No. 425 AṬṬHĀNA-JĀTAKA231 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Buatlah Sungai Gangga tenang,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menyesal. Sang Guru bertanya kepadanya, “Apakah itu benar, Bhikkhu, bahwasanya Anda menyesal?” “Ya, Bhante.” “Apa penyebabnya?” “Kekuatan dari nafsu.” “Bhikkhu, sifat buruk dari wanita itu adalah tidak […]
Baca selengkapnya...No. 424 ĀDITTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Benda apa saja yang dapat diselamatkan,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika bertempat tinggal di Jetavana, tentang sebuah pemberian (dana) yang tiada bandingannya. Pemberian yang tiada bandingannya itu diuraikan secara lengkap dari komentar di dalam Mahāgovindasutta. Setelah pemberian itu diberikan, pada hari itu juga […]
Baca selengkapnya...No. 423 INDRIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia yang dikarenakan oleh kesenangan indriawi” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang godaan terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya. Ceritanya adalah ada seorang pemuda dari keluarga yang terpandang di Kota Savatthi mendengar khotbah Dhamma dari Sang Guru. Dengan berpikir bahwa […]
Baca selengkapnya...No. 422 CETIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Kebenaran yang dilukai dapat,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang Devadatta yang ditelan oleh bumi. Pada hari itu, para bhikkhu sedang membahas di dalam balai kebenaran tentang bagaimana Devadatta telah berkata tidak benar, ditelan bumi dan terlahir di Alam Neraka […]
Baca selengkapnya...No. 421 GAṄGAMĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bumi seperti batu bara,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Jetavana, tentang pelaksanaan laku Uposatha. Suatu hari, Sang Guru berkata kepada para upasaka yang melaksanakan laku Uposatha dan berkata, “Para Upasaka, perbuatan kalian ini bagus sekali. Ketika seseorang melaksanakan laku Uposatha, mereka seharusnya […]
Baca selengkapnya...No. 420 SUMAṄGALA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sadar akan perasaan marah,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Jetavana, tentang nasihat kepada seorang raja. Di dalam kisah ini, atas permintaan raja itu, Sang Guru menceritakan sebuah kisah masa lampau. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai putranya.
Baca selengkapnya...No. 419 SULASĀ-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [435] “Ini adalah kalung emas,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang pelayan wanita dari Anāthapiṇḍika. Ceritanya adalah pada saat hari perayaan, ketika hendak pergi dengan sejumlah pelayan lainnya ke taman yang menyenangkan, pelayan wanita itu meminta sebuah perhiasan untuk […]
Baca selengkapnya...No. 418 AṬṬHASADA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sebuah kolam yang begitu dalam,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang suara jeritan yang menakutkan yang terdengar oleh Raja Kosala di tengah malam. Cerita pembukanya sama seperti yang telah dikemukakan sebelumnya di dalam Lohakumbī-Jātaka217. Akan tetapi dalam kisah ini, ketika […]
Baca selengkapnya...BUKU VIII.—AṬṬHA-NIPĀTA No. 417 KACCĀNI-JĀTAKA214 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Berjubah putih,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang upasaka yang menghidupi ibunya. Laki-laki itu berasal dari keluarga terpandang di Kota Savatthi. Sepeninggal ayahnya, ia yang mengurus ibunya dan merawatnya dengan melayaninya membasuh mulut, membersihkan gigi, mandi, membasuh […]
Baca selengkapnya...No. 416 PARANTAPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Teror dan rasa takut,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Uruvella, tentang percobaan Devadatta untuk membunuh Sang Buddha. Para bhikkhu membahas ini di dalam balai kebenaran, “Āvuso, Devadatta [415] berusaha untuk membunuh Sang Tathāgata, ia telah menyewa para pemanah, menjatuhkan sebuah batu karang […]
Baca selengkapnya...