BAB I BAB TENTANG ULAR 1. URAGA SUTTA Kulit Ular Bhikkhu yang membuang semua nafsu manusiawi bagaikan ular yang mengelupaskan kulitnya 1. Bila seorang bhikkhu membuang kemarahan segera setelah kemarahan muncul, seperti penawar racun yang diberikan tepat waktunya untuk melawan racun ular yang masuk ke dalam tubuh, bhikkhu itu terbebas dari Proses Tumimbal Lahir bagaikan […]
Baca selengkapnya...SUTTA-NIPATA (Sumber: Sutta-Nipata Alih Bahasa Pali ke Bahasa Inggris : H.Saddatissa Alih Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia : Dra. Lanny Anggawati & Dra. Wena Cintiawati, Diterbitkan Oleh : Vihara Bodhivamsa (Dibawah Yayasan Mendut cabang Klaten) Jl. Mayor Kusmanto, Klaten 57415, 1999) PENDAHULUAN Kitab Suci dari tradisi Buddhis Theravada (tradisi yang dominan di Asia Tenggara dan […]
Baca selengkapnya...
DAFTAR ISI JATAKA BUKU SATU – EKANIPATA 1. APANNAKA-JATAKA (Dua orang pedagang dan kelompoknya bepergian menyeberangi sebuah gurun pasir. Salah satu pedagang tertipu oleh setan-setan, membuang air minumnya ke gurun pasir, sehingga semua bawahannya dan sapinya dilahap para setan; pedagang yang satunya menyelesaikan perjalanannya dengan aman.) 2. VANNUPATHA- JATAKA (Saat bepergian menyeberangi sebuah gurun pasir, […]
Baca selengkapnya...Kisah Devahita, Seorang Brahmana Pada suatu kesempatan, Sang Buddha menderita penyakit ringan pada lambung perut dan ia menyuruh Upavana Thera untuk mencari air panas dari Devahita, sang brahmana. Sang brahmana sangat senang karena mempunyai kesempatan yang sangat langka untuk memberikan sesuatu kepada Sang Buddha. Maka sebagai tambahan dari sekedar air panas, ia memberi sirup gula […]
Baca selengkapnya...Kisah Angulimala Pada satu kesempatan, Raja Pasenadi dan Ratu Mallika memberikan dana makanan kepada Sang Buddha dan para bhikkhu yang berjumlah lima ratus, dalam ujud suatu pemberian yang tidak dapat dilampaui oleh siapapun juga. Pada saat upacara berlangsung, setiap bhikkhu didampingi oleh seekor gajah yang memegang payung putih yang menutupi kepala bhikkhu tersebut dari sinar […]
Baca selengkapnya...Kisah Dhammadinna Theri Suatu ketika, ada seorang pengikut awam Sang Buddha bernama Visakha di Rajagaha. Setelah mendengar khotbah Sang Buddha berulang-ulang, Visakha mencapai tingkat kesucian anagami dan ia berkata kepada istrinya, “Terimalah semua hartaku, sejak hari ini aku tidak akan campur tangan apapun dalam urusan keluarga.” Istrinya, Dhammadinna, menjawab, “Siapa yang akan menelan air ludah […]
Baca selengkapnya...Kisah Vangisa Thera Suatu ketika, si Rajagaha, terdapat seorang brahmana bernama Vangisa, yang dengan cara sederhana mengetuk-ngetuk tengkorak mayat seseorang yang telah meninggal dunia, dapat memberitahukan apakah orang tersebut lahir di alam dewa, atau di alam manusia, atau dalam salah satu dari empat alam rendah (apaya). Para brahmana membawa Vangisa menuju banyak desa dan orang-orang […]
Baca selengkapnya...Kisah Nataputtaka Thera Suatu ketika, Nataputtaka, anak laki-laki dari seorang penari yang sedang pergi berkeliling menyanyi dan menari, memiliki kesempatan untuk mendengarkan khotbah yang diberikan oleh Sang Buddha. Setelah mendengarkan khotbah tersebut, ia masuk dalam pasamuan dan mencapai tingkat kesucian arahat tidak lama kemudian. Suatu hari, ketika Sang Buddha dan para bhikkhu termasuk Nataputtaka sedang […]
Baca selengkapnya...Kisah Jatila Thera Segera setelah Buddha Kassapa mangkat (parinibbana), seorang arahat thera pergi berkeliling untuk mencari dana bagi pembangunan stupa emas dimana nantinya relik Buddha Kassapa akan diabadikan. Sang thera datang ke rumah seorang pandai emas ketika pandai emas dan istrinya sedang dalam pertengkaran yang sengit. Si pandai emas tersebut berteriak kepada sang thera, “Kau […]
Baca selengkapnya...Kisah Sundarasamudda Thera Sundarasamudda adalah anak dari seorang hartawan dari Savatthi. Setelah memasuki pasamuan bhikkhu, ia pergi ke Rajagaha, yang empat puluh lima yojana jauhnya dari Savatthi, untuk berlatih meditasi. Suatu hari, ketika beberapa perayaan sedang berlangsung di Savatthi, ayah Sundarasamudda merasa sangat kehilangan putranya. Mereka juga merasa kasihan pada putranya yang kehilangan semua kesenangan. […]
Baca selengkapnya...