Category Archives for Tipitaka

Attadanda Sutta

15. ATTADANDA SUTTA Perilaku Kekerasan (Penggambaran tentang kebebasan sempurna yang mirip dengan Sutta sebelumnya)

Baca selengkapnya...

Tuvataka Sutta

14. TUVATAKA SUTTA Jalan Menuju Kebahagiaan (Penggambaran bhikkhu yang ideal)

Baca selengkapnya...

Mahaviyuha Sutta

13. MAHAVIYUHA SUTTA Penyebab-penyebab Utama Perselisihan 1. Mereka yang amat melekati pandangan-pandangan mereka sehingga mengatakan: ‘Hanya inilah yang merupakan kebenaran’, akan menyebabkan dirinya disalahkan atau akan memperoleh pujian karenanya. (895) 2. Hasil dari pujian itu sangat kecil dan tidak cukup untuk menghasilkan ketenangan. Aku nyatakan ada dua akibat perselisihan [yaitu menang atau kalah]. Setelah melihat […]

Baca selengkapnya...

Culaviyuha Sutta

12. CULAVIYUHA SUTTA Penyebab-penyebab Kecil Pertikaian 1. Penanya: Beberapa orang yang mengukuhi pandangan mereka sendiri saja, akan masuk ke dalam pertikaian dengan orang-orang lain. Masing-masing menyatakan bahwa hanya dia sendirilah satu-satunya pakar dan menyatakan: ‘Orang yang memahami ini berarti mengetahui Kebenaran; siapa yang menolak ini berarti tidak sempurna.’ (878) 2. Maka, setelah masuk ke dalam […]

Baca selengkapnya...

Kalahavivada Sutta

11. KALAHAVIVADA SUTTA Perselisihan dan Pendirian (Penyebab-penyebab kemarahan dan kemelekatan)

Baca selengkapnya...

Purabheda Sutta

10. PURABHEDA SUTTA Sifat-sifat Seorang Muni 1. Seseorang bertanya kepada Sang Buddha, ‘Tuan Gotama, saya ingin bertanya tentang manusia sempurna. Ada yang dapat disebut ‘orang yang sudah tenang’ — dapatkah Engkau menjelaskan bagaimana dia melihat segala sesuatu dan bagaimana dia berperilaku?’ (848) 2. ‘Orang yang sudah tenang, yang telah memadamkan semua nafsu keinginannya sebelum tubuhnya […]

Baca selengkapnya...

Pasura Sutta

8. PASURA SUTTA Perselisihan Mempertahankan Pandangan — dan Kesia-siaannya

Baca selengkapnya...

Tisa Metteya Sutta

7. TISSAMETTEYYA SUTTA Tissametteyya Puji-pujian terhadap kehidupan selibat

Baca selengkapnya...

Jara Sutta

6. JARA SUTTA Kelapukan 1. Benar-benar singkat kehidupan ini. Manusia akan mati dalam waktu seratus tahun, namun sekalipun manusia bisa bertahan hidup lebih lama dari itu, dia pasti mati karena kelapukan. (804) 2. Manusia menangisi apa yang dilekati sebagai ‘milikku’, padahal tidak ada obyek kemelekatan yang bertahan lama. Dengan memahami keadaan ini, manusia bijaksana akan […]

Baca selengkapnya...

Paramatthaka Sutta

5. PARAMATTHAKA SUTTA Kesempurnaan 1. Manusia yang menggenggam pandangan dogmatis tertentu dan menganggapnya sebagai yang tertinggi, akan menyatakan: ‘Inilah yang paling hebat.’ Pandangan lain — yang berbeda– dianggapnya lebih rendah. Sebagai akibatnya, dia tidak akan terbebas dari perselisihan. (796) 2. Ketika dia melihat adanya keuntungan-keuntungan pribadi dari hal-hal yang telah dilihat, didengar atau dikognisinya, atau […]

Baca selengkapnya...
1 74 75 76 77 78 127