No. 244 VĪTICCHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Apa yang dia lihat,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang petapa pengembara yang melarikan diri. Dikatakan bahwasanya orang ini tidak menemukan siapa pun di seluruh Jambudīpa (India) untuk berdebat tesis dengannya. Sampai akhirnya dia tiba di Sāvatthi, dan menanyakan apakah […]
Baca selengkapnya...No. 243 GUTTILA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya memiliki seorang murid,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Veluvana, tentang Devadatta. Dalam kesempatan kali ini, para bhikkhu berkata kepada Devadatta, “Āvuso Devadatta, Yang Tercerahkan Sempurna (Sammāsambuddha) adalah gurumu; Dengan belajar dari Yang Tercerahkan Sempurna, Anda mengetahui tentang Tiga Keranjang (Tipiṭaka), tentang […]
Baca selengkapnya...No. 242 SUNAKHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anjing bodoh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seekor anjing yang diberi makan di balai duduk, dekat Ambalakoṭṭhaka164 di Jetavana. Dikatakan bahwa sejak kecil, anjing ini telah diberikan tempat tinggal di sana dan diberi makan oleh seorang tukang air. Seiring […]
Baca selengkapnya...No. 241 SABBADĀṬHA-JĀTAKA160 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seperti serigala,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Devadatta. Meskipun telah mendapatkan dukungan dari Ajātasattu (Ajatasattu), tetapi Devadatta tetap tidak mampu mempertahankan ketenaran dan dukungan yang didapatkannya. Ketika orang-orang melihat keajaiban161 yang terjadi pada saat Nalāgiri dilepaskan untuk menghabisi […]
Baca selengkapnya...No. 240 MAHĀPIṄGALA-JĀTAKA157 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Raja Piṅgala (Pingala),” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang Devadatta. Selama sembilan bulan Devadatta berusaha untuk menyebabkan kehancuran bagi Sang Buddha, dan berakhir dengan masuk ke dalam bumi, di depan gerbang Jetavana. Kemudian orang-orang yang tinggal di Jetavana dan negeri sekitarnya, […]
Baca selengkapnya...Hoki, Keberuntungan Dan Kamma Ringkasan Dhammadesana Bhikkhu Uttamo Vihara Saddhapala 18 Maret 2011 Bila membaca kamus, pengertian hoki dan keberuntungan sering diartikan sama yaitu kemujuran atau nasib. Sedangkan, dari sumber yang berbeda diperoleh pengertian yang lain. Bahwa seseorang dikatakan hoki apabila ia memiliki sekaligus tiga hal yaitu : 1. Memiliki keahlian. 2. Memiliki kemauan untuk […]
Baca selengkapnya...No. 239 HARITA-MĀTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika saya berada di dalam jaring mereka,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Ajātasattu (Ajatasattu). Ketika Mahākosala, ayah Raja Kosala, menikahkan putrinya dengan Raja Bimbisāra (Bimbisara), dia memberikan sebuah desa yang terdapat di Kāsi kepada putrinya. Setelah Ajatasattu membunuh Bimbisara, […]
Baca selengkapnya...No. 238 EKAPADA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [236] “Beri tahukanlah kepadaku,” dan seterusnya.— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang saudagar. Dikatakan bahwasanya hiduplah seorang saudagar di Sāvatthi (Savatthi). Pada suatu hari, ketika sedang duduk di pangkuannya, putranya bertanya kepadanya pertanyaan “pintu”156. Dia membalas, “Pertanyaan ini hanya bisa dijawab […]
Baca selengkapnya...EMPAT JENIS ATAU TINGKATAN MANUSIA Jika diperhatikan dengan saksama, ada empat tingkatan bunga teratai pada gambar diatas yang melambangkan empat jenis manusia yaitu : 1. Para jenius (ugghatitaññu) 2. Para intelektual (vipacitaññu) 3. Mereka yang dapat dilatih (neyya) 4. Mereka yang tidak dapat dilatih (padaparama) An. Ca. 21/183 KETERANGAN
Baca selengkapnya...No. 235 VACCHA-NAKHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kehidupan duniawi adalah kebahagiaan,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang Roja, seorang Malla153. Dikatakan bahwasanya laki-laki ini, yang merupakan seorang teman perumah tangga dari Ānanda (Ananda), mengirimkan pesan kepada sang thera agar beliau datang ke tempatnya. Sang thera meminta izin dari […]
Baca selengkapnya...