Category Archives for "Sutta Pitaka"

Dabbhapuppha Jataka

No. 400 DABBHAPUPPHA-JĀTAKA179 Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Teman Anutiracari,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang Upananda dari Suku Sakya. Ia telah ditahbiskan dalam keyakinannya kepada ajaran Buddha, tetapi kemudian lupa akan kualitas kesederhanaan (rasa puas) dan lain sebagainya sehingga ia menjadi sangat serakah. Di awal masa vassa, […]

Baca selengkapnya...

Sutano Jataka

No. 398 SUTANO-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Raja mengirimkan untukmu,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang menghidupi ibunya. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Sāma-Jātaka174. ____________________ [325] Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir di dalam sebuah keluarga perumah tangga yang miskin, […]

Baca selengkapnya...

Manoja Jataka

No. 397 MANOJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Busur dilengkungkan,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan ini ketika berdiam di Veluvana, tentang seorang bhikkhu yang berteman dengan orang jahat. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Mahilāmukhata-Jātaka173. Beliau berkata, “Para Bhikkhu, bukan untuk pertama kalinya ia berteman dengan seorang yang jahat,” dan kemudian menceritakan sebuah kisah […]

Baca selengkapnya...

Kukku Jataka

BUKU VII. SATTANIPĀTA No. 396 KUKKU-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   [317] “Atap itu tingginya,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang nasihat kepada seorang raja. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Tesakuṇa-Jātaka170. ____________________ Dahulu kala ketika Brahmadatta memerintah di Benares, Bodhisatta terlahir sebagai penasihatnya dalam urusan pemerintahan dan […]

Baca selengkapnya...

Vighasa Jataka

No. 393 VIGHĀSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Kehidupan yang bahagia adalah milik mereka,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Pubbārāma (Taman Timur), tentang beberapa bhikkhu yang hidup dalam kesenangan. Mahamogallāna menggetarkan tempat tinggal mereka dan memperingatkan mereka. Para bhikkhu lainnya duduk sambil membahas kesalahan mereka di dalam balai kebenaran.

Baca selengkapnya...

Bhisapuppha Jataka

No. 392 BHISAPUPPHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Bunga yang Anda cium itu,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu. Ceritanya dimulai ketika bhikkhu tersebut telah meninggalkan Jetavana dan tinggal di Kerajaan Kosala dekat hutan. Pada suatu hari, ia pergi ke sebuah kolam teratai [308], dan sewaktu […]

Baca selengkapnya...

Dhajavihetha Jataka

No. 391 DHAJAVIHEṬHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Wajah yang mulia,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berada di Jetavana, tentang pengembaraan-Nya demi kebaikan seluruh dunia. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Mahākaṇha-Jātaka166. Kemudian Sang Guru berkata, “Āvuso, ini bukan pertama kalinya Sang Tatthagata melakukan pengembaraan demi kebaikan dunia,” dan menceritakan sebuah […]

Baca selengkapnya...

Mayhaka Jataka

No. 390 MAYHAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   [299] “Kita harus merasa bahagia,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang saudagar pendatang. Di kota Savatthi terdapat seorang saudagar pendatang yang kaya raya dan memiliki harta benda yang berlimpah ruah, ia tidak menikmati kekayaannya sendiri ataupun membagikannya kepada orang […]

Baca selengkapnya...

Suvannakakkata Jataka

No. 389 SUVAṆṆAKAKKAṬA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Mahkluk bercapit emas,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Ananda yang mengorbankan nyawa untuk diri-Nya. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Khaṇḍahāla- Jātaka162 tentang penyewaan para pemanah, dan di dalam Cullahaṃsa-Jātaka163 tentang raungan Gajah Dhanapāla164. Kemudian mereka memulai pembicaraan […]

Baca selengkapnya...

Tundila Jataka

No. 388 TUṆḌILA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center   “Sesuatu yang aneh hari ini,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang takut dengan kematian. Ia lahir di Sāvatthi (Savatthi) dalam sebuah keluarga yang terpandang dan ditahbiskan dalam keyakinannya terhadap ajaran Buddha, tetapi ia takut dengan kematian. Ketika […]

Baca selengkapnya...
1 20 21 22 23 24 126