SUMBER – SUMBER 226. Semua agama memiliki kumpulan naskah suci, buku atau buku-buku yang dipercayai memiliki kewenangan dan yang menjadi dasar kepercayaan. Pada umumnya dinyatakan, bahwa naskah itu berdasarkan wahyu (anussava), yang adalah kata-kata dari Tuhan atau Dewa dari masing-masing agama dan oleh karenanya dianggap sempurna dan memiliki kekuasaan penuh. Sang Buddha mengajarkan, bahwa agama […]
Baca selengkapnya...LEGENDA SANG BUDDHA 220. Legenda senantiasa tumbuh dan berkembang diantara orang-orang besar, malah terkadang orangnya sendiri masih hidup. Kata-kata yang tidak pernah dia ucapkan dan tindakan-tindakan yang tidak pernah dia lakukan, sering dihubungkan dengan dirinya. Walaupun legenda ini mungkin tidak benar dalam arti tidak pernah terjadi, tapi mungkin benar dalam arti melambangkan nilai-nilai dari orang […]
Baca selengkapnya...KEHIDUPAN SANG BUDDHA 203. Mungkin jalan yang terbaik, untuk dapat mengerti, bagaimana tipe manusia yang telah dapat mewujudkan Nibbana, adalah dengan mempelajari, kehidupan dan kepribadian dari Sang Buddha. Kehidupan Sang Buddha tidak hanya menunjukkan bahwa Nibbana adalah suatu yang mungkin (dicapai), tapi juga menunjukkan bagaimana sebenarnya perwujudan itu. Di dalam Tipitaka tidak ditemukan biografi (riwayat […]
Baca selengkapnya...TAHAP-TAHAP DALAM MENEMPUH JALAN 189. Setelah teori agama Buddha diterima dan dimengerti, seseorang melaksanakannya, dan dengan pelaksanaan akan muncul realisasi atau perwujudan/pengejawantahan. Kita menciptakan penderitaan bagi diri kita sendiri dan bagi orang lain, karena keserakahan dan ketidak-tahuan kita. Dengan menjalani Jalan, keserakahan berubah menjadi kepuasan dan ketidak-tahuan berubah menjadi pengertian. Namun, ini adalah proses yang […]
Baca selengkapnya...TIGA PERLINDUNGAN 179. Setelah mempelajari ajaran Sang Buddha, maka diantara mereka yang merasakan kebesaran dan kebenaran ajaran Buddha, banyak yang cukup puas dengan mengagumi ajaran itu dari kejauhan. Penghargaan pada Sang Buddha (dan ajaran-Nya) semata-mata belum menjadikan seseorang menjadi Buddhis. Di negara-negara Buddhis tradisional, penduduk ke vihara-vihara, mengikuti acara ritual dan melaksanakan Dhamma sebagai bagian […]
Baca selengkapnya...Tiga Perlindungan Tahap-tahap dalam Menempuh Jalan Kehidupan Sang Buddha Legenda Sang Buddha
Baca selengkapnya...KESADARAN SEJATI DAN PEMUSATAN PIKIRAN SEJATI 141. Bila dalam tradisi agama lain perhatian sepenuhnya ditujukan kepada Tuhan, sebab dengan mengerti kehendaknya akan menyebabkan keselamatan; maka dalam agama Buddha perhatian ditujukan pada pikiran, sebab pikiran adalah perantara yang olehnya segala sesuatu berarti, ditafsirkan dan dipahami. Menjinakkan pikiran adalah menjinakkan dunia. Santideva menuangkan hal ini dengan sempurna […]
Baca selengkapnya...DAYA UPAYA SEJATI 135. Dhamma terdiri atas idaman dan gagasan, asas-asas dan ajaran-ajaran yang di dalam dirinya sendiri adalah pasif. Upaya atau usaha adalah katalisator yang menyebabkannya bergerak dan menimbulkan kekuatan yang dinamis yang pada gilirannya dapat merubah kehidupan kita. Dhamma hanya dapat merubah hidup kita bila kita mempunyai kemauan untuk menerapkan dan melaksanakannya. Seperti […]
Baca selengkapnya...LATIHAN KEJIWAAN Tata Cara peribadatan 125. Selain Jalan Berunsur Delapan yang telah kita pelajari, agama Buddha juga mengajarkan tata cara peribadatan, yang biasanya disebut sebagai puja. Istilah ‘puja’ berarti menghormat atau memuja, dan mengacu pada upacara sebagai sarana untuk menguatkan dan menuangkan keyakinan serta mengingatkan kita sehari-hari akan janji kita pada […]
Baca selengkapnya...Tata Peribadatan Daya Upaya Sejati Kesadaran Sejati dan Pemusatan Pikiran Sejati
Baca selengkapnya...