UCCHAṄGA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seorang putra mudah didapatkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang wanita desa. Suatu waktu di Kosala, terdapat tiga orang pria yang sedang membajak (tanah) di pinggiran sebuah hutan, bersamaan itu, para perampok menjarah penduduk di dalam hutan itu dan melarikan diri. […]
Baca selengkapnya...MUDULAKKHAṆA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sampai Hati Lembut menjadi milikku,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai bahaya nafsu. Menurut kisah yang disampaikan secara turun-temurun; ada seorang pemuda dari Sawatthi, [303] saat mendengar Dhamma yang dibabarkan oleh Sang Guru, ia menjadi sangat kagum pada ajaran dari Ti-Ratana. Setelah […]
Baca selengkapnya...ANABHIRATI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seperti jalan raya,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang upasaka yang lain, dengan kejadian yang sama seperti kejadian sebelumnya. Pria ini, dalam penyelidikan yang dilakukannya, menjadi yakin akan perilaku buruk istrinya. Ia berbicara dengan istrinya, hasilnya ia begitu kecewa sehingga selama […]
Baca selengkapnya...DURĀJĀNA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Anda berpikir,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang upasaka (upāsaka, umat awam pria). Menurut kisah yang disampaikan secara turun-temurun, ada seorang upasaka yang tinggal di Sawatthi, yang berlindung kepada Ti Ratana (Tiga Mestika, yang terdiri dari Buddha, Dhamma, dan Sanggha) dan […]
Baca selengkapnya...TAKKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wanita dipenuhi oleh kemarahan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu lain yang merasa gelisah karena nafsu indriawinya. Ketika ditanyai, bhikkhu itu mengakui kalau ia merasa gelisah karena nafsu indriawinya. Sang Guru berkata, “Wanita adalah makhluk yang tidak tahu berterima kasih […]
Baca selengkapnya...AṆḌABHŪTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dengan mata tertutup, seorang pemain kecapi,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu lain yang merasa gelisah akan nafsu indriawinya. Tanya Sang Guru, “Benarkah laporan itu bahwa engkau adalah orang yang merasa gelisah karena nafsu indriawi, Bhikkhu?” “Benar,” jawabnya. “Bhikkhu, seorang […]
Baca selengkapnya...ASĀTAMANTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [285] “Dalam hasrat yang tidak terkendali,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang menyesal dikarenakan nafsu indriawinya. Cerita pembukanya berhubungan dengan Ummadanti-Jātaka109. Namun kepada bhikkhu ini Sang Guru berkata, “Wanita, Bhikkhu, adalah makhluk yang penuh nafsu, tidak bermoral, keji dan […]
Baca selengkapnya...SAṀKHADHAMANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jangan bertindak keterlaluan,”dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu lain yang juga merupakan orang yang bertindak sesuka hatinya. __________________ Sekali waktu ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai seorang peniup terompet yang pergi ke Benares bersama ayahnya dalam suatu pesta […]
Baca selengkapnya...BHERIVĀDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jangan bertindak keterlaluan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang selalu mengikuti kehendak hatinya sendiri. Ketika ditanya oleh Sang Guru apakah laporan bahwa ia selalu mengikuti kehendaknya sendiri benar adanya, bhikkhu itu menjawab bahwa hal tersebut adalah benar adanya. “Ini […]
Baca selengkapnya...TAYODHAMMA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Siapa pun yang, seperti dirimu,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Weluwana, mengenai percobaan pembunuhan (oleh Devadatta). ____________________ Sekali waktu ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Devadatta terlahir sebagai seekor kera, yang menetap di dekat Pegunungan Himalaya sebagai pimpinan dari bangsa kera yang semuanya merupakan […]
Baca selengkapnya...