All posts by Admin

Maha Dhamma Pala Jataka

No. 447 MAHĀ-DHAMMA-PĀLA-JĀTAKA29 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Adat apakah itu,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di saat kunjungan pertama Beliau (sebagai Buddha) ke Kapilapura, dimana Beliau tinggal di Nigrodha Arama milik ayahnya, tentang ayahnya, raja yang tidak percaya. Dikatakan pada waktu itu raja Suddhodana yang agung memberikan makanan berupa bubur beras […]

Baca selengkapnya...

Takkala Jataka

No. 446 TAKKAḶA-JĀTAKA28 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada lampu di sini,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan sewaktu Sang Guru berada di Jetavana, tentang seorang upasaka yang menghidupi ayahnya. Laki-laki ini kita ketahui terlahir di dalam keluarga yang tidak mampu. Setelah ibunya meninggal, ia menjadi terbiasa bangun cepat di pagi hari menyiapkan pasta gigi dan […]

Baca selengkapnya...

Keputusan Rapat Dewan Pimpinan Sangha II/2011

SANGHA THERAVADA INDONESIA Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya, JI. Agung Permai XV/12, Jakarta 14350 Telp (021) 64716739. Faks (021) 6450206. Vihara Mendut, Kotakpos 111, Kota Mungkid 56501, Magelang Telp (0293) 788236, Faks (0293) 788404.     KEPUTUSAN KARAKASANGHASABHA (DEWAN PIMPINAN) II/2011 SANGHA THERAVADA INDONESIA NOMOR: 01/RAPIM-II/VI/2011 NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASSA   Menimbang: Perlunya penanganan menejerial […]

Baca selengkapnya...

Nigrodha Jataka

No. 445 NIGRODHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Siapa laki-laki itu,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Veluvana, tentang Devadatta. Suatu hari para bhikkhu berkata kepadanya, “Āvuso Devadatta, Sang Guru sangat membantumu! Dari Beliau, Anda menjadi bhikkhu. Sedikit banyak, Anda telah mempelajari tentang Tipiṭaka, kata-kata dari Buddha. Anda telah membangkitkan […]

Baca selengkapnya...

Kandhadipayana Jataka

No. 444 KAṆHADĪPĀYANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Tujuh hari,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang bhikkhu yang menyimpang ke jalan yang salah. Situasi cerita ini akan dijelaskan di dalam Kusa-Jātaka14 . Ketika Sang Guru menanyakan apakah benar laporan berita ini, bhikkhu itu menjawab bahwa hal itu benar.

Baca selengkapnya...

Culla Bodhi Jataka

No. 443 CULLA-BODHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Jika seseorang mengambil,” dan seterusnya.—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang bhikkhu yang dikuasai oleh nafsu. Setelah menjadi seorang petapa dengan mengikuti ajaran yang menuntun ke arah penyelamatan disertai dengan semua berkahnya, bhikkhu ini tidak mampu mengendalikan nafsunya. Ia menjadi memiliki nafsu […]

Baca selengkapnya...

Samkha Jataka

No. 442 SAṀKHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   [15]8 “O brahmana yang terpelajar,” dan seterusnya— Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang pemberian semua benda kebutuhan para bhikkhu. Dikatakan bahwa di kota Savatthi ada seorang upasaka yang hatinya menjadi gembira setelah mendengar khotbah Dhamma dari Sang Tathagata. Ia mengundang Beliau […]

Baca selengkapnya...

Catu-Posathika-Jataka

No. 441 CATU-POSATHIKA-JĀTAKA Kisah jataka ini akan diuraikan dalam Puṇṇaka-Jātaka7. Catatan kaki : 7 Tidak ada judul demikian yang muncul dalam koleksi ini maupun dalam Westergard’s Catalogue.

Baca selengkapnya...

Catu-Dvara-Jataka

BUKU X. DASA-NIPĀTA No. 439 CATU-DVĀRA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   [1] “Empat pintu gerbang,” dan seterusnya—Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seseorang yang tidak patuh. Situasi cerita ini telah dikemukakan sebelumnya di kisah kelahiran (jataka) yang pertama di Buku IX1. Di sini Sang Guru bertanya kembali kepada bhikkhu […]

Baca selengkapnya...

Putimamsa Jataka

No. 437 PŪTIMAṀSA-JĀTAKA255 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   [532] “Mengapa Putimansa melakukan demikian,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pelenyapan panca indra. Pada suatu waktu terdapat banyak bhikkhu yang tidak menjaga panca indra mereka. Sang Guru berkata kepada Thera Ananda, “Saya harus menasihati para […]

Baca selengkapnya...
1 79 80 81 82 83 279