bab Sebelas

BAB SEBELAS 31. Terbunuhnya Yang Ariya Moggallana “Telah dikatakan oleh Sang Buddha, ‘Di antara Para siswaku yang mempunyai kekuatan kesaktian, Moggallana adalah yang paling hebat.’1 Akan tetapi beliau dipukuli sampai mati dengan tongkat.2 Mengapa kesaktian beliau tidak berfungsi?” “Hal itu, O baginda, disebabkan karena pada waktu itu beliau dikuasai kekuatan karma yang lebih hebat. Bahkan […]

Baca selengkapnya...

Bab Sepuluh

BAB SEPULUH 19. Dhamma-lah yang Terbaik “Dikatakan oleh Sang Buddha, ‘Dhamma-lah, O Vasettha, yang terbaik di dunia ini.’1 Tetapi Anda mengatakan bahwa seorang umat awam yang saleh yang telah mencapai tingkat Pemasuk-Arus harus menghormat kepada seorang samanera, meskipun samanera itu belum mencapai tingkat spiritual yang sedemikian. Jika memang Dhamma yang terbaik, maka kebiasaan seperti itu […]

Baca selengkapnya...

Bab Sembilan

BAB SEMBILAN 11. Peraturan yang Minor dan Tidak Begitu Penting “Telah dikatakan oleh Sang Buddha, ‘O bhikkhu, dari pengetahuan yang lebih tinggilah aku mengajarkan Dhamma.’1 Tetapi Beliau juga berkata: ‘Setelah aku tidak ada lagi, Ananda, bila diinginkan oleh Sangha, biarlah Sangha menghapus peraturan yang minor dan tidak begitu penting.’2 Apakah itu berarti bahwa peraturan-peraturan itu […]

Baca selengkapnya...

Bab Delapan – Pemecahan Dilema

      BAB DELAPAN PEMECAHAN DILEMA Setelah merenungkan semalaman mengenai diskusinya dengan Nagasena, sang raja membuat delapan sumpah untuk dirinya sendiri: “Selama tujuh hari mendatang ini aku tidak akan memutuskan masalah hukum apa pun juga, aku tidak akan memelihara pikiran yang berisi nafsu keinginan, pikiran yang berisi kebencian atau pikiran yang berisi pandangan keliru. […]

Baca selengkapnya...

Bab Tujuh – Ingatan

      BAB TUJUH INGATAN 1. “Dalam berapa cara, Nagasena, ingatan muncul?” “Tujuh belas cara,1 O baginda, yaitu: Karena pengalaman pribadi, seperti misalnya ketika Yang Ariya Ananda dapat mengingat kembali kehidupan-kehidupan beliau yang lampau (tanpa perkembangan khusus); Karena bantuan dari luar, seperti misalnya ketika seseorang mengingatkan temannya yang pelupa; Karena keagungan suatu peristiwa, seperti […]

Baca selengkapnya...

Bab Lima – Sang Buddha

      BAB LIMA SANG BUDDHA 1, Pernahkan Anda atau guru-guru Anda melihat Sang Buddha?” “Belum, baginda.” “Kalau begitu, Nagasena, tidak ada Buddha!” “Tetapi apakah baginda dan ayah baginda sudah pernah melihat sungai Uha1 di Himalaya?” “Belum, Yang Mulia.” “Kalau begitu, tepatkah kalau dikatakan bahwa sungai Uha itu tidak ada?” “Nagasena, Anda sangat cerdik […]

Baca selengkapnya...
1 6 7 8 9 10 14