MAHĀSUDASSANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Betapa sementaranya,” dan seterusnya. Kisah ini disampaikan oleh Sang Guru saat Beliau berbaring sekarat, menyangkut perkataan Ānanda, “Wahai Bhagawan, jangan mengakhiri perjalanan hidup-Mu di kota kecil yang menyedihkan ini.” “Ketika Buddha menetap di Jetawana,” pikir Sang Guru, “Thera Sāriputta177, yang lahir di Desa Nāla, meninggal dunia di Varaka pada […]
Baca selengkapnya...LOMAHAṀSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sebentar terbakar,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Pāṭikārāma dekat Vesāli, mengenai Sunakkhatta. Pada masa itu Sunakkhatta, setelah menjadi pengikut Sang Guru, berkelana di negeri tersebut sebagai seorang bhikkhu dengan patta dan jubah, ketika disesatkan oleh ajaran Kora Kshatriya 174 . Maka ia mengembalikan […]
Baca selengkapnya...Pohon Masalah Seorang teknisi komputer yang saya pesan untuk memperbaiki PC di rumah datang terlambat. Katanya, di tengah jalan ban mobilnya kempes. Ketika sedang memperbaiki komputer, listrik PLN mati ada pemadaman sementara. Akibat berbagai masalah tadi, ia kehilangan waktu kerjanya beberapa jam. Rupanya penderitaannya tak hanya berhenti di sini. Persis saat mau pulang, mendadak mesin […]
Baca selengkapnya...VISSĀSABHOJANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jangan percaya pada yang dipercaya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai pengambilan barang atas dasar kepercayaan. Menurut kisah yang diceritakan secara turun temurun, pada masa itu para bhikkhu, sebagian besar, selalu menyisakan dengan sesuka hati mereka, jika mendapatkan sesuatu dari ibu atau […]
Baca selengkapnya...[381] MAHĀSĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Untuk perang manusia membutuhkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai Yang Mulia Ānanda. Sekali waktu, para istri Raja Kosala bepikir seperti ini, “Kemunculan seorang Buddha sangat langka; dan jarang juga kesempatan untuk terlahir sebagai manusia, dengan semua kemampuan dalam satu kesatuan […]
Baca selengkapnya...LITTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia menelan dadu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai penggunaan barang secara tidak bijaksana. Menurut kisah yang disampaikan secara turun temurun, kebanyakan para bhikkhu di masa itu mempunyai kebiasaan memakai jubah dan sejenisnya, yang diberikan kepada mereka, dengan cara yang tidak bijaksana. […]
Baca selengkapnya...AKATAÑÑU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Orang yang tidak tahu berterima kasih,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai Anāthapiṇḍika. Di daerah perbatasan, begitulah kisah ini bermula, tinggallah seorang saudagar, yang merupakan sahabat pena dari Anāthapiṇḍika, namun mereka belum pernah bertemu. Pada suatu waktu, saudagar tersebut memuat lima ratus […]
Baca selengkapnya...KUHAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Betapa masuk akalnya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana mengenai seorang penipu. Penjelasan mengenai tipu muslihatnya akan diceritakan dalam Uddāla-Jātaka171. ___________________ Suatu ketika pada saat Brahmadatta memerintah di Benares, di dekat sebuah desa kecil, tinggallah seorang petapa jahat yang licik, petapa ini berambut […]
Baca selengkapnya...SĀRAMBHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Berbicaralah dengan ramah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Sawatthi, mengenai aturan yang berkenaan dengan kata-kata yang kasar. Cerita pembuka dan kisah kelahiran lampaunya sama dengan Nandivisāla-Jātaka pada bab sebelumnya170. Namun dalam kasus ini [375] terdapat perbedaan dimana Bodhisatta adalah seekor sapi jantan yang […]
Baca selengkapnya...Resep Rahasia Orang Buta Ada dua orang buta yang seorang yang sudah tua dan yang seorang masih muda, mereka adalah guru dan murid, mereka mencari nafkah dengan bermain kecapi. Pada suatu hari orang buta yang tua ini sudah tidak dapat bertahan lagi, dia jatuh sakit, dia tahu umurnya sudah tidak panjang lagi, lalu dia memanggil […]
Baca selengkapnya...