Category Archives for Tipitaka

Todeyya

9. PERTANYAAN TODEYYA. Siswa brahmana Todeyya berbicara berikutnya: 1. ‘Yang Mulia, apakah sifat kebebasan,’ dia bertanya kepada Sang Buddha, bagi orang yang tidak lagi memiliki nafsu untuk kesenangan, telah melampaui keraguan dan hidup tanpa nafsu keinginan?’ (1088) 2. ‘Orang yang tidak memiliki nafsu,’ kata Sang Buddha, ‘yang telah pergi melampaui keraguan dan yang hidup tanpa […]

Baca selengkapnya...

Hemaka

8. PERTANYAAN HEMAKA Hemaka adalah penanya berikutnya: 1. ‘Sebelum Gotama mulai mengajar,’ katanya, ‘semua ajaran yang telah saya dengar hanya mengatakan, ‘Beginilah hal-hal itu dahulu’ dan ‘Beginilah hal-hal itu akan menjadi’. Segalanya didasarkan pada tradisi dan kata orang, dan itu makin menambah keraguanku. (1084) 2. Jadi sekarang, Guru Kebijaksanaan, jelaskanlah ajaranmu tentang cara mengakhiri nafsu […]

Baca selengkapnya...

Upasiva

6. PERTANYAAN UPASIVA Kemudian siswa brahmana Upasiva mengajukan pertanyan: 1. ‘Manusia Sakya,’ katanya, ‘tidaklah mungkin bagi saya untuk menyeberangi samudra yang amat luas sendirian, dan tanpa bantuan. Engkau adalah mata yang melihat segalanya, beritahukanlah apa yang dapat digunakan untuk membantu saya menyeberangi samudra.’ (1069) 2. Sang Buddha berkata kepada Upasiva: ‘Gunakanlah dua hal ini untuk […]

Baca selengkapnya...

Dhotaka

5. PERTANYAAN DHOTAKA Siswa brahmana Dhotaka adalah penanya berikutnya: 1. ‘Yang Mulia,’ dia berkata, ‘saya amat ingin mendengar Engkau berbicara. O, Guru, jelaskanlah: dapatkan seorang siswa yang mempelajari ajaran-ajaranmu menemukan ketenangan penghentian [Nibbana] untuk dirinya sendiri?’ (1061) 2. ‘Siapa pun yang mempelajari ajaranku,’ kata Sang Buddha, ‘yang bersemangat, pandai dan sadar, di situ dan kini, […]

Baca selengkapnya...

Mettagu

4. PERTANYAAN METTAGU Kemudian siswa brahmana Mettagu mengajukan pertanyaannya: 1. ‘Yang Mulia,’ dia berkata, ‘jelas sekali Yang Mulia memiliki pikiran yang berkembang penuh dan adalah Guru pengetahuan. Dari manakah asalnya segala macam penderitaan yang berbeda-beda itu?’ (1049) 2. ‘Ini adalah pertanyaan,’ kata Sang Buddha, ‘tentang kelahiran dan tumbuhnya penderitaan. Akan kujawab dengan cara yang telah […]

Baca selengkapnya...

Punnaka

3. PERTANYAAN PUNNAKA Siswa brahmana Punnaka adalah penanya berikutnya: 1. ‘Saya datang,’ katanya, ‘untuk mengajukan pertanyaan mengenai orang yang tanpa nafsu, orang yang, memiliki penglihatan yang berakar dalam. Yang Mulia, saya mohon penjelasan, mengapa para bijaksana di dunia, para brahmana, para penguasa dan lain-lain, selalu memberikan persembahan kepada para dewa?’ (1043) 2. ‘Orang-orang itu,’ kata […]

Baca selengkapnya...

Tissa Metteya

2. PERTANYAAN TISSA-METTEYYA Kemudian siswa brahmana Tissa-Metteyya bertanya kepada Sang Buddha: 1. ‘Siapakah yang berbahagia di dunia ini?’ dia bertanya.’Adakah orang yang tidak dipenuhi gejolak? Adakah orang yang dapat memahami alternatif-alternatif tanpa terjepit di dalam pemikirannya sendiri, di antara pilihan-pilihan itu? Menurut Yang Mulia, siapakah yang pantas mendapat gelar ‘makhluk super’? Siapakah yang tidak terperangkap […]

Baca selengkapnya...

Ajita

1. PERTANYAAN AJITA 1. ‘Apakah,’ tanya Ajita, ‘yang menutupi dunia? Apa yang membuat dunia ini amat sulit dilihat? Apa yang mempolusi dunia, dan apa yang paling mengancamnya?’ (1032) 2. ‘Ketidaktahuanlah yang menutupi dunia,’ kata Sang Buddha, ‘dan kecerobohan serta keserakahanlah yang membuat dunia tidak dapat dilihat. Kelaparan akan nafsulah yang mempolusi dunia, dan sumber ketakutan […]

Baca selengkapnya...

Parayanavagga

BAB V TENTANG JALAN MENUJU PANTAI SEBERANG VATTHUGATHA (Pendahuluan)

Baca selengkapnya...

Sariputta Sutta

16. SARIPUTTA SUTTA Sariputta Praktek latihan seorang bhikkhu

Baca selengkapnya...
1 73 74 75 76 77 127