Category Archives for Naskah Dhamma

Durajana Jataka

DURĀJĀNA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anda berpikir,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang upasaka (upāsaka, umat awam pria). Menurut kisah yang disampaikan secara turun-temurun, ada seorang upasaka yang tinggal di Sawatthi, yang berlindung kepada Ti Ratana (Tiga Mestika, yang terdiri dari Buddha, Dhamma, dan Sanggha) dan […]

Baca selengkapnya...

Sebatang Ginseng

Sebatang Ginseng Alkisah di sebuah desa ada seorang bapak sedang pergi ke pasar. Dia melihat seorang pedagang sedang menjual sesuatu. Lalu dia bertanya kepadanya. “Ini apa?” ”Ginseng,” jawab si pedagang. Dijawab lagi oleh si Bapak: “Ini ginseng beneran?” Pedagang menjawab: “Tentu saja, ini adalah ginseng pegunungan.” Si Bapak bertanya kembali: “Berapa harganya?” Pedagang ginseng ini […]

Baca selengkapnya...

Takka Jataka

TAKKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wanita dipenuhi oleh kemarahan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu lain yang merasa gelisah karena nafsu indriawinya. Ketika ditanyai, bhikkhu itu mengakui kalau ia merasa gelisah karena nafsu indriawinya. Sang Guru berkata, “Wanita adalah makhluk yang tidak tahu berterima kasih […]

Baca selengkapnya...

Praktek Dhamma Menuju Kehidupan Yang Lebih Baik

    Video dengan kualitas yang lebih baik dan full version dapat dilihat DI SINI :         Bhikkhu Uttamo menjelaskan bahwa umat Buddhis yang belum mempraktekkan Dhamma dalam kehidupan sehari-hari bukanlah umat Buddhis yang sejati, dan ini disebut sebagai umat Buddhis Tradisi. Dan Praktek Dhamma dalam kehidupan sehari-hari sangatlah penting artinya, karena […]

Baca selengkapnya...

Andabhuta Jataka

AṆḌABHŪTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dengan mata tertutup, seorang pemain kecapi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu lain yang merasa gelisah akan nafsu indriawinya. Tanya Sang Guru, “Benarkah laporan itu bahwa engkau adalah orang yang merasa gelisah karena nafsu indriawi, Bhikkhu?” “Benar,” jawabnya. “Bhikkhu, seorang […]

Baca selengkapnya...

Lebih Berharga dari Batu Permata

Lebih Berharga dari Batu Permata Ada seorang wisatawan sedang berwisata di sebuah hutan. Pada suatu hari, ketiga dia berada di pinggir sungai ia menemukan sebutir batu permata. Wisatawan ini lalu memungut batu permata ini dan memasukkannya kedalam ranselnya. Keesokan harinya, dia bertemu dengan seorang pejalan kaki yang dalam keadaan sedih dan kuyu. Pejalan kaki ini […]

Baca selengkapnya...

Tanya Jawab dengan Bhikkhu Uttamo (03)

03 Sepuluh Tanya Jawab dengan Bhikkhu Uttamo 29 November 2010 s.d. 05 December 2010 1. Hendra Sutanto Monday, 29 November 2010 Meditasi dan mahluk halus Namo Buddhaya, Bhante…mohon petunjuknya. Apakah betul pada saat melakukan meditasi, sebelum mencapai jhana, meditator akan mengalami fase dimana kelima panca indra akan sementara “tertutup”. Apabila betul demikian, pertanyaan saya adalah […]

Baca selengkapnya...

Asatamanta Jataka

ASĀTAMANTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [285] “Dalam hasrat yang tidak terkendali,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang menyesal dikarenakan nafsu indriawinya. Cerita pembukanya berhubungan dengan Ummadanti-Jātaka109. Namun kepada bhikkhu ini Sang Guru berkata, “Wanita, Bhikkhu, adalah makhluk yang penuh nafsu, tidak bermoral, keji dan […]

Baca selengkapnya...

Samkhadhamana Jataka

SAṀKHADHAMANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jangan bertindak keterlaluan,”dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu lain yang juga merupakan orang yang bertindak sesuka hatinya. __________________ Sekali waktu ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai seorang peniup terompet yang pergi ke Benares bersama ayahnya dalam suatu pesta […]

Baca selengkapnya...

Berubah Menjadi Baik

Berubah Menjadi Baik Pada suatu hari, ketika seorang petapa sedang meditasi di biara, tiba-tiba seorang perampok masuk kedalam biaranya. Perampok mengancam petapa memakai pisau yang tajam dan mengkilat mengancam petapa sambil menghardik. “Cepat keluarkan semua uang yang ada dilemari ini, kalau tidak engkau akan kubunuh!” hardik perampok. “Uangnya ada di laci, di lemari tidak ada […]

Baca selengkapnya...
1 88 89 90 91 92 163