Category Archives for Cerita Buddhis

Sakuna Jataka

SAKUṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Engkau yang tinggal di udara,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang tempat tinggalnya habis terbakar. Menurut kisah yang disampaikan secara turun menurun, bhikkhu itu telah menerima objek meditasi dari Sang Guru, ia meninggalkan Jetawana menuju Kosala, di sana ia […]

Baca selengkapnya...

Vattaka Jataka

VAṬṬAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dengan sayap yang belum bisa terbang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika sedang dalam perjalanan melakukan pindapata melalui Magadha, mengenai padamnya kebakaran di sebuah hutan. Sekali waktu, Sang Guru melakukan perjalanan pindapata melewati Magadha di pagi hari, Beliau melakukan pindapata melalui sebuah dusun kecil di negeri […]

Baca selengkapnya...

Maccha Jataka

MACCHA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bukanlah rasa dingin,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, tentang godaan nafsu terhadap seorang bhikkhu oleh mantan istrinya dalam kehidupan berumah tangga. Dalam kesempatan ini, Sang Guru berkata, “Benarkah apa yang saya dengar, bahwa engkau menyesal?” “Benar, Bhagawan.” “Karena siapa?” “Mantan istri saya […]

Baca selengkapnya...

Kata Anumodana

    Anumodana   Dalam bahasa Pāli, kata anumodana berasal dari akar kata ‘mud’ yang berarti ‘berbahagia, senang atau gembira. Kata-kata seperti pamodana, modana, anumodati, pamodati, modati, pamudita, anumudita, mudita dan masih banyak lagi memiliki akar kata yang sama, ‘mud’. Istilah ‘anumodana’ berasal dari awalan ‘anu’ + akar kata ‘mud’ dan akhiran ‘ana’. Awalan ‘anu’ […]

Baca selengkapnya...

Sammodamana Jataka

SAMMODAMANA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saat kerukunan yang berkuasa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika menetap di Taman Beringin dekat Kapilavatthu, mengenai perselisihan tentang bantalan kepala, yang akan berhubungan dengan Kunāla-Jātaka73. Pada kesempatan ini, Sang Guru berkata demikian kepada para kerabatnya, “Para raja, perselisihan antar anggota keluarga adalah tidak layak adanya. […]

Baca selengkapnya...

Nacca Jataka

NACCA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sebuah pemandangan yang menyenangkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang memiliki banyak harta benda. Kejadian tersebut sama seperti yang terjadi di Devadhamma-Jātaka69 di bagian sebelumnya. “Apakah laporan tersebut benar, Bhikkhu,” tanya Sang Guru, “bahwa engkau mempunyai banyak benda?” “Benar, […]

Baca selengkapnya...

Kulavaka Jataka

KULĀVAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Biarkan semua anak burung di hutan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang minum tanpa menyaring airnya terlebih dahulu66. Menurut kisah yang diceritakan secara turun temurun, dua orang bhikkhu muda yang saling bersahabat meninggalkan Sawatthi menuju sebuah desa, di sana […]

Baca selengkapnya...

Munika Jataka

MUṆIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Maka jangan iri pada Muṇika yang malang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana mengenai godaan dari seorang wanita muda yang kasar. Kisah ini berhubungan dengan Buku Ketiga Belas, dalam Culla-Nārada-Kassapa-Jātaka65. Sang Guru bertanya kepada bhikkhu itu dengan berkata, “Benarkah, Bhikkhu, seperti yang mereka […]

Baca selengkapnya...

Kanha Jataka

KAṆHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dengan muatan yang berat,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai keajaiban ganda, bersamaan dengan turunnya makhluk dewata dari surga, yang berhubungan dengan Buku Ketiga Belas, dalam Sarabhamiga-Jātaka63. Setelah menunjukkan keajaiban ganda, dan telah menetap di surga, Buddha Yang Maha Tahu turun ke […]

Baca selengkapnya...

Nandivisala Jataka

NANDIVISĀLA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Hanya mengucapkan kata-kata yang baik,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai kata-kata tidak enak (kasar) yang diucapkan oleh keenam bhikkhu62. Saat berselisih dengan para bhikkhu yang terhormat, keenam bhikkhu ini selalu mencela, memaki dan mencemooh dengan sepuluh jenis kata-kata kasar. Hal ini […]

Baca selengkapnya...
1 45 46 47 48 49 60