Category Archives for "Ketika Anak Bertanya"

Jilid I Tika – Kelompok Tiga

DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID I TIKA – KELOMPOK TIGA 1. Tiga permata (TIRATANA): BUDDHA, Orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna dan mengajar para pengikutnya untuk melatih pikiran, perbuatan dan ucapan sesuai dengan Dhamma dan Vinaya, yang dinamakan Buddha – Sasana. DHAMMA, Ajaran (Dhamma) dan peraturan-peraturan disiplin (Vinaya) yang diajarkan oleh Sang Buddha.

Baca selengkapnya...

Dhamma Vibhaga (Penggolongan Dhamma) Jilid I

DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID I (Sumber : Dhamma Vibhaga – Penggolongan Dhamma; oleh: H.R.H. The Late Patriarch Prince Vajirananavarorasa; alih bahasa : Bhikkhu Jeto, Editor : Bhikkhu Abhipanno; Penerbit : Vidyasena Vihara Vidyaloka, Yogyakarta; Cetakan Pertama 2002) DUKA – KELOMPOK DUA 1. Dhamma yang amat membantu: Sati : Kemampuan mengingat (kesadaran). Sampajañña : Mengetahui […]

Baca selengkapnya...

Bab Tujuh Belas – Perumpamaan

BAB TUJUH BELAS PERUMPAMAAN1 “Yang Mulia Nagasena, apakah sifat-sifat yang harus dimiliki seorang bhikkhu agar dapat mencapai tingkat Arahat?” 1. Keledai “Seperti halnya, O baginda, seekor keledai, tidak akan beristirahat lama di mana pun ia berbaring; demikian juga seorang bhikkhu yang berniat mencapai tingkat Arahat tidak akan beristirahat lama.” 2. Ayam “Seperti halnya ayam bertengger […]

Baca selengkapnya...

Bab Enam Belas

BAB ENAM BELAS 1. Pertanyaan yang Diselesaikan dengan Kesimpulan Raja Milinda menemui Nagasena di tempat kediamannya, dan setelah memberi hormat, raja duduk di satu sisi. Karena ingin mengetahui, mendengar dan mengingat di dalam pikiran, serta ingin menghalau kebodohan batinnya, raja mengumpulkan keberanian dan semangatnya, memantapkan pengendalian diri dan kewaspadaannya, dan kemudian berbicara kepada Nagasena: “Sudah […]

Baca selengkapnya...

Bab Lima Belas

BAB LIMA BELAS 71. Pemberian Vessantara1 “Yang Mulia Nagasena, apakah semua Bodhisatta memberikan istri dan anaknya atau hanya Vessantara saja?” “Semuanya.” “Tetapi apakah semua isteri dan anaknya setuju?” “Para isteri menyetujuinya, tetapi anak-anaknya tidak setuju, karena usia mereka yang masih muda.” “Tetapi apakah tindakan itu bajik, karena anak-anaknya ketakutan dan menangis ketika mereka ditinggalkan?” “Ya. […]

Baca selengkapnya...

Bab Empat Belas

BAB EMPAT BELAS 61. Tanpa Rintangan “Sang Buddha berkata, ‘Hiduplah sepenuh hati untuk sesuatu yang tanpa rintangan, dan bergembiralah di dalamnya.’1 Apakah yang tanpa rintangan itu?” “Empat buah dari Sang Jalan dan nibbana adalah yang tanpa rintangan.” “Tetapi jika demikian, Nagasena, mengapa para bhikkhu merepotkan diri dengan mempelajari ajaran Sang Buddha, dengan membangun apa yang […]

Baca selengkapnya...

Bab Tiga Belas

BAB TIGA BELAS 52. Dua Buddha Tidak Mungkin Ada Bersama “Sang Buddha berkata, ‘Di dunia ini, dua Buddha -yang telah mencapai Pencerahan Sempurna- tidak mungkin ada bersama.’1 Tetapi, Nagasena, jika semua Tathagata mengajarkan ajaran yang sama, mengapa mereka tidak boleh ada bersama? Jika ada dua Buddha, mereka akan dapat mengajar lebih santai dan dunia ini […]

Baca selengkapnya...

Bab Sebelas

BAB SEBELAS 31. Terbunuhnya Yang Ariya Moggallana “Telah dikatakan oleh Sang Buddha, ‘Di antara Para siswaku yang mempunyai kekuatan kesaktian, Moggallana adalah yang paling hebat.’1 Akan tetapi beliau dipukuli sampai mati dengan tongkat.2 Mengapa kesaktian beliau tidak berfungsi?” “Hal itu, O baginda, disebabkan karena pada waktu itu beliau dikuasai kekuatan karma yang lebih hebat. Bahkan […]

Baca selengkapnya...

Bab Sepuluh

BAB SEPULUH 19. Dhamma-lah yang Terbaik “Dikatakan oleh Sang Buddha, ‘Dhamma-lah, O Vasettha, yang terbaik di dunia ini.’1 Tetapi Anda mengatakan bahwa seorang umat awam yang saleh yang telah mencapai tingkat Pemasuk-Arus harus menghormat kepada seorang samanera, meskipun samanera itu belum mencapai tingkat spiritual yang sedemikian. Jika memang Dhamma yang terbaik, maka kebiasaan seperti itu […]

Baca selengkapnya...
1 5 6 7 8 9 17