Mahavacchagotta Sutta

MAHAVACCHAGOTTA SUTTA

Sumber : Kitab Suci Sutta Pitaka II, Modul 7-12, Oleh : Corneles Wowor, MA.,
Penerbit : Direktorat Jendral Bimbingan Masyarakat Hindu dan Buddha
dan Universitas Terbuka, 1992

1. Demikianlah yang saya dengar.
Pada suatu waktu Sang Bhagava sedang berada di Veluvana, Kalandakanivapa, Rajagaha.

2. Kemudian petapa kelana bernama Vacchagotta pergi menemui Sang Bhagava dan saling memberikan salam, setelah saling menyapa selesai, ia duduk di tempat yang tersedia. Setelah duduk, ia berkata:

3. ‘Pada waktu yang lampau, saya pernah mengadakan pembicaraan dengan Samana Gotama, adalah lebih baik seandai Samana Gotama secara ringkas menerangkan kepadaku tentang apa yang menguntungkan dan apa yang tidak menguntungkan.’
‘Vacca, Saya akan secara ringkas menerangkan kepadamu apa yang menguntungkan dan apa yang tidak menguntungkan, juga Saya akan secara rinci menerangkan kepadamu apa yang menguntungkan dan apa yang tidak menguntungkan. Namun begitu aku akan menunjukkan kepadamu secara ringkas. Dengarkan dan camkan baik-baik apa yang akan Saya katakan.’
‘Ya, Bhante,’ jawabnya.
Selanjutnya, Sang Bhagava berkata:

4. ‘Vaccha, serakah adalah tidak menguntungkan, tidak serakah adalah menguntungkan, benci adalah tidak menguntungkan, tanpa benci/kebencian adalah menguntungkan, khayal adalah tidak menguntungkan, tanpa khayal adalah menguntungkan. Dengan demikian maka tiga buah dhamma adalah tidak menguntungkan dan tiga dhamma lain adalah menguntungkan.’

5. ‘Membunuh makhluk-makhluk hidup adalah tidak menguntungkan, berpantang membunuh makhluk hidup adalah menguntungkan, mengambil apa yang tidak diberikan adalah tidak menguntungkan berpantang dari padanya adalah menguntungkan; penyimpangan perbuatan sex adalah tidak menguntungkan, berpantang daripadanya adalah menguntungkan. Berbicara palsu adalah tidak menguntungkan, berpantang daripadanya adalah menguntungkan. Berbicara palsu adalah tidak menguntungkan, berpantang daripadanya adalah menguntungkan; memfitnah adalah tidak menguntungkan, berpantang daripadanya adalah menguntungkan; berbicara kasar adalah tidak menguntungkan, berpantang daripadanya adalah menguntungkan; gosip atau melakukan desas-desus adalah tidak menguntungkan, berpantang daripadanya adalah menguntungkan; kikir adalah tidak menguntungkan, berpantang daripadanya adalah menguntungkan; berkeinginan jahat adalah tidak menguntungkan, berpantang daripadanya adalah menguntungkan; pandangan salah adalah tidak menguntungkan, pandangan benar adalah menguntungkan; Dalam cara demikian kesepuluh Dhamma ini adalah menguntungkan dan tidak menguntungkan.’

6. ‘Secara setelah keinginan-keinginan keras nafsu, telah ditinggalkan, dipotong hingga ke akar-akarnya, dibuat seperti batang pohon palem, dibuat sedemikian sehingga ia tidak lagi dapat untuk tumbuh di waktu yang akan datang, maka bhikkhu tersebut telah selesai menunaikan tugasnya dengan noda-noda dihancurkan, yang telah menjalani hidup melakukan apa yang baru dilakukan, menurunkan beban, mencapai tujuan tertinggi, menghancurkan penggoda-penggoda dari menjadi dan secara benar membebaskan (diri) melalui pengetahuan final.’

