Apa yang Dilihat di Puncak Gunung

Apa yang Dilihat di Puncak Gunung Dahulu kala, ditempat yang sangat jauh, ada seorang kepala suku sedang sakit keras. Lalu dia memanggil 3 pemuda gagah dan kuat serta paling berbakat yang ada dikampung itu, berkata kepada mereka, “Saya sudah akan meninggalkan dunia ini, saya menginginkan kalian melakukan hal yang terakhir untuk saya. Kalian bertiga adalah […]

Baca selengkapnya...

Kharassara Jataka

KHARASSARA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia memberi kesempatan kepada para perampok,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang menteri. Dikisahkan bahwa ia berlagak baik di depan Raja. Setelah mengumpulkan upeti untuk kerajaan di desa perbatasan, secara diam-diam menteri itu bekerja sama dengan sekelompok perampok. Ia akan mengatur […]

Baca selengkapnya...

Illisa Jataka

ILLĪSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Keduanya juling,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang Tuan Bendahara Besar yang kikir. Di dekat Kota Rajagaha (Rājagaha), sebagaimana diceritakan, terdapat sebuah kota yang bernama Gula Merah (Jagghery), dan di sini tinggallah seorang Tuan Bendahara Besar, yang dikenal sebagai Jutawan Kikir, […]

Baca selengkapnya...

Impian Pengemis

Impian Pengemis Ada seorang pengemis yang setiap hari berkeliaran di jalanan setiap hari selalu berpikir, betapa bagus jika ditangannya ada  uang 2000 dollar. Pada suatu hari, pengemis ini tanpa sengaja, melihat seekor anjing kecil yang lucu sedang tersesat. Pengemis ini melihat disekelilingnya tidak ada seorangpun, lalu ia menggendong anjing kecil ini pulang ke gubuknya dan […]

Baca selengkapnya...

Mahasupina Jataka

MAHĀSUPINA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Diawali sapi jantan, pepohonan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana mengenai enam belas mimpi besar. Saat penggal akhir suatu malam, (menurut kisah yang disampaikan secara turun-temurun) Raja Kosala, yang terlelap sepanjang malam, memimpikan enam belas mimpi besar, [335] terbangun dengan ketakutan dan kegelisahan, […]

Baca selengkapnya...

Asamkiya Jataka

ASAṀKIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Rasa takut tidak timbul dalam diriku saat di dusun,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang upasaka yang tinggal di Sawatthi. Menurut kisah yang disampaikan secara turun-temurun, lelaki ini, yang telah mencapai kesucian Sotāpanna dan merupakan seorang penganut yang saleh, pernah sekali […]

Baca selengkapnya...

Tanya Jawab dengan Bhikkhu Uttamo (04)

04 Sepuluh Tanya Jawab dengan Bhikkhu Uttamo 06 Desember 2010 s.d. 15 Desember 2010 01. Silvie Monday, 6 December 2010 Hal yang dilakukan sewaktu meditasi Namo Buddhaya, Bhante, saya ingin bertanya. Ketika bermeditasi apa yg harus saya renungkan atau apa yang harus saya pikirkan? Kemudian apa yang dimaksud dengan dassana? Mohon petunjuk dan pejelasannya Bhante.. […]

Baca selengkapnya...

Kisah Dua Buah Sepatu

Kisah Dua Buah Sepatu Alkisah seorang wanita ketika dia datang ke New York, dia singgah di sebuah toko. Ketika sampai ditempat bagian penjualan sepatu import, dia melihat tulisan disana, ”Obral, hanya dengan membayar 10% dari harga semula, sudah bisa dibawa pulang!” Dia mengangkat sepatu ini melihat, harga yang semula USD.70 sekarang hanya dengan USD.7 dia […]

Baca selengkapnya...

Rukkhadhamma Jataka

RUKKHADHAMMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bersatu, seperti pohon-pohon di hutan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai pertikaian karena masalah air yang membawa penderitaan kepada para kerabatnya. Mengetahui hal tersebut, beliau bergerak melalui udara, duduk bersila di atas Sungai Rohini (Rohinī), dan memancarkan cahaya di kegelapan; mengagetkan para […]

Baca selengkapnya...

Jangan Menyentuh Kantong Dendam

  Jangan Menyentuh Kantong Dendam   Xiao Lie dan Xiao Wang adalah kolega, juga teman akrab. Pada suatu hari mereka berdua duduk dan ngobrol, tangan Xiao Lie yang iseng mengambil satu lembar kertas sambil mengobrol tangannya mulai mencoret kertas itu dengan iseng. Setelah itu mereka berdua berpisah, Xiao Wang tanpa sengaja melihat kertas yang di […]

Baca selengkapnya...