BAB III PEMUTARAN RODA DHAMMA Setelah tiba di Benares, kelima orang pertapa melihat Sang Buddha sedang memasuki Taman Rusa. Seorang dari lima pertapa itu mengatakan, “Kawan-kawan, lihat, Pertapa Gotama sedang memasuki taman, ia adalah orang yang senang dengan kenikmatan dunia. Ia tergelincir dari kehidupan suci dan kembali ke kehidupan yang penuh kesenangan dan kenikmatan. Sebaiknya […]
Baca selengkapnya...II. NANDANA 11 (1) Nandana Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi di Hutan Jeta, Taman Anathapindika. Di sana Yang Terberkahi berbicara kepada para bhikkhu demikian:”Para bhikkhu!” “Yang Mulia Bhante,” jawab para bhikkhu. Yang Terberkahi berkata demikian: “Pada suatu ketika di masa lalu, para bhikkhu, satu devata dari kelompok […]
Baca selengkapnya...BAB II PELEPASAN AGUNG Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana Untuk menyambut kelahiran cucunya, Raja menyelenggarakan satu pesta yang besar dan meriah. Tetapi Pangeran kelihatan tidak gembira. Pangeran dengan hati-hati mendekati Raja dan mohon izin untuk mencari obat terhadap usia tua, sakit, dan mati. Hal ini menimbulkan amarah Raja. Izin tidak diberikan seperti dapat kita ikuti […]
Baca selengkapnya...I. BULUH 1 (1) Menyeberangi Banjir Demikianlah yang saya dengar. Pada suatu ketika Yang Terberkahi sedang berdiam di Savatthi di Hutan Jeta, taman Ananthapindika. Kemudian, ketika malam telah larut, satu devata dengan keelokan yang memukau, yang menerangi seluruh Hutan Jeta, mendatangi Yang Terberkahi. Setelah mendekat, dia memberi hormat kepada Yang Terberkahi, berdiri di satu sisi, […]
Baca selengkapnya...BAB I MASA BERKELUARGA (Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama; Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadharma; Penerbit : Cetiya Vatthu Daya; Cetakan Keduabelas, 1999) Pendahuluan Pada zaman dahulu, daerah Majjhima desa (daerah tengah dari Jambudipa ~sekarang India~) dihuni oleh suku bangsa Ariyaka yang datang dari Utara Pegunungan Himalaya. Di daerah lereng Pegunungan Himalaya inilah […]
Baca selengkapnya...DAFTAR ISI Sumber : Riwayat Hidup Buddha Gotama; Penyusun : Maha Pandita Sumedha Widyadharma; Penerbit : Cetiya Vatthu Daya; Cetakan Keduabelas, 1999 BAB I Masa Berkeluarga Pendahuluan, Lahirnya Pangeran Siddhattha, Perayaan Membajak, Masa Kanak-kanak, Masa Remaja, Melihat Empat Peristiwa BAB II Pelepasan Agung Pangeran Siddhattha Meninggalkan Istana, Bertapa di Hutan […]
Baca selengkapnya...Bab I 1. Devatasamyutta Khotbah-khotbah yang Berhubungan dengan Devata I. Buluh 1 (1) Menyeberangi Banjir 2 (2) Emansipasi 3 (3) Mencapai 4 (4) Waktu Berlalu 5 (5) Berapa Banyak Seseorang Harus Menolong ? 6 (6) Terjaga 7 (7) Belum Menembus 8 (8) Sepenuhnya Kacau 9 (9) Orang Yang Cenderung Sombong 10 (10) Hutan II. Nandana […]
Baca selengkapnya...Pendahuluan Sagathavagga disebut demikian karena semua sutta dalam buku ini mengandung syair, sedikitnya satu, tetapi biasanya lebih. Vagga tersebut dibagi menjadi sebelas samyutta yang seluruhnya berisi 271 sutta. Sebagian besar dari samyutta ini dibagi lagi menjadi beberapa vagga, yang masing-masing biasanya berisi 10 sutta. Di dalam empat samyutta (3,4,6,11), vagga yang terakhir mengandung hanya lima […]
Baca selengkapnya...BUDDHA METTEYA Buddha yang AKAN DATANG apabila Ajaran Buddha Gotama telah musnah dari muka bumi ini. Metteya adalah Buddha masa depan yang sangat dinantikan dan belum dilahirkan. Selanjutnya Beliau akan dianggap sebagai Buddha ke 25 menurut tradisi Pali. Lebih lanjut lagi, Beliau akan dihitung sebagai Buddha ke 5 dan yang terakhir di aeon sekarang yaitu […]
Baca selengkapnya...BUDDHA KASSAPA Buddha KEENAM yang disebutkan dalam Atanatiya Paritta. Buddha Kassapa adalah Buddha ke 24 dari tradisi Pali; dan salah satu dari 7 Buddha yang disebutkan dalam daftar-daftar Pali. Lagi pula ia juga dianggap sebagai Buddha ke 3 di aeon saat ini (Kappa Bhadda). Kassapa dilahirkan di Taman Rusa di Isipatana saat raja Kiki memerintah […]
Baca selengkapnya...