Category Archives for Pokok Dasar Agama Buddha

Tiga Perlindungan

TIGA PERLINDUNGAN 179. Setelah mempelajari ajaran Sang Buddha, maka diantara mereka yang merasakan kebesaran dan kebenaran ajaran Buddha, banyak yang cukup puas dengan mengagumi ajaran itu dari kejauhan. Penghargaan pada Sang Buddha (dan ajaran-Nya) semata-mata belum menjadikan seseorang menjadi Buddhis. Di negara-negara Buddhis tradisional, penduduk ke vihara-vihara, mengikuti acara ritual dan melaksanakan Dhamma sebagai bagian […]

Baca selengkapnya...

Realisasi

Tiga Perlindungan Tahap-tahap dalam Menempuh Jalan Kehidupan Sang Buddha Legenda Sang Buddha

Baca selengkapnya...

Kesadaran Sejati dan Pemusatan Pikiran Sejati

KESADARAN SEJATI DAN PEMUSATAN PIKIRAN SEJATI 141. Bila dalam tradisi agama lain perhatian sepenuhnya ditujukan kepada Tuhan, sebab dengan mengerti kehendaknya akan menyebabkan keselamatan; maka dalam agama Buddha perhatian ditujukan pada pikiran, sebab pikiran adalah perantara yang olehnya segala sesuatu berarti, ditafsirkan dan dipahami. Menjinakkan pikiran adalah menjinakkan dunia. Santideva menuangkan hal ini dengan sempurna […]

Baca selengkapnya...

Daya Upaya Sejati

DAYA UPAYA SEJATI 135. Dhamma terdiri atas idaman dan gagasan, asas-asas dan ajaran-ajaran yang di dalam dirinya sendiri adalah pasif. Upaya atau usaha adalah katalisator yang menyebabkannya bergerak dan menimbulkan kekuatan yang dinamis yang pada gilirannya dapat merubah kehidupan kita. Dhamma hanya dapat merubah hidup kita bila kita mempunyai kemauan untuk menerapkan dan melaksanakannya. Seperti […]

Baca selengkapnya...

Tata Peribadatan

        LATIHAN KEJIWAAN Tata Cara peribadatan 125. Selain Jalan Berunsur Delapan yang telah kita pelajari, agama Buddha juga mengajarkan tata cara peribadatan, yang biasanya disebut sebagai puja. Istilah ‘puja’ berarti menghormat atau memuja, dan mengacu pada upacara sebagai sarana untuk menguatkan dan menuangkan keyakinan serta mengingatkan kita sehari-hari akan janji kita pada […]

Baca selengkapnya...

Latihan Kejiwaan

Tata Peribadatan Daya Upaya Sejati Kesadaran Sejati dan Pemusatan Pikiran Sejati

Baca selengkapnya...

Etika Pergaulan

ETIKA PERGAULAN 111. Manusia adalah makhluk sosial, saling bergantung satu sama yang lain. Selama paling kurang sepuluh tahun pertama dalam kehidupan kita, kita sangat tergantung pada orang-tua kita; dan pada usia tua mereka mungkin berbalik tergantung pada kita. Kita tergantung pada guru-guru dalam hal pendidikan kita, pula dalam menyiapkan masa depan kita; sebaliknya mereka mungkin […]

Baca selengkapnya...

Penghidupan Sejati

PENGHIDUPAN SEJATI 99. Agama Buddha sering dituduh terlalu menjauhi keduniawian dan tidak mengajarkan masalah praktis sehari-hari. Pada kenyataannya malah Sang Buddha lebih banyak mengajar aspek kehidupan ekonomi dibanding dengan pengajar agama yang lain, baik aspek perorangan ataupun aspek nasional, yang adalah kepentingan orang banyak. Justru karena menganggap penting masalah kehidupan ekonomi, maka Beliau mengajarkan Penghidupan […]

Baca selengkapnya...

Tindakan Sejati

TINDAKAN SEJATI 90. Tindakan adalah sesuatu yang kita perbuat dengan menggerakkan badan kita. Tindakan salah adalah tindakan yang disertai dorongan negatif dan menghasilkan dampak negatif, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain; sebaliknya Tindakan Sejati (samma kammanta) disertai dorongan positif dan mempunyai dampak positif baik pada diri sendiri maupun diri orang lain. Karena setiap […]

Baca selengkapnya...

Pembicaraan Sejati

PEMBICARAAN SEJATI 82. Berbicara adalah kemampuan unik manusia. Dengan berbicara kita dapat berkomunikasi dengan sesama kita dengan sangat tepat. Dengan berbicara secara benar, kita dapat saling mengerti, saling meredakan keresahan, saling membantu dengan berbagai cara melalui kata-kata kita. Sebaliknya bila kita berbicara tidak semestinya, kita dapat menyakiti diri kita dan diri orang lain; itulah seperti […]

Baca selengkapnya...
1 8 9 10 11 12 14