7. ‘Selain Samana Gotama, apakah ada seseorang bhikkhu, siswa Samana Gotama, yang memiliki realisasi dirinya sendiri dengan pengetahuan langsung di sini dan sekarang memasuki serta mengabdikan diri di dalam pembebasan dari sang Hati serta pembebasan dengan pengertian yang bebas noda dengan melenyapkan/menghabiskan noda-noda itu?”Bukan hanya saja terdapat seratus, atau dua tiga atau empat atau lima ratus, tetapi jauh lebih banyak bhikkhu, siswa-siswaKu, yang telah dengan realisasi dari diri mereka sendiri dengan pengetahuan langsung di sini dan sekarang memasuki dan mengabdikan diri dalam pembebasan dari hati serta pembebasan dengan pengertian yang bebas noda dengan pelenyapan daripada noda-noda itu.’

8. ‘Selain Samana Gotama dan para bhikkhu, apakah ada seorang bhikkhuni, siswa Samana Gotama, yang telah dengan realisasi … pelenyapan dari noda-noda?’
‘Bukan saja hanya terdapat seratus … tetapi jauh lebih banyak bhikkhuni … pelenyapan daripada noda-noda.’

9. ‘Selain Samana Gotama dan para bhikkhu serta para bhikkhuni, apakah di sana terdapat seseorang pengikut awam yang berpakaian putih menjalani hidup suci, siswa Samana Gotama, yang dengan penghancuran dari lima penggoda tingkat bawah, akan muncul kembali secara spontan (di dalam tempat tinggal murni) dan di sana mencapai Nibbana tanpa pernah kembali lagi dari dunia itu?’

10. ‘Selain daripada Samana Gotama dan para bhikkhu serta pengikut-pengikut awam dalam pakaian putih yang menjalani hidup suci, apakah di sana terdapat seseorang pengikut awam dalam pakaian putih yang menikmati keinginan-keinginan indera, siswa Samana Gotama, yang melaksanakan perintah, memberi tanggapan terhadap nasehat, yang telah menyeberang dari ketidakpastian, telah melakukan pekerjaan dengan mengatakan pertanyaan, mencapai keadaan tidak merasa takut, dan menjadi tidak tergantung dari yang lain-lain di dalam amanat dari Samana itu?’
‘Bukan saja terdapat hanya seratus … para pengikut awam berpakaian putih yang menikmati keinginan-keinginan indera… menjadi terbebas dari yang lain-lain di dalam amanat Sang Samana.’

11. ‘Selain daripada Samana Gotama dan para bhikkhu dan bhikkhuni dan para pengikut awam yang berpakaian putih (mereka semuanya) menjalani hidup suci dan (mereka) yang menikmati keinginan-keinginan indera, apakah di sana terdapat seseorang wanita pengikut awam berpakaian putih yang menjalani hidup suci, siswa dari Samana Gotama, yang dengan penghancuran dari lima buah penogoda lebih rendah (tingkatannya) akan muncul kembali secara spontan (di dalam tempat murni/agung) dan di sana ia mencapai Nibbana tanpa usah lagi kembali dari dunia itu?’
‘Bukan hanya saja terdapat seratus … wanita pengikut awam berpakaian putih-putih yang menjalani hidup suci … tanpa usah lagi kembali dari dunia itu.’

12. ‘Selain daripada Samana Gotama dan para bhikkhu dan bhikkhuni serta para pengikut awam berpakaian putih (kedua dari mereka itu) menjalani hidup suci dan (mereka) menikmati keinginan-keinginan indera dan wanita pengikut awam dalam pakaian putih yang menjalani hidup suci yang menikmati keinginan-keinginan indera, siswa Samana Gotama, yang menjalankan amanat, memberi tanggapan terhadap nasehat, yang telah menyeberang ke luar dari keadaan tidak menentu, telah melakukan perbuatan-perbuatan dengan mengajukan pertanyaan, telah menenangkan keadaan tidak ada rasa takut dan menjadi bebas/tidak tergantung dari orang-orang lain di dalam amanat dari Samana itu?’
‘Bukan hanya terdapat seratus saja … wanita pengikut-pengikut awam berpakaian putih yang menikmati keinginan-keinginan indera … menjadi bebas atau tidak tergantung pada orang-orang lain dalam amanat dari Samana.’

