Udancani Jataka

UDAÑCANI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Hidup bahagia tadinya adalah milikku,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai godaan dari seorang gadis yang gemuk (atau kasar). Kejadian ini akan diceritakan dalam Culla-Nārada-Kassapa-Jātaka189 di Buku Ketiga Belas. Saat menanyai bhikkhu tersebut, Sang Buddha mendapat pengakuan darinya bahwa benar ia sedang […]

Baca selengkapnya...

Dubbalakattha Jataka

DUBBALAKAṬṬHA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Takutkah engkau pada angin,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang tinggal dalam keadaan gelisah secara terus menerus. Dikatakan bahwa ia berasal dari keluarga terpandang di Sawatthi, dan ia meninggalkan keduniawian setelah mendengarkan pembabaran Dhamma, ia selalu merasa gelisah akan […]

Baca selengkapnya...

Veri Jataka

VERI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jika bijaksana, engkau tidak akan berkeliaran,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru di Jetawana, mengenai Anāthapiṇḍika. Dari apa yang terdengar, Anāthapiṇḍika sedang dalam perjalanan kembali dari desa tempat ia menjadi kepala desa, ketika ia melihat para perampok di jalan. “Tidak baik untuk berkeliaran di jalan,” pikirnya, “saya […]

Baca selengkapnya...

Pannika Jataka

PAṆṆIKA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia yang seharusnya memberikan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang upasaka penjual sayuran di Sawatthi, yang memperoleh nafkah dengan menjual bermacam-macam akar tanaman dan sayuran, labu dan sejenisnya. Ia mempunyai seorang putri yang baik, suci, dan cantik, namun ia selalu tertawa. […]

Baca selengkapnya...

Parosata Jataka

PAROSATA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center Jauh lebih baik dari seratus orang bodoh, walaupun mereka berpikir keras selama seratus tahun tiada henti, adalah satu orang yang, dengan mendengar (baik-baik), langsung mengerti. [411] Kisah ini hampir sama dengan kisah dalam Parosahassa-Jātaka (No.99), dengan satu-satunya perbedaan adalah ‘berpikir keras’ yang dapat dibaca di sini.

Baca selengkapnya...

Asatarupa Jataka

ASĀTARŪPA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dalam samaran kegembiraan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Kuṇḍadhānavana dekat Kota Kuṇḍiya mengenai Suppavāsā, seorang upasika yang merupakan putri dari Raja Koliya. Pada saat itu, ia mengandung seorang anak selama tujuh tahun dalam kandungannya, selama tujuh hari waktu persalinannya disiksa oleh rasa sakit […]

Baca selengkapnya...

Parosahassa Jataka

PAROSAHASSA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Jauh lebih baik dari seribu orang bodoh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai pertanyaan orang awam (puthujjana). [406] (Kejadian ini akan dijelaskan dalam Sarabhaṅga-Jātaka185.) Dalam suatu kesempatan tertentu para bhikkhu berkumpul di Balai Kebenaran dan memuji kebijaksanaan Sāriputta, sang Panglima Dhamma, yang […]

Baca selengkapnya...

Kutavanija Jataka

KŪṬAVĀṆIJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [404] “Paṇḍita benar, Atipaṇḍita yang salah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang pedagang penipu. Terdapat dua orang pedagang yang bekerja sama di Sawatthi, diceritakan kepada kami, mereka melakukan perjalanan dengan membawa barang dagangan dan pulang dengan membawa hasil penjualan. Pedagang penipu […]

Baca selengkapnya...

Namasiddhi Jataka

NĀMASIDDHI-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Melihat Jīvaka meninggal,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berada di Jetawana, mengenai seorang bhikkhu yang berpikir bahwa keberuntungan melekat pada nama. Menurut apa yang diceritakan, seorang pemuda dari keluarga terpandang, bernama Pāpaka (Buruk), menyerahkan hidupnya pada ajaran Buddha dan bergabung menjadi anggota Sanggha. [402] Para […]

Baca selengkapnya...

Telapatta Jataka

TELEPATTA-JATAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Saat seseorang penuh perhatian,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika menetap di hutan dekat Kota Desaka di Negeri Sumbha, mengenai Janapada-Kalyāni-Sutta183. Pada kesempatan ini Sang Bhagawan berkata : — “Seakan, para Bhikkhu, sebuah kerumunan besar terbentuk, berseru, ‘sambutlah wanita tercantik di negeri ini! Sambutlah wanita tercantik […]

Baca selengkapnya...