EKAPAṆṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jika racun tersembunyi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di kūṭāgārasālā228, Mahāvana dekat Vesāli. Pada masa itu, Vesāli berada dalam keadaan yang sangat makmur. Sebuah dinding berlapis tiga mengelilingi kota tersebut, setiap dinding berjarak satu yojana dari dinding berikutnya, dan terdapat tiga buah gerbang dengan […]
Baca selengkapnya...Latar Belakang (Gemintang.com) Shio adalah simbol binatang Cina yang mewakili 12 siklus tahunan. Mereka mewakili konsep siklus waktu, tidak seperti konsep waktu Barat yang diwakili dengan bintang-bintang. Kalendar Bulan Cina dibuat berdasarkan siklus dari bulan, dan dibangun dalam format berbeda dari kalendar Barat yang berbasiskan Matahari. Dalam kalendar Cina, awal tahun dimulai […]
Baca selengkapnya...
WU LIANG: Kaisar Biksu Pertama Tiongkok (Epochtimes*co*id) Kaisar Wu Liang (464-549 M), juga disebut Xiao Yan, lahir di Nanlanling Zhoudouli selama Dinasti Selatan (420-589). Xiao Yan memerintah selama 48 tahun dan meninggal pada usia 86. Dia termasuk salah satu kaisar yang hidup terpanjang dalam sejarah Tiongkok, kedua setelah Kaisar Dinasti Qing, Qianlong (1711-1799). Menurut Zizhi […]
Baca selengkapnya...PUPPHARATTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saya tidak menanggapi rasa sakit ini,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana mengenai seorang bhikkhu yang menyesal. Saat ditanya oleh Sang Guru, ia mengakui tentang kelemahannya, menjelaskan bahwa ia merindukan istrinya di masa masih merupakan perumah tangga, “Karena, Bhante,” katanya, “ia begitu manis, […]
Baca selengkapnya...RĀDHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Berapa malam lagi yang?” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya dalam kehidupan berumah tangga. Kejadian dalam cerita pembuka akan diceritakan dalam Indriya-Jātaka225. Sang Guru berkata seperti ini pada bhikkhu tersebut, “Tidak mungkin untuk menjaga […]
Baca selengkapnya...NAṄGUṬṬHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jātaveda yang keji,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai pertapaan salah dari para ājīvaka, atau petapa telanjang. Menurut kisah yang diceritakan secara turun temurun, di belakang Jetawana mereka selalu melatih pertapaan 223 yang salah. Sejumlah bhikkhu melihat mereka berjongkok pada tumit mereka […]
Baca selengkapnya...VIROCANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Mayatmu yang rusak,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Weluwana, mengenai usaha Devadatta agar diakui sebagai seorang Buddha di Gayāsīsa. Ketika (keadaan) jhananya menghilang dan ia kehilangan kehormatan dan perolehan yang dulunya merupakan miliknya, dalam kebingungannya, ia meminta Sang Guru untuk menerapkan lima objek […]
Baca selengkapnya...Ingin membaca paritta Kebaktian Umum di handphone Anda? Silahkan download file di SINI (Format RAR, 6,5 MB) Program khusus untuk handphone ini dibuat dan dikirimkan oleh Loka Nahta. Pembuat program juga memberikan instruksi instalasi sbb : 01. File yang dilampirkan, harus diekstrak terlebih dahulu. 02. Dalam file tersebut, ada 3 file yang terdiri dari aplikasi […]
Baca selengkapnya...KĀKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dalam ketakutan tanpa henti,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru mengenai seorang penasihat yang bijaksana. Kejadian-kejadiannya akan diceritakan pada Buku Kedua Belas, berhubungan dengan Bhaddasāla-Jātaka220. __________________ Sekali waktu ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir kembali sebagai seekor burung gagak.
Baca selengkapnya...UBHATOBHAṬṬHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kebutaan suami dan pukulan pada istri,” dan seterusnya. Kisah ini, diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Weluwana, mengenai Devadatta. Kami mendengar bahwa para bhikkhu berkumpul di Balai Kebenaran, saling berbicara, mengatakan bahwa walaupun sebuah obor dari onggokan kayu bakar, hangus pada kedua ujungnya dan penuh kotoran di bagian […]
Baca selengkapnya...