13. ‘Apabila hanya Samana Gotama membuktikan terhadap Dhamma ini dan tidak ada bhikkhu-bhikkhu, maka hidup suci ini akan menjadi kurang dalam bagian itu, tetapi semenjak Samana Gotama dan para bhikkhu membuktikan Dhamma ini hidup suci ini adalah sempurna di dalam bagian itu.”Apabila hanya Samana Gotama dan para bhikkhu membuktikan terhadap Dhamma ini dan tidak ada bhikkhuni-bhikkhuni maka hidup suci ini akan berkurang di dalam bagian itu, tetapi sejak …’

‘Apabila hanya Samana Gotama, para bhikkhu dan bhikkhuni membuktikan terhadap dhamma ini dan tidak ada para pengikut awam menjalankan hidup suci, maka ….’

‘Apabila hanya Samana Gotama, bhikkhu-bhikkhu, bhikkhuni-bhikkhuni serta para pengikut awam berpakaian putih yang menjalankan hidup suci dan tidak ada para pengikut awam yang menikmati keinginan-keinginan indera, maka ….’

‘Apabila hanya Samana Gotama, bhikkhu-bhikkhu, bhikkhuni-bhikkhuni, para pengikut awam dalam pakaian putih (mereka semuanya) menjalankan hidup suci dan (mereka yang menikmati keinginan-keinginan indera membuktikan Dhamma ini dan tidak terdapat para pengikut wanita awam dalam pakaian putih yang menjalankan hidup suci, maka ….’

14. ‘Apabila hanya Samana Gotama, bhikkhu-bhikkhu, bhikkhuni-bhikkhuni, para pengikut awam berpakaian putih (mereka kedua-keduanya) menjalani hidup suci dan (mereka) yang menikmati keinginan-keinginan indera, para wanita pengikut awam dalam pakaian putih menjalani hidup suci membuktikan Dhamma ini dan tiada ada wanita pengikut yang menikmati keinginan indera, maka hidup suci ini akan kekurangan dari bagian itu, tetapi sejak … hidup suci ini adalah menjadi sempurna dalam bagian itu.’

15. ‘Tepat seperti halnya Sungai Gangga berkecenderung mengarah ke laut, meliuk-liuk menuju ke arah laut, menuju ke arah laut, bersatu masuk ke dalam laut, demikian juga halnya Samana Gotama: berkumpul bersama dengan perumah-perumah tangga dan mereka pergi memasuki untuk berkecenderung menuju ke Nibbana, meliuk-liuk menuju ke Nibbana, perhatikan tertuju kepada Nibbana, masuk dan melebur ke dalam Nibbana.’

16 – 17. ‘Menakjubkan, Samana Gotama … (seperti di dalam sutta 7, para. 27-28) … aku akan menerima memasuki jalan di bawah Samana Gotama, aku akan menerima izin masuk sepenuhnya.’

18. ‘Vaccha, seseorang yang dahulunya menjadi anggota dari sekte lain … (harus) hidup dalam masa percobaan selama empat bulan … (seperti dalam sutta 57, para. 17) …. Suatu perbedaan dalam diri seseorang telah menjadi dikenal olehku di dalam masa percobaan ini.”Bhante, apabila mereka yang menjadi anggota dari sekte lain dahulunya … (seperti di dalam sutta 57, para 17) …. Pergi memasuki ke dalam kehidupan tanpa rumah tangga dan izin masuk sepenuhnya ke dalam kehidupan bhikkhu-bhikkhu.’

19. Petapa kelana Vacchagotta menerima memasuki perjalanan hidup itu, ia menerima izin masuk sepenuhnya.

20. Tidak lama sesudah ia memperoleh izin masuk sepenuhnya, setengah bulan setelah izin masuk sepenuhnya, Bhante Vacchagotta pergi menemui Sang Bhagava, dan sesudah memberi hormat kepada Beliau, maka duduklah ia pada satu sisi. Ketika ia telah melakukan hal itu, ia berkata kepada Sang Bhagava: “Bhante, aku telah mencapai apa yang dapat dicapai oleh (ilmu) pengetahuan, pengetahuan sejati dari satu yang berada lebih tinggi dari latihan. Tolong Sang Tathagata menunjukkan kepadaku Dhamma lebih lanjut.”

