Kisah Babi Peta Suatu ketika, saat Maha Moggalana Thera berjalan menuruni bukit Gijjhakuta bersama Lakkhana Thera, beliau melihat sesuatu yang menyedihkan, yaitu mahluk peta kelaparan, dengan kepala bewujud babi dan berbadan manusia. Melihat mahluk peta tersebut, Maha Moggalana Thera tersenyum namun tak berkata sedikitpun. Pada saat tiba di vihara, Maha Moggalana Thera menghadap Sang Buddha, […]
Baca selengkapnya...Kisah Yang Berhubungan Dengan Ketanpa-intian (Anatta) Kisahnya sama dengan kisah Anicca dan kisah Dukkha. Sang Buddha mengetahui bahwa terdapat 500 bhikkhu lain lagi bermeditasi dengan obyek Anatta, sehingga Beliau berkata, “Para bhikkhu, segalanya perpaduan hidup adalah tanpa inti/substansi. Hal tersebut bukan subyek keakuan.” Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 279 berikut : Segala sesuatu yang berkondisi […]
Baca selengkapnya...Kisah Yang Berhubungan Dengan Dukkha Kisahnya sama dengan kisah Anicca. Sang Buddha mengetahui bahwa terdapat kelompok 500 bhikkhu yang lain bermeditasi dengan objek dukkha, sehingga Beliau berkata, “Para bhikkhu, segala perpaduan hidup adalah menderita dan tidak memuaskan, maka segala kelompok kehidupan (khandha) adalah dukkha.” Kemudian Sang Buddha membabarkan syair 278 berikut : Segala sesuatu yang […]
Baca selengkapnya...Kisah Yang Berhubungan Dengan Anicca Setelah menerima pelajaran meditasi dari Sang Buddha, lima ratus bhikkhu pergi ke sebuah hutan untuk berlatih meditasi. Tetapi mereka mengalami sedikit kemajuan, sehingga mereka kembali kepada Sang Buddha dan menanyakan pelajaran meditasi lainnya yang akan membuat mereka mencapai hasil yang lebih baik. Dalam benak hati-Nya, Sang Buddha mengetahui bahwa pada […]
Baca selengkapnya...Kisah Seorang Nelayan Bernama Ariya Suatu ketika, ada seorang nelayan yang tinggal di dekat gerbang Utara kota Savatti. Suatu hari, melalui kemampuan batin luar biasa, Sang Buddha melihat bahwa telah tiba saatnya bagi nelayan itu untuk mencapai tingkat kesucian sotapatti. Maka dalam perjalan pulang dari berpindapatta, Sang Buddha bersama dengan para bhikkhu berhenti di dekat […]
Baca selengkapnya...Kisah Para Pertapa Bukan Pengikut Sang Buddha Terhadap orang yang mempersembahkan makanan atau benda-benda lain kepada para pertapa, mereka akan mengucapkan kata-kata pemberkahan. Mereka akan berkata, “Semoga engkau bebas dari bahaya, semoga engkau menjadi makmur dan kaya, semoga engkau panjang umur,” dan sebagainya. pada waktu itu, para bhikkhu murid Sang Buddha tidak mengucapkan apapun setelah […]
Baca selengkapnya...Kisah Bhikkhu Hatthaka Bhikkhu Hatthaka mempunyai kebiasaan menantang para pertapa bukan pengikut Sang Buddha agar menjumpainya di suatu tempat tertentu untuk berdebat mengenai masalah-masalah keagamaan. Kemudian ia akan pergi seorang diri ke tempat yang telah dijanjikan. Jika tak seorangpun muncul ia akan membual, “Lihat, pertapa-pertapa pengembara itu tidak berani menjumpaiku, mereka telah kukalahkan!”, dan hal-hal […]
Baca selengkapnya...Kisah Beberapa Bhikkhu Pada suatu vihara, para bhikkhu muda dan samanera mempunyai kebiasaan mengunjungi bhikkhu-bhikkhu lebih tua yang merupakan guru mereka. Mereka mencuci dan mencelup jubah, atau melakukan pelayanan kecil lain bagi guru mereka. Beberapa bhikkhu lain yang melihat hal ini merasa iri hati kepada para bhikkhu senior, dan mereka memikirkan suatu rencana yang akan […]
Baca selengkapnya...Kisah Bhaddiya Thera Suatu hari, tiga puluh bhikkhu datang untuk memberikan penghormatan kepada Sang Buddha. Sang Buddha mengetahui bahwa telah tiba saatnya bagi ketiga puluh bhikkhu tersebut untuk mencapai tingkat kesucian arahat. Maka Beliau bertanya kepada mereka, apakah mereka telah melihat seorang thera saat mereka memasuki ruangan. Mereka menjawab bahwa mereka tidak melihat seorang thera […]
Baca selengkapnya...Kisah Arahat Ekudana Bhikkhu dalam cerita ini hidup di sebuah hutan kecil di dekat Savatthi. Ia dikenal dengan nama Ekudana, sebab ia hanya hafal satu bait saja dari Kitab Udana. Tetapi Thera tersebut mengerti sepenuhnya makna Dhamma yang terkandung dalam bait tersebut. Pada setiap hari uposatha, dia mendesak orang lain untuk mendengarkan Dhamma, dan dia […]
Baca selengkapnya...