Tisa Metteya Sutta
7. TISSAMETTEYYA SUTTA Tissametteyya Puji-pujian terhadap kehidupan selibat
Baca selengkapnya...7. TISSAMETTEYYA SUTTA Tissametteyya Puji-pujian terhadap kehidupan selibat
Baca selengkapnya...6. JARA SUTTA Kelapukan 1. Benar-benar singkat kehidupan ini. Manusia akan mati dalam waktu seratus tahun, namun sekalipun manusia bisa bertahan hidup lebih lama dari itu, dia pasti mati karena kelapukan. (804) 2. Manusia menangisi apa yang dilekati sebagai ‘milikku’, padahal tidak ada obyek kemelekatan yang bertahan lama. Dengan memahami keadaan ini, manusia bijaksana akan […]
Baca selengkapnya...5. PARAMATTHAKA SUTTA Kesempurnaan 1. Manusia yang menggenggam pandangan dogmatis tertentu dan menganggapnya sebagai yang tertinggi, akan menyatakan: ‘Inilah yang paling hebat.’ Pandangan lain — yang berbeda– dianggapnya lebih rendah. Sebagai akibatnya, dia tidak akan terbebas dari perselisihan. (796) 2. Ketika dia melihat adanya keuntungan-keuntungan pribadi dari hal-hal yang telah dilihat, didengar atau dikognisinya, atau […]
Baca selengkapnya...4. SUDDHATTHAKA SUTTA Kemurnian 1. ‘Aku melihat orang yang suci murni, agung dan sehat; kemurnian seseorang muncul dari apa yang dilihatnya’ — maka, karena memegang pendapat ini serta karena melihat pandangan ini sebagai yang terbaik, dia menganggap bahwa pengetahuan bergantung pada melihat makhluk yang suci murni. (788) 2. Jika kemurnian seseorang berasal dari apa yang […]
Baca selengkapnya...3. DUTTHATTHAKA SUTTA Korupsi 1. Beberapa orang berbicara dengan niat jahat sementara yang lain dengan keyakinan bahwa mereka benar. Tetapi orang bijaksana tidak akan masuk ke dalam persengketaan apa pun yang telah muncul. Karena itu, manusia bijaksana terbebas dari semua penghalang mental. (780) 2. Manusia yang dikuasai oleh nafsu yang kuat dan terus menurutkan kecenderungannya, […]
Baca selengkapnya...2. GUHATTAKA SUTTA Gua 1. Manusia yang sangat melekat pada gua tubuh dan terbenam dalam kebodohan batin semacam ini akan jauh dari sikap tidak melekat.1 Di dunia ini nafsu-nafsu indera tidak mudah ditinggalkan. (772) 2. Mereka yang melekat pada kenikmatan-kenikmatan duniawi, yang terkondisi oleh nafsu keinginan, akan sulit terbebas; mereka tak dapat dibebaskan oleh manusia-manusia […]
Baca selengkapnya...12. DVAYATANUPASSANA SUTTA Asal Mula dan Penghentian (dukkha) Demikian yang telah saya dengar: Suatu ketika Sang Buddha berdiam di Taman Timur di tempat tinggal Migaramato di Savatthi. Suatu petang di bulan purnama, Sang Buddha duduk di udara terbuka, dan semua bhikkhu berkumpul di sekeliling Beliau. Melihat bahwa mereka semua diam, Sang Buddha berkata kepada mereka. […]
Baca selengkapnya...11. NALAKA SUTTA Nalaka Kelahiran Buddha yang akan datang dan penjelasan tentang sifat-sifat pencerahan.
Baca selengkapnya...10. KOKALIKA SUTTA Kokalika Akibat mengerikan dari ucapan yang tidak baik Suatu ketika Sang Buddha berdiam di Vihara Jetavana di Savatthi. Seorang bhikkhu bernama Kokalika menghampiri Beliau dan berkata: ‘Bhante, Sariputta dan Moggallana penuh dengan nafsu-nafsu yang tidak bermanfaat. Mereka telah dikuasai oleh nafsu-nafsu yang tidak bermanfaat.’ Sang Buddha menjawab:
Baca selengkapnya...