Category Archives for "Sutta Pitaka"

Jara Vagga

XI. USIA TUA 1. (146) Mengapa tertawa, mengapa bergembira kalau dunia ini selalu terbakar? Dalam kegelapan, tidakkan engkau ingin mencari terang? Cerita terjadinya syair ini:… 2. (147) Pandanglah tubuh yang indah ini, penuh luka, terdiri dari rangkaian tulang, berpenyakit serta memerlukan banyak perawatan. Ia tidak kekal serta tidak tetap keadaannya. Cerita terjadinya syair ini:… 3. […]

Baca selengkapnya...

Danda Vagga

X. HUKUMAN 1. (129) Semua orang takut akan hukuman; semua orang takut akan kematian. Setelah membandingkan orang lain dengan diri sendiri, hendaknya seseorang tidak membunuh atau mengakibatkan pembunuhan. Cerita terjadinya syair ini:… 2. (130) Semua orang takut akan hukuman; semua orang mencintai kehidupan. Setelah membandingkan orang lain dengan diri sendiri, hendaknya seseorang tidak membunuh atau […]

Baca selengkapnya...

Papa Vagga

IX. KEJAHATAN 1. (116) Bergegaslah berbuat kebajikan, dan kendalikan pikiranmu dari kejahatan; barang siapa lamban berbuat bajik, maka pikirannya akan senang dalam kejahatan. Cerita terjadinya syair ini:… 2. (117) Apabila seseorang berbuat jahat, hendaklah ia tidak mengulangi perbuatannya itu, dan jangan merasa senang dengan perbuatan itu, sungguh menyakitkan akibat dari memupuk perbuatan jahat. Cerita terjadinya […]

Baca selengkapnya...

Sahassa Vagga

VIII. RIBUAN 1. (100) Daripada seribu kata yang tak berarti, adalah lebih baik sepatah kata yang bermanfaat, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya. Cerita terjadinya syair ini:… 2. (101) Daripada seribu bait syair yang tak berguna, adalah lebih baik sebait syair yang berguna, yang dapat memberi kedamaian kepada pendengarnya. Cerita terjadinya syair ini:… 3. (102) […]

Baca selengkapnya...

Arahanta Vagga

VII. ARAHAT 1. (90) Orang yang telah menyelesaikan perjalanannya yang telah terbebas dari segala hal, Yang telah menghancurkan semua ikatan, maka dalam dirinya tidak ada lagi demam nafsu. Cerita terjadinya syair ini:… 2. (91) Orang yang telah telah sadar dan meninggalkan kehidupan rumah tangga, tidak lagi terikat pada tempat kediaman. Bagaikan kawanan angsa yang meninggalkan […]

Baca selengkapnya...

Pandita Vagga

VI. ORANG BIJAKSANA 1. (76) Seandainya seseorang bertemu orang bijaksana yang mau menunjukkan dan memberitahukan kesalahan-kesalahannya, seperti orang menunjukan harta karun, hendaklah ia bergaul dengan orang bijaksana itu. Sungguh baik dan tidak tercela bergaul dengan orang yang bijaksana. Cerita terjadinya syair ini:… 2. (77) Biarlah ia memberi nasehat, petunjuk, dan melarang apa yang tidak baik, […]

Baca selengkapnya...

Bala Vagga

V. ORANG BODOH 1. (60) Malam terasa panjang bagi orang yang berjaga, satu yojana terasa jauh bagi orang yang lelah; sungguh panjang siklus kehidupan bagi orang bodoh yang tidak mengenal Ajaran Benar. Cerita terjadinya syair ini:… 2. (61) Apabila dalam pengembaraan seseorang tak menemukan sahabat yang lebih baik atau sebanding dengan dirinya, maka hendaklah ia […]

Baca selengkapnya...

Puppha Vagga

IV. BUNGA-BUNGA 1. (44) Siapakah yang akan menaklukkan dunia ini beserta alam Yama dan alam Dewa? Siapakah yang akan menyelidiki Jalan Kebajikan yang telah diterangkan dengan jelas, seperti seorang perangkai bunga yang pandai memilih bunga? Cerita terjadinya syair ini:… 2. (45) Seorang Sekha (siswa yang masih berlatih) akan menaklukkan dunia ini beserta alam Yama dan […]

Baca selengkapnya...

Citta Vagga

III. PIKIRAN 1. (33) Pikiran itu mudah goyah dan tidak tetap; pikiran susah dikendalikan dan dikuasai. Orang bijaksana meluruskannya bagaikan seorang pembuat panah meluruskan anak panah. Cerita terjadinya syair ini:… 2. (34) Bagaikan ikan yang dikeluarkan dari air dan dilemparkan ke atas tanah, pikiran itu selalu menggelepar. Karena itu cengkeraman dari Mara harus ditaklukkan. Cerita […]

Baca selengkapnya...

Appamada Vagga

II. KEWASPADAAN 1. (21) Kewaspadaan adalah jalan menuju kekekalan; kelengahan adalah jalan menuju kematian. Orang yang waspada tidak akan mati, Tetapi orang yang lengah seperti orang yang sudah mati. Cerita terjadinya syair ini:… 2. (22) Setelah mengerti hal ini dengan jelas, orang bijaksana akan bergembira dalam kewaspadaan dan bergembira dalam praktek para ariya. Cerita terjadinya […]

Baca selengkapnya...