Category Archives for "Sutta Pitaka"

Istana Mangga

46. KEDELAPAN : ISTANA MANGGA (Ambavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi. Pada waktu itu, seorang umat awam perempuan di sana mendengar tentang buah yang besar dan keuntungan yang besar dari mendanakan tempat-kediaman. Maka, dengan bersemangat , dia menghormati Yang Terberkahi dan berkata demikian, “Bhante, saya ingin membangun tempat-tinggal. Saya mohon Bhante menunjukkan tempat yang […]

Baca selengkapnya...

Istana Empat Perempuan

45. KETUJUH: ISTANA EMPAT PEREMPUAN (Caturitthivimana) Ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, Y.M. Maha-Moggallana sedang mengunjungi alam dewa, seperti yang telah diceritakan sebelumnya. Beliau pergi ke alam Tiga-Puluh-Tiga dewa. Di sana , di empat Istana, secara berturut-turut beliau melihat empat putrid-dewa yang masing-masing menikmati kegembiraan-surgawi dengan pengikut seribu peri. Dan secara berturut-turut beliau menanyakan […]

Baca selengkapnya...

Istana Vihara

44. KEENAM : ISTANA VIHARA (Viharavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi di Jetavana. Pada waktu itu, Visakha, umat awam agung itu, telah dibujuk oleh teman-teman dan pelayan-pelayannya untuk berjalan-jalan di taman pada suatu hari perayaan.1 Setelah mandi dan diminyaki dengan baik, dia menyantap makanan yang enak, menghias diri dengan seperangkat hiasan “perambat besar”. Lalu […]

Baca selengkapnya...

Istana Pemberi Bubur Nasi

43. KELIMA: ISTANA PEMBERI-BUBUR-NASI (Kanjikadayikavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Andhakavinda. Pada waktu itu, penyakit-angin muncul di perut Yang Terberkahi.1 Yang Terberkahi berkata pada Y.M. Ananda,”Pergilah, Ananda. Bila engkau telah mengumpulkan dana makanan, bawakan sedikit bubur-nasi asam sebagai obat bagiku.” Saya akan melakukannya, Bhante yang terhormat,” kata Ananda berjanji. Dengan membewa mangkuk yang telah diberikan […]

Baca selengkapnya...

Istana Aloma

42. KEEMPAT: ISTANA ALOMA (Alomavimana) Ketika yang Terberkahi sedang berdiam di dekat Baranasi di Isipatana di taman-rusa, Beliau memasuki Baranasi untuk mengumpulkan dana makanan. Di sana , seorang perempuan miskin bernama Aloma melihat Beliau. Karena memiliki keyakinan dan melihat tak ada lainnya yang dapat diberikan kepada Yang Terberkahi akan memberikan buah yang besar bagiku.” Maka […]

Baca selengkapnya...

Istana yang Bersinar

40. KEDUA : ISTANA YANG BERSINAR (Pabhassaravimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha. Dan pada waktu itu, di Rajagaha ada seorang umat awam yang memiliki keyakinan kepada Maha-Moggallana Thera. Salah satu putrinya juga merupakan seorang yang percaya dan memiliki keyakinan. Dia memiliki rasa hormat yang tinggi kepada Thera itu. Suatu hari Y.M. Maha-Moggallana Thera berjalan […]

Baca selengkapnya...

Istana Merah Tua

39. PERTAMA : ISTANA MERAH TUA (Manjetthakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana. Ketika Beliau sedang dijamu dengan cara seperti dalam cerita Istana sebelumnya, seorang gadis pelayan di suatu rumah tangga telah mengumpulkan bunga-bunga dari pohon sala yang sedang mekar di Hutan Gelap, merangkainya di atas serpihan-serpihan kulit kayu untuk membuat buket-buket.1 Kemudian […]

Baca selengkapnya...

Istana Pohon Koral

38. KESEPULUH : ISTANA POHON KORAL (Paricchattakavimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, di Jetavana. Seorang umat awam yang luhur menjamu Yang Terberkahi di rumahnya dengan penghormatan besar. Pada saat itu, seorang perempuan yang sedang mengumpulkan kayu bakar di Hutan Gelap melihat sebuah pohon asoka sedang berbunga. Dia mengumpulkan bunganya dan pergi untuk menebarkannya di […]

Baca selengkapnya...

Istana Visalakkhi

37. KESEMBILAN : ISTANA VISALAKKHI (Visalakkhivimana) Setelah Yang Terberkahi mencapai nibbana akhir, Raja Ajatasattu membangun stupa besar di Rajagaha untuk relik yang diterimanya, dan kemudian mengadakan festival penghormatan. Pada waktu itu, ada seorang putrid perangkai bunga yang bernama Sunanda. Sunanda adalah umat awam perempuan, siswa ariya yang telah mencapai tingkat Pemasuk Arus. Dia mengirimkan kalung-kalung […]

Baca selengkapnya...

Istana Mallika

36. KEDELAPAN : ISTANA MALLIKA (Mallikavimana) Yang Terberkahi, sang pelindung dunia, telah memenuhi tugas Buddhanya sejak saat memutar roda Dhamma sampai pada waktu mengajar kelana spiritual yang bernama Subhadda. Dan menjelang fajar di malam purnama di bulan Visakha, di antara sepasang pohon sala di Upavattana, yaitu hutan sala dari raja-raja suku Malla di Kusinara, Beliau […]

Baca selengkapnya...
1 67 68 69 70 71 126