Category Archives for "Sutta Pitaka"

Istana Penggembala Sapi

80. KEENAM : ISTANA PENGGEMBALA-SAPI (Gopalavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang penggembala sapi meninggalkan Rajagaha unutk menggurung sapi-sapinya ke padang rumput, dan dia melihat Y.M. Maha-Moggallana mendekat. Y.M. Maha Moggallana mengetahui bahwa kematian akan menimpa penggembala itu, maka beliau mendekatinya. Penggembala itu ragu-ragu apakah dia sebaiknya memberikan […]

Baca selengkapnya...

Hutan Mangga

79. KELIMA : HUTAN MANGGA (Ambavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, ada seorang laki-laki miskin yang diupah untuk menjaga hutan mangga. Suatu hari di musim panas, dia melihat Y.M. Saripputa mendekat dalam keadaan yang lelah karena kepanasan. Maka dia berkata : “Bhante kelihatannya lelah karena kepanasan. Berbelas-kasihanlah kepada […]

Baca selengkapnya...

Istana Emas

78. KEEMPAT : ISTANA EMAS (Suvannavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Andhakavinda. Pada waktu itu, seorang umat kaya yang memiliki keyakinan membangun “gubuk harum” di sisi bukit yang terbuka untuk Sang Buddha. Dia memohon agar Sang Buddha tinggal di sana dan dia melayani Beliau. Dia memantapkan pengendalian diri dan memiliki kebiasaan moral yang baik dan […]

Baca selengkapnya...

Istana Tugu Permata

77. KETIGA : ISTANA TUGU PERMATA (Manithunavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, banyak Thera yang menjalani kehidupan hutan. Bagi para Thera yang pergi mengumpulkan dana makanan ke desa itu, ada seorang umat yang meratakan jalan, membersihkan semak-semak, menjembatani tempat-tempat yang tergenang air, mengeringkan tempat yang basah, serta menanggul […]

Baca selengkapnya...

Istana Nandana

76. KEDUA: ISTANA NANDANA (Nandanavimana) Sama seperti cerita Istana sebelumnya. Hanya di sini ada pekerja miskin yang telah mengambil istri, dan syair pertama berbunyi “Bahkan seperti Hutan Nandana1 yang bersinar…” kemudian dilanjutkan seperti di No. 75. Catatan : 1. Be vanam Nandanam yang melihat syair 1 seperti di Ee dan VvA: vanam Nandanam Cittalatam, tetapi […]

Baca selengkapnya...

Istana Cittalata

75. YANG PERTAMA : ISTANA CITTALATA (Cittalatavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, ada seorang umat awam yang mencari nafkah dengan cara bekerja untuk orang lain. Dia memiliki keyakinan dan menopang sendiri orang tuanya yang lanjut usia, karena pada pikirnya, “Perempuan yang ditempatan dirumah tangga akan menjadi penguasa rumah […]

Baca selengkapnya...

Istana Pemakai Anting, Kedua

73. KESEMBILAN : ISTANA PEMAKAI-ANTING, KEDUA (Dutiyakundalivimana) Sama seperti di cerita istana sebelumnya. Syair-syairnya juga sama. Hanya saja di syair 5 samane sadhurupe,1 petapa-petapa yang baik wataknya, menggantikan samane silavante, petapa-petapa luhur. Catatan : sadhurupa di Dh. 262 telah diterjemahkan engan berbagai variasi.

Baca selengkapnya...

Istana Pemakai Anting

72. KEDELAPAN : ISTANA PEMAKAI – ANTING (Kundalivimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Hutan Jeta. Pada waktu itu, sepasang murid utama Beliau dengan para pengikutnya sedang mengadakan perjalanan di antara suku Kasi dan di senja hari mereka tiba disuatu vihara. Seorang umat awam datang dan membasuh serta meminyaki kaki mereka. Dia mengundang para […]

Baca selengkapnya...

Istana Penjaga Barli

71. KETUJUH : ISTANA PENJAGA – BARLI (Yavapalakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha, di Hutan Bambu. Pada waktu itu, seorang pemuda miskin bekerja menjaga ladang barli. Untuk makan paginya, dia membawa kummasa. Ketika dia sedang duduk untuk makan, datang ke tempat itu seorang Thera yang kekotoran batinnya telah hancur. Pemuda itu bertanya,”Apakah Yang Mulia […]

Baca selengkapnya...
1 64 65 66 67 68 126