DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB II PANDANGAN AGAMA BUDDHA TENTANG PIKIRAN Di antara pendiri-pendiri agama, Sang Buddha (kalau kita diperbolehkan untuk menamakan Beliau sebagai seorang pendiri agama dalam artian umum) adalah satu-satunya Guru Dunia yang tidak pernah menyatakan bahwa Beliau bukanlah […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda, Cetakan Kesembilan, 1994 BAB I SANG BUDDHA Sang Buddha, yang nama benarnya Siddhatta (Skt. Siddhartha) dan nama keluarganya Gotama (Skt. Gautama) bertempat tinggal di India Utara di Kapilavatthu pada abad keenam S.M. Ayahnya, Raja Suddhodana, adalah raja kerajaan wangsa Sakya […]
Baca selengkapnya...DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID II KELOMPOK LIMA BELAS 1. SEBAB-SEBAB YANG MEMBANTU (CARANA) Serba-serbi Kesempurnaan kemoralan (silasampada) Pengendalian indria-indria (indriyasamvara) Sikap sedang dalam makan (bhojane matthaññuta) Usaha tetap sadar (jagariyanuyoga) Praktek- praktek mulia (saddhamma) Keyakinan