Category Archives for Khuddaka Nikaya

Duddada Jataka

No. 180 DUDDADA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Sulit untuk melakukan seperti,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang derma yang diberikan secara bersama-sama. Dua sahabat di Sāvatthi, putra dari tuan tanah, mengumpulkan dana yang menyediakan semua keperluan untuk diberikan kepada Buddha dan para siswa-Nya. Dua sahabat tersebut mengundang […]

Baca selengkapnya...

Satadhamma Jataka

No. 179 SATADHAMMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [82] “Sesuatu yang kurang berarti,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang dua puluh satu cara hidup yang tidak benar. Pada suatu masa, terdapat banyak bhikkhu yang menyokong kehidupan mereka dengan menjadi tabib, utusan, pengirim pesan, melakukan pertukaran derma64, dan sebagainya, […]

Baca selengkapnya...

Kacchapa Jataka

No. 178 KACCHAPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Di sini saya dilahirkan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang bagaimana seseorang sembuh dari suatu wabah penyakit59. Diceritakan bahwasanya suatu ketika suatu wabah penyakit tiba-tiba menjangkiti sebuah keluarga di Sāvatthi. Orang tua di dalam keluarga tersebut berkata kepada putra mereka, “Jangan tinggal […]

Baca selengkapnya...

Tinduka Jataka

No. 177 TIṆḌUKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Lihatlah di sekeliling kita, mereka semua berdiri,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang kesempurnaan dalam kebijaksanaan. Seperti kisah di dalam Mahābodhi-Jātaka56 dan Ummagga-Jātaka57, ketika mendengar pujian kebijaksanaan-Nya, Beliau berkata, “Bukan hanya kali ini saja Buddha itu bijaksana, […]

Baca selengkapnya...

Kalaya Mutthi Jataka

No. 176 KALĀYA-MUṬṬHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [74] “Seekor kera bodoh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, mengenai seorang Raja Kosala. Di suatu musim hujan, pemberontakan terjadi di daerah perbatasannya. Para pasukan berpangkalan di sana, setelah dua atau tiga pertempuran gagal untuk menaklukkan musuhnya, mereka mengirimkan pesan kepada sang raja. […]

Baca selengkapnya...

Adiccupatthana Jataka

No. 175 ĀDICCUPAṬṬHĀNA- JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada bangsa,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menipu (curang). ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta dilahirkan di dalam sebuah keluarga brahmana di Kāsi. Setelah dewasa, dia pergi ke Takkasilā dan menyelesaikan pendidikannya di […]

Baca selengkapnya...

Dubhiya Makkata Jataka

No. 174 DŪBHIYA-MAKKAṬA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [70] “Air yang banyak,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Veluvana, tentang Devadatta. Suatu hari para bhikkhu sedang berbicara di dalam balai kebenaran tentang Devadatta yang tidak tahu berterima kasih dan mengkhianati teman-temannya, kemudian Sang Guru berkata, “Bukan hanya kali ini saja, Para […]

Baca selengkapnya...

Mangala Sutta

  Manggala Sutta (Berkah Utama)   Demikian telah saya dengar : Pada suatu ketika Sang Bhagava berdiam di Jetavana arama milik hartawan Anathapindika, di dekat kota Savatthi Saat itulah sesosok dewa, ketika hari menjelang pagi dengan bercahaya cemerlang menerangi seluruh Jetavana, mengunjungi Sang Bhagava. Setelah datang, menghormat Sang Bhagava, ia berdiri di satu sisi yang […]

Baca selengkapnya...

Makkata Jataka

No. 173 MAKKAṬA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [68] “Ayah, lihatlah orang tua malang,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menipu (curang).—Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Uddāla-Jātaka53, Buku XIV. Di sini juga Sang Guru berkata, “Para Bhikkhu, bukan hanya kali ini orang ini menjadi […]

Baca selengkapnya...

Daddara Jataka

No. 172 DADDARA-JĀTAKA49 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Siapakah gerangan dengan teriakan yang sangat keras,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana tentang Kokālika (Kokalika). Dikatakan bahwasanya terdapat beberapa bhikkhu yang pandai di daerah Manosilā, yang berbicara seperti singa-singa muda, cukup keras untuk menurunkan Gangga Surgawi50, [66] ketika melafalkan […]

Baca selengkapnya...
1 33 34 35 36 37 101