21. ‘Vaccha, dalam hal itu perkembangkanlah lebih lanjut dua dhamma, yakni, kedamaian dan mata batin. Kedua dhamma ini apabila lebih lanjut dikembangkan akan dapat membawa ke penetrasi atau penembusan dari pelbagai unsur-unsur itu.’

22. ‘Sebabnya yang Anda harapkan: “Semoga saya dapat menikmati berbagai jenis sukses (yang sifatnya supernatural): sesudah menjadi seseorang demikian, semoga aku bisa menjadi banyak, sesudah menjadi banyak, semoga aku bisa menjadi satu; semoga aku bisa muncul dan lenyap; semoga aku bisa pergi tanpa gangguan melalui tembok, melalui tempat-tempat tertutup, melalui gunung, seolah-olah di dalam ruang (terbuka): semoga aku bisa masuk ke dalam dan ke luar dari tanah seolah-olah ia itu adalah air, semoga aku bisa pergi berjalan di atas air tanpa menyebabkan air itu pecah-pecah seolah-olah ia adalah tanah; dengan duduk bersila semoga aku bisa melakukan perjalanan di ruang seperti burung bersayap; dengan tangan semoga aku bisa menyentuh bulan dan matahari dengan sangat berhasil dan hebatnya; semoga aku bisa memiliki kekuasaan untuk mengontrol badanku bahkan sejauh dunia surgawi (brahma), kamu akan dapat mencapai kemampuan untuk menjadi saksi di dalam sesuatu bagian yang terkandung di dalamnya apabila ada kesempatan itu.’

23. ‘Sebanyak yang kamu harapkan: “Semoga aku dengan Dibba Sota (telinga Dewa), yang telah dimurnikan dan melampaui kemampuan manusia biasa, mendengar kedua jenis suara-suara, surgawi dan manusia, suara-suara yang jauh maupun dekat”, kamu akan mencapai kemampuan untuk menjadi saksi di dalam setiap bagian yang terkandung di dalamnya apabila terdapat kesempatan itu.’

24. ‘Sebanyak yang kamu inginkan: “Semoga aku mengerti meliputi dengan pikiran terhadap makhluk-makhluk lain,” pikiran-pikiran orang lain; semoga aku dapat mengerti pikiran dengan nafsu seperti pikiran dengan nafsu, dan pikiran tanpa nafsu sebagai pikiran tanpa nafsu; semoga aku mengerti pikiran dengan kebencian seperti pikiran dengan kebencian, dan pikiran tanpa kebencian seperti pikiran tanpa kebencian; semoga aku dapat mengerti pikiran dengan khayalan seperti pikiran dengan khayal, dan pikiran tanpa khayal seperti pikiran tanpa khayal; semoga aku bisa mengerti pikiran yang menciut seperti pikiran menciut, dan pikiran yang kacau balau sebagai pikiran yang kacau; semoga aku mengerti pikiran, yang dimuliakan seperti pikiran dimuliakan, dan pikiran yang tidak dimuliakan seperti pikiran yang tidak dimuliakan; semoga aku mengerti yang melampau batas seperti pikiran yang melampau batas, dan pikiran yang tidak malampau batas seperti yang tidak melampau batas; semoga aku mengerti pikiran yang terkonsentrasi itu seperti yang terkonsentrasi, dan pikiran yang tidak terkonsentrasi seperti yang tidak terkonsentrasi; semoga aku mengerti pikiran yang terbebas seperti pikiran terbebas, dan pikiran yang tidak terbebas seperti tidak terbebas,” kamu akan mencapai kemampuan itu sebagai saksi di dalam sesuatu bagian yang terkandung di dalamnya apabila ada kesempatan itu.’

