ETIKA PERGAULAN 111. Manusia adalah makhluk sosial, saling bergantung satu sama yang lain. Selama paling kurang sepuluh tahun pertama dalam kehidupan kita, kita sangat tergantung pada orang-tua kita; dan pada usia tua mereka mungkin berbalik tergantung pada kita. Kita tergantung pada guru-guru dalam hal pendidikan kita, pula dalam menyiapkan masa depan kita; sebaliknya mereka mungkin […]
Baca selengkapnya...PENGHIDUPAN SEJATI 99. Agama Buddha sering dituduh terlalu menjauhi keduniawian dan tidak mengajarkan masalah praktis sehari-hari. Pada kenyataannya malah Sang Buddha lebih banyak mengajar aspek kehidupan ekonomi dibanding dengan pengajar agama yang lain, baik aspek perorangan ataupun aspek nasional, yang adalah kepentingan orang banyak. Justru karena menganggap penting masalah kehidupan ekonomi, maka Beliau mengajarkan Penghidupan […]
Baca selengkapnya...TINDAKAN SEJATI 90. Tindakan adalah sesuatu yang kita perbuat dengan menggerakkan badan kita. Tindakan salah adalah tindakan yang disertai dorongan negatif dan menghasilkan dampak negatif, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain; sebaliknya Tindakan Sejati (samma kammanta) disertai dorongan positif dan mempunyai dampak positif baik pada diri sendiri maupun diri orang lain. Karena setiap […]
Baca selengkapnya...PEMBICARAAN SEJATI 82. Berbicara adalah kemampuan unik manusia. Dengan berbicara kita dapat berkomunikasi dengan sesama kita dengan sangat tepat. Dengan berbicara secara benar, kita dapat saling mengerti, saling meredakan keresahan, saling membantu dengan berbagai cara melalui kata-kata kita. Sebaliknya bila kita berbicara tidak semestinya, kita dapat menyakiti diri kita dan diri orang lain; itulah seperti […]
Baca selengkapnya...PIKIRAN SEJATI 74. Sekarang kita akan mempelajari Latihan Etika dalam hubungannya dengan perilaku pribadi. Langkah pertama dalam Latihan Etika adalah pengembangan Pikiran Sejati (samma samkappa). Istilah ‘samkappa’ berarti pikiran dan kehendak dan mengacu pada semua pikiran-pikiran kita, terutama pikiran yang menggerakkan tindakan. Secara filosofis, umumnya hanyalah perilaku jasmani dan ucapan yang digolongkan etika, tidak termasuk […]
Baca selengkapnya...Latihan Etika Pengenalan Ukuran kebaikan dan keburukan menurut Buddha Dhamma Pikiran Sejati Memahami dan cara mengendalikan pikiran. Pembicaraan Sejati Tindakan Sejati Penghidupan Sejati Etika Pergaulan
Baca selengkapnya...Pengertian Sejati 60. Sang Buddha bersabda, bahwa segala sesuatu ditandai oleh tiga ciri: ketaklanggengan (anicca), ketidakpuasan (dukkha) dan ketiada diri-alamian (anatta). Ketak-langgengan, ciri keberadaan yang pertama, mudah dimengerti oleh setiap pengamat dan pemikir. Kegagalan dapat berubah menjadi kesuksesan, cinta bisa meluntur atau malah menjadi benci, peradaban suatu bangsa bisa saja menurun sedang yang lain meningkat, […]
Baca selengkapnya...PENGENALAN 55. Sebagian besar umat manusia niscaya sependapat, bahwa kebenaran adalah harta yang tak ternilai dalam kehidupan kita. Masalahnya kemudian terletak pada patokan atau dasar yang seharusnya dipakai untuk menetapkan benar tidaknya “kebenaran” itu. Ribuan agama, sekte dan falsafah yang ada saat ini membuat pernyataan yang sama seperti pernyataan agama-agama, sekte-sekte yang ada pada zaman […]
Baca selengkapnya...Pengenalan Memahami makna “Kebenaran” yang banyak ditafsirkan secara berbeda oleh banyak kalangan. Pengertian Sejati Menguraikan dan menerangkan sistematika untuk memahami Tiga Corak Umum yang berlaku secara universal
Baca selengkapnya...