LOSAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Orang yang keras kepala,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai Thera Losaka Tissa. ‘Siapa,’ kamu tentu bertanya, ‘Thera Losaka Tissa ini?’ Baiklah, ayahnya adalah seorang nelayan di Kosala, dan ia adalah ketidakberuntungan bagi keluarganya. Ketika ia menjadi bhikkhu, tidak ada apa pun […]
Baca selengkapnya...KHADIRAṄGĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Lebih baik saya langsung terjun,” dan seterusnya. Kisah ini disampaikan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai Anāthapiṇḍika. Anāthapiṇḍika yang menghabiskan lima ratus empat puluh juta, dalam keyakinannya kepada Sang Buddha, dengan membangun wihara yang dananya bersumber dari dia seorang diri, yang tidak menghargai hal lain selain Ti […]
Baca selengkapnya...NANDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya duga emas,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai siswa dari Sāriputta yang tinggal satu bilik dengannya. Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, bhikkhu ini sangat penurut dan patuh, ia juga tekun dalam melayani sang thera. Suatu waktu, sang thera berangkat […]
Baca selengkapnya...BAKA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tipu muslihat tidak akan membawa keuntungan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang menjahit jubah. Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, di Jetawana hiduplah seorang bhikkhu yang sangat ahli dalam melakukan pekerjaan yang berhubungan dengan jubah, seperti menggunting, menyatukan, […]
Baca selengkapnya...SAKUṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Engkau yang tinggal di udara,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang tempat tinggalnya habis terbakar. Menurut kisah yang disampaikan secara turun menurun, bhikkhu itu telah menerima objek meditasi dari Sang Guru, ia meninggalkan Jetawana menuju Kosala, di sana ia […]
Baca selengkapnya...VAṬṬAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dengan sayap yang belum bisa terbang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika sedang dalam perjalanan melakukan pindapata melalui Magadha, mengenai padamnya kebakaran di sebuah hutan. Sekali waktu, Sang Guru melakukan perjalanan pindapata melewati Magadha di pagi hari, Beliau melakukan pindapata melalui sebuah dusun kecil di negeri […]
Baca selengkapnya...MACCHA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bukanlah rasa dingin,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, tentang godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya dalam kehidupan berumah tangga. Dalam kesempatan ini, Sang Guru berkata, “Benarkah apa yang saya dengar, bahwa engkau menyesal?” “Benar, Bhagawan.” “Karena siapa?” “Mantan istri saya […]
Baca selengkapnya...SAMMODAMANA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saat kerukunan yang berkuasa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika menetap di Taman Beringin dekat Kapilavatthu, mengenai perselisihan tentang bantalan kepala, yang akan berhubungan dengan Kunāla-Jātaka73. Pada kesempatan ini, Sang Guru berkata demikian kepada para kerabatnya, “Para raja, perselisihan antar anggota keluarga adalah tidak layak adanya. […]
Baca selengkapnya...NACCA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sebuah pemandangan yang menyenangkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang memiliki banyak harta benda. Kejadian tersebut sama seperti yang terjadi di Devadhamma-Jātaka69 di bagian sebelumnya. “Apakah laporan tersebut benar, Bhikkhu,” tanya Sang Guru, “bahwa engkau mempunyai banyak benda?” “Benar, […]
Baca selengkapnya...Kisah Kelompok Enam Bhikkhu Ketika berdiam di Vihara Javana, Sang Buddha membabarkan syair keseratus dua puluh sembilan dari Dhammapada ini, yang merujuk kepada sebuah kelompok yang terdiri dari enam bhikkhu (chabbaggi) yang bertengkar dengan kelompok lainnya yang terdiri dari tujuh belas bhikkhu. Suatu ketika terdapat tujuh belas bhikkhu sedang membersihkan sebuah bangunan komplek Vihara Jetavana […]
Baca selengkapnya...