25. ‘Sebanyak seperti apa yang kamu inginkan: “Semoga aku dapat mengingat-ingat banyak kehidupanku yang lampau, yaitu, satu kelahiran … (seperti di dalam sutta 4, para 27) … jadi dengan detil-detil serta ciri-ciri khususnya semoga aku dapat mengingat kembali masa kehidupanku yang lampau,” kamu akan mencapai kemampuan untuk menjadi saksi di dalam setiap bagaikan yang terkandung di dalamnya apabila terdapat kesempatan itu.’

26 – 27. ‘Sebanyak seperti apa yang kamu inginkan: “Semoga aku dengan merealisir diri sendiri dengan pengetahuan langsung di sini dan sekarang, memasuki dan mengabdikan diri di dalam pembebasan dari hati serta pembebasan dengan mengerti bahwasanya bebas noda dengan pelenyapan noda-noda,” kamu akan mencapai kemampuan untuk menjadi sakti di dalam setiap bagaikan yang terkandung di dalamnya apabila ada kesempatan itu.’

28. ‘Kemudian Bhikkhu Vacchagotta, senang dan gembira karena kata-kata Sang Bhagava, bangkit dari duduknya, dan sambil memberi hormat kepada Sang Buddha, selalu menempatkan di sebelah kanan, pergilah ia meninggalkan tempat itu.’

29. ‘Kemudian dengan berkelana sendiri, menarik diri (dari keramaian dunia), rajin, tekun, dan penguasaan diri sendiri, Bhikkhu Vacchagotta, dengan merealisir diri sendiri dengan pengetahuan langsung di sini dan sekarang, memasuki serta mengabdikan diri ke dalam tujuan agung tersebut dari kehidupan suci, demi tujuan mana seorang awam secara benar masuk dari kehidupan berumah tangga ke penghidupan tanpa rumah tangga. Dengan demikian ia memiliki pengetahuan langsung sebagai berikut: “Kelahiran telah dilenyapkan, hidup suci telah dijalani, apa yang harus dikerjakan telah dikerjakan, tiada ada lagi dari hal-hal ini yang bakal terjadi.’ Dan Bhante Vacchagotta menjadi salah satu dari Arahat-Arahat itu.’

30. ‘Sekarang pada kejadian itu banyak bhikkhu datang mengunjungi Sang Bhagava. Bhikkhu Vacchagotta melihat mereka datang dari jauh. Ketika melihat mereka, ia pergi kepada mereka dan bertanya: “Kemana para bhante ini hendak pergi?”‘
‘Kita akan pergi menemui Sang Bhagava, Avuso.”Dalam hal itu, semoga para muliawan mau memberikan hormat dengan kepala-kepala di bawah kaki Sang Bhagava atas nama diriku demikian: “Bhante, Bhikkhu Vacchagotta memberi hormat dengan kepalanya di bawah kaki Sang Bhagava,” dan mengatakan demikian: “Sang Bhagava telah dipuja olehku, Bhante telah disembah olehku.”

‘Ya, avuso,’ mereka menjawab. Kemudian mereka pergi kepada Sang Bhagava, dan setelah memberi hormat kepadanya mereka duduk pada satu sisi. Ketika mereka telah berbuat demikian, mereka menceritakan kepada Sang Bhagava: “Bhante, Bhikkhu Vacchagotta memberi hormat dengan kepalanya di bawah kaki-kaki Sang Bhagava, dan ia berkata: “Sang Bhagava telah disembah olehku, Bhante telah disembah olehku.”

31. ‘Para bhikkhu, Bhikkhu Vaccchagotta telah Saya kenal melalui pikiran dengan pikiran demikian: “Bhikkhu Vacchagotta telah memiliki Tevijja (tiga abhinna); ia mempunyai sukses besar serta kekuatan besar.” Dan para dewata mengatakan kepada-Ku tentang hal ini juga; “Bhikkhu Vacchagotta memiliki Tiga Pengetahuan Sejati; ia mempunyai keberhasilan besar serta kekuatan besar pula.’

Itu adalah apa yang dikatakan oleh Sang Bhagava. Para bhikkhu menjadi puas dan mereka senang terhadap kata-kata Sang Bhagava itu.