Category Archives for "Sutta Pitaka"

Upasalha Jataka

No. 166 UPASĀḶHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Empat belas ribu Upasāḷha,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seorang brahmana yang bernama Upasāḷha (Upasalha) yang baik dalam hal-hal yang berhubungan dengan pekuburan. Dikatakan bahwasanya orang ini kaya raya, tetapi meskipun dia hidup mengenal wihara, dia tidak menunjukkan sedikitpun […]

Baca selengkapnya...

Nakula Jataka

No. 165 NAKULA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Wahai Makhluk, musuhmu sejak dari telur,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru sewaktu berdiam di Jetavana tentang dua orang yang bertengkar. Cerita pembukanya telah dikemukakan di dalam Uraga-Jātaka39. Di sini, seperti sebelumnya, kata Sang Guru, “Ini bukan untuk pertama kalinya, Para Bhikkhu, kedua bangsawan ini […]

Baca selengkapnya...

Mahāsudassana Sutta

DN 17 Mahāsudassana Sutta Kemegahan Agung Pelepasan Keduniawian Seorang Raja Diterjemahkan dari bahasa Pāḷi ke bahasa Inggris oleh Maurice O’Connell Walshe © 2010-2011 [169] 1.1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR.1 Suatu ketika, Sang Bhagavā sedang menetap di Kusinārā di hutan-sāl milik para Malla, menjelang Nibbāna akhirnya di bawah pohon-sāl kembar. 1.2. Yang Mulia Ānanda mendatangi Sang Bhagavā, […]

Baca selengkapnya...

Gijjha Jataka

No. 164 GIJJHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seekor burung hering bisa melihat bangkai,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru tentang seorang bhikkhu yang menghidupi ibunya. Cerita pembukanya akan dikemukakan di dalam Sāma-Jātaka 38 . Sang Guru bertanya kepadanya apakah dia, seorang bhikkhu, benar menghidupi umat awam yang masih hidup di dunia ini. Bhikkhu […]

Baca selengkapnya...

Tevijja Sutta

DN 13 Tevijja Sutta Tiga Pengetahuan Jalan Menuju Brahma Diterjemahkan dari bahasa Pāḷi ke bahasa Inggris oleh Maurice O’Connell Walshe © 2009-2011 [235] 1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR. Suatu ketika, Sang Bhagavā sedang berkunjung ke Kosala bersama lima ratus bhikkhu. Beliau datang ke suatu desa Brahmana Kosala yang bernama Manasākaṭa, dan menetap di utara desa itu […]

Baca selengkapnya...

Susima Jataka

No. 163 SUSĪMA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Seratus ekor gajah hitam,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru di Jetavana, tentang pemberian derma tanpa aturan. Dikatakan bahwasanya di Sāvatthi (Savatthi), sebuah keluarga biasanya sesekali memberikan derma kepada Buddha dan rombongan bhikkhu-Nya, sesekali mereka memberikannya kepada kaum penganut pandangan salah (titthiya); pemberi-pemberi derma tersebut kadang-kadang […]

Baca selengkapnya...

Santhava Jataka

No. 162 SANTHAVA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tidak ada yang lebih buruk,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang persembahan kepada api. Cerita pembukanya sama dengan yang terdapat di dalam Naṅguṭṭha-Jātaka35. Para bhikkhu, saat melihat orang-orang yang memberikan persembahan kepada api, berkata kepada Yang Terberkahi, “Bhante, di sini ada […]

Baca selengkapnya...

Lohicca Sutta

DN 12 Lohicca Sutta Tentang Lohicca Guru Yang Baik dan Yang Buruk Diterjemahkan dari bahasa Pāḷi ke bahasa Inggris oleh Maurice O’Connell Walshe © 2009-2011 [224] 1. DEMIKIANLAH YANG KUDENGAR. Suatu ketika, Sang Bhagavā sedang mengunjungi Kosala bersama lima ratus bhikkhu, dan, sampai di Sālavatikā, Beliau menetap di sana. Dan pada saat itu, Brahmana Lohicca […]

Baca selengkapnya...

Indasamanagotta Jataka

No. 161 INDASAMĀNAGOTTA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [41] “Yang baik seharusnya menghindar,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetavana, tentang seseorang yang sulit dinasihati; dan cerita pembukanya akan dikemukakan di Gijjha-Jātaka 32 , Buku IX. Sang Guru berkata kepada bhikkhu ini — “Pada zaman dahulu, seperti sekarang, Anda diinjak […]

Baca selengkapnya...

Vinilaka Jataka

No. 160 VINĪLAKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ketika raja di sana pergi berkuda,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan Sang Guru ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang bagaimana Devadatta menyamar sebagai Sang Buddha. Kedua siswa utama29 pergi ke Gayāsīsa 30 (Gayasisa), tempat Devadatta menyamar sebagai Sang Buddha, dan gagal. Kemudian kedua thera tersebut kembali setelah […]

Baca selengkapnya...
1 42 43 44 45 46 126