Category Archives for Naskah Dhamma

Bab Enam – Kemelekatan

      BAB ENAM KEMELEKATAN 1. “Apakah tubuh jasmani ini, Nagasena, berharga bagi para petapa?” “Tidak, baginda.” “Kalau begitu, mengapa para petapa merawat dan memberikan perhatian pada tubuh jasmani?” “Kami merawat dan menjaga tubuh jasmani ini sama seperti kita merawat luka. Bukan karena luka itu berharga bagi kita, melainkan hanya supaya daging baru dapat […]

Baca selengkapnya...

Bab Lima – Sang Buddha

      BAB LIMA SANG BUDDHA 1, Pernahkan Anda atau guru-guru Anda melihat Sang Buddha?” “Belum, baginda.” “Kalau begitu, Nagasena, tidak ada Buddha!” “Tetapi apakah baginda dan ayah baginda sudah pernah melihat sungai Uha1 di Himalaya?” “Belum, Yang Mulia.” “Kalau begitu, tepatkah kalau dikatakan bahwa sungai Uha itu tidak ada?” “Nagasena, Anda sangat cerdik […]

Baca selengkapnya...

Bab Empat – Landasan Indera

      BAB EMPAT LANDASAN INDERA 1. “Apakah lima landasan indera dihasilkan dari berbagai karma, atau semuanya berasal hanya dari satu karma?” “Dari berbagai karma, O baginda.” “Berilah ilustrasi.” “Jika kita menanam lima jenis biji-bijian di ladang, maka hasilnya juga akan lima macam.”

Baca selengkapnya...

Bab Tiga – Permulaan Waktu

      BAB TIGA PERMULAAN WAKTU 1. “Nagasena, apakah akar dari masa lalu, masa kini, dan masa mendatang itu?” “Kebodohan batin. Kebodohan batin mengkondisikan bentuk-bentuk pikiran; bentuk-bentuk pikiran mengkondisikan kesadaran yang menghubungkan kembali; kesadaran mengkondisikan batin dan jasmani; batin dan jasmani mengkondisikan enam landasan indera; enam landasan indera mengkondisikan kontak; kontak mengkondisikan perasaan; perasaan […]

Baca selengkapnya...

Bab Dua – Kelahiran Kembali

      BAB DUA KELAHIRAN KEMBALI 1. “Orang yang terlahir kembali, Nagasena, apakah dia orang yang sama atau berbeda?” “Bukan sama namun juga bukan berbeda.” “Berikanlah ilustrasi.” “Sama halnya seperti susu yang pertama-tama berubah menjadi dadih lalu menjadi mentega dan kemudian menjadi ghee. Tidak benar bila dikatakan bahwa ghee, mentega, dan dadih tersebut sama […]

Baca selengkapnya...

Bab Satu – Jiwa

      BAB SATU JIWA Raja Milinda pergi menemui Bhikkhu Nagasena. Setelah saling mengucapkan salam persahabatan secara sopan, raja duduk dengan hormat di satu sisi. Milinda mulai bertanya: 1. “Apa sebutan Yang Mulia dan siapakah nama Anda?” “Baginda, saya disebut Nagasena. Namun itu hanyalah rujukan dalam penggunaan umum, karena sebenarnya tidak ada individu permanen […]

Baca selengkapnya...

Milinda Panha – Prolog

      PERTANYAAN RAJA MILINDA PROLOG Di kota Sagala bertahta Raja Milinda, orang yang sangat pandai dalam bidang seni dan ilmu pengetahuan, dengan sifatnya yang sangat ingin tahu. Dia pandai berdebat tetapi selama itu tak seorang pun mampu menghapus keraguannya mengenai persoalan keagamaan. Raja telah menanyai guru-guru terkenal tetapi tak satu pun yang memuaskan […]

Baca selengkapnya...

Milinda Panha – Pendahuluan

      PENDAHULUAN Milinda Pañha merupakan buku Buddhis kuno yang diagungkan serta dianggap bernilai tinggi sehingga oleh orang-orang Burma dimasukkan ke dalam Kitab Suci Pali. Di dalam Kitab Pali dikatakan bahwa percakapan antara Raja Milinda dengan Nagasena terjadi 500 tahun setelah Sang Buddha parinibbana. T.W. Rhys David, penerjemah yang terkemuka untuk kitab-kitab Pali, menganggap […]

Baca selengkapnya...

Milinda Panha – Kata Pengantar

      KATA PENGANTAR Oleh: Hammalawa Saddhatissa Milinda Pañha merupakan buku Pali yang ditulis kira-kira pada Abad Pertama Sebelum Masehi. Raja Milinda, seorang raja Bactria yang memerintah di tenggara India, menemui seorang bhikkhu pandai yang bernama Nagasena. Raja Milinda melontarkan sejumlah pertanyaan mengenai filsafat, psikologi dan etika Buddhisme. Saya menduga debat ini dilakukan dalam […]

Baca selengkapnya...

Catatan Catatan

SINGKATAN-SINGKATAN A Anguttara Nikaya S Samyutta Nikaya D Digha Nikaya Sn Sutta Nipata Dp Dhammapada Thag Theragatha It Itivuttaka Thig Therigatha M Majjhima Nikaya Ud Udana J Jataka Vin Vinaya CATATAN-CATATAN Alam Semesta Genesis 1, 1-31 Genesis 2, 4-22

Baca selengkapnya...