Tittira Jataka

TITTIRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Mereka yang menghormati umur,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru dalam perjalanan menuju ke Sawatthi, mengenai Thera Sāriputta yang tinggal di luar kamar di waktu malam. Saat Anāthapiṇḍika yang membangun sebuah wihara menyampaikan pesan bahwa wihara tersebut telah selesai di bangun, Sang Guru meninggalkan Rājagaha dan pergi […]

Baca selengkapnya...

Sakuna Jataka

SAKUṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Engkau yang tinggal di udara,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang tempat tinggalnya habis terbakar. Menurut kisah yang disampaikan secara turun menurun, bhikkhu itu telah menerima objek meditasi dari Sang Guru, ia meninggalkan Jetawana menuju Kosala, di sana ia […]

Baca selengkapnya...

Vattaka Jataka

VAṬṬAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dengan sayap yang belum bisa terbang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika sedang dalam perjalanan melakukan pindapata melalui Magadha, mengenai padamnya kebakaran di sebuah hutan. Sekali waktu, Sang Guru melakukan perjalanan pindapata melewati Magadha di pagi hari, Beliau melakukan pindapata melalui sebuah dusun kecil di negeri […]

Baca selengkapnya...

Setiap kemenangan butuh kesabaran

Setiap kemenangan butuh kesabaran… Sumber : Internet Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yang sedang baca koran… “Ayah, ayah” kata sang anak… “Ada apa?” tanya sang ayah….. “Aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek […]

Baca selengkapnya...

Baggio, Si Pembawa Perdamaian

Baggio, Si Pembawa Perdamaian Mohammad Resha Pratama – detiksport Roma – Bertambah satu lagi penghargaan yang diterima Roberto Baggio dalam hidupnya. Baggio baru saja dianugerahi World Peace Award yang dinilainya lebih berkesan dibanding titel pemain terbaik dunia. Baggio yang sudah pensiun sejak enam tahun lalu memang kini lebih banyak berkecimpung di dunia sosial. Jabatan baru […]

Baca selengkapnya...

Maccha Jataka

MACCHA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bukanlah rasa dingin,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, tentang godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya dalam kehidupan berumah tangga. Dalam kesempatan ini, Sang Guru berkata, “Benarkah apa yang saya dengar, bahwa engkau menyesal?” “Benar, Bhagawan.” “Karena siapa?” “Mantan istri saya […]

Baca selengkapnya...

Kata Anumodana

    Anumodana   Dalam bahasa Pāli, kata anumodana berasal dari akar kata ‘mud’ yang berarti ‘berbahagia, senang atau gembira. Kata-kata seperti pamodana, modana, anumodati, pamodati, modati, pamudita, anumudita, mudita dan masih banyak lagi memiliki akar kata yang sama, ‘mud’. Istilah ‘anumodana’ berasal dari awalan ‘anu’ + akar kata ‘mud’ dan akhiran ‘ana’. Awalan ‘anu’ […]

Baca selengkapnya...

Sammodamana Jataka

SAMMODAMANA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saat kerukunan yang berkuasa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika menetap di Taman Beringin dekat Kapilavatthu, mengenai perselisihan tentang bantalan kepala, yang akan berhubungan dengan Kunāla-Jātaka73. Pada kesempatan ini, Sang Guru berkata demikian kepada para kerabatnya, “Para raja, perselisihan antar anggota keluarga adalah tidak layak adanya. […]

Baca selengkapnya...

Nacca Jataka

NACCA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sebuah pemandangan yang menyenangkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang memiliki banyak harta benda. Kejadian tersebut sama seperti yang terjadi di Devadhamma-Jātaka69 di bagian sebelumnya. “Apakah laporan tersebut benar, Bhikkhu,” tanya Sang Guru, “bahwa engkau mempunyai banyak benda?” “Benar, […]

Baca selengkapnya...

Kisah Kelompok Enam Bhikkhu

Kisah Kelompok Enam Bhikkhu Ketika berdiam di Vihara Javana, Sang Buddha membabarkan syair keseratus dua puluh sembilan dari Dhammapada ini, yang merujuk kepada sebuah kelompok yang terdiri dari enam bhikkhu (chabbaggi) yang bertengkar dengan kelompok lainnya yang terdiri dari tujuh belas bhikkhu. Suatu ketika terdapat tujuh belas bhikkhu sedang membersihkan sebuah bangunan komplek Vihara Jetavana […]

Baca selengkapnya...