Category Archives for "Sutta Pitaka"

Istana Menantu Perempuan, kedua

14. KEEMPAT BELAS : ISTANA MENANTU-PEREMPUAN, KEDUA1 (Dutiyasunisavimana) Sama seperti cerita Istana sebelumnya. Hanya saja, di sini dananya adalah kummasa.2 1. “Engkau yang berdiri dengan keelokan melebihi yang lain, devata, membuat segala penjuru bersinar bagaikan bintang penyembuh. 2. Karena apakah maka keelokanmu sedemikian rupa? Karena apakah engkau sejahtera di sini, dan di sana muncul apa […]

Baca selengkapnya...

Istana Menantu Perempuan

13. KETIGABELAS : ISTANA MENANTU – PEREMPUAN (Sunisavimana) Di sebuah rumah di Savatthi, ada seorang menantu-perempuan yang berasal dari keluaga baik-baik. Dia melihat seorang Thera yang telah menghancurkan kekotoran batin, dating ke rumah itu untuk mengumpulkan dana makanan. Dipenuhi sukacita dan kebahagiaan, dia berpikir, “Telah muncul suatu ladang jasa tertinggi bagiku.”Dia mengambil kue-beras1 yang sebenarnya […]

Baca selengkapnya...

Istana Perempuan Setia, Kedua

12. KEDUABELAS : ISTANA PEREMPUAN SETIA, KEDUA ( Dutiyapatibbatavimana ) Di Savathi dikatakan ada seorang umat awam perempuan lain yang merupakan istri yang setia, percaya, dan memiliki keyakinan. Dia menjalankan lima peraturan, dan memberikan dana sesuai kemampuannya. Setelah meninggal, dia terlahir di alam Tiga-Puluh-Tiga dewa. Sisanya sama seperti yang dijelaskan di atas. 1. “Menaiki Istana […]

Baca selengkapnya...

Istana Perempuan Setia

11. KESEBELAS : ISTANA PEREMPUAN SETIA (Patibbatavimana) Yang terberkahi sedang berdiam di Savatthi. Di kota itu ada seorang istri yang setia. Dia hidup harmonis bersama suaminya. Dia sabar dan pandai; dia tidak mencaci sekalipun ketika marah; ucapannya lembut dan tulus. Dia memiliki keyakinan, dan dia memberikan dana sesuai kemampuannya. Terserang oleh suatu penyakit, dia mati […]

Baca selengkapnya...

Istana Dana Wijen

10. KESEPULUH : ISTANA DANA – WIJEN (Tiladakkhinavimana) Yang Terberkahi sedang berdian di Savatthi di Jetavana, di taman Anathapindika.1Pada saat itu, di Rajagaha ada seorang perempuan bersama anaknya sedang mencuci wijen dan mengeringkannya di bawah terik matahari karena dia ingin minum sedikit minyak wijen. Pada hari itu sebenarnya masa hidupnya berakhir. Dia harus mati dan […]

Baca selengkapnya...

Istana Lampu

9. KESEMBILAN : ISTANA LAMPU (Dipavimana) Ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi, pada hari Uposatha banyak umat awam, baik laki-laki maupun perempuan, yang menjalankan atthasila. Pada hari itu, mereka memberikan dana sebelum tengah hari, masing-masing sesuai dengan kemampuannya, dan makan pada waktunya. Mereka mengenakan pakaian yang bersih, mantel yang bersih dan dengan membawa parfum […]

Baca selengkapnya...

Istana Perahu, Ketiga

8. KEDELAPAN : ISTANA PERAHU, KETIGA (Tatiyanavavimana) Ketika yang terberkahi sedang bepergian di provinsi dengan sejumlah besar kelompok bhikkhu, Beliau tiba di sebuah desa brahmana yang bernama Thuna di negeri Kosala. Para perumah tangga brahmana dari Thuna mendengar, “Kabarnya, petapa Gotama telah tiba di lading desa kita.” Para perumah-tangga brahmana – yang tidak memiliki keyakinan, […]

Baca selengkapnya...

Istana Perahu. Kedua

7. KETUJUH : ISTANA PERAHU, KEDUA (Dutiyanavavimana) Ketika yang terberkahi sedang berdiam di Savatthi, ada seorang Thera yang kekotoran batinnya telah hancur. Di awal musim penghujan, dia ingin memulai musim itu di suatu desa. Maka setelah makan (tengah hari), beliau berangkat melalui jalan raya dari Savatthi ke desa itu. Setelah menempuh perjalanan yang melelahkan, dalam […]

Baca selengkapnya...

Istana Perahu

6. KEENAM : ISTANA PERAHU (Navavimana) Ketika yang terberkahi sedang berdiam di Savatthi, enam belas bhikkhu yang telah melewatkan masa penghujan di suatu desa berangkat melalui jalan raya menuju Savathi di musin panas. Meraka berkata, “Kami akan menemui Yang Terberkahi dan mendengarkan Dhamma. “Perjalanan itu melewati gurun yang tak berair. Dibakar panasnya matahari dan karena […]

Baca selengkapnya...

Istana Gajah

5. KELIMA : ISTANA GAJAH (Kunjaravimana) Yang Terberkahi sedang berdiam di Rajagaha di tempat pemberian makan tupai di Hutan Bambu. Suatu hari diadakan suatu festival di Rajagaha. Semua orang mengenakan pakaian terbaik yang dimilikinya dan ikut merayakan pesta itu. Untuk. Melestarikan kemauan baik rakyatnya, raja Bimbisara yang agung keluar dari istana dan berkeliling kota dalam […]

Baca selengkapnya...
1 70 71 72 73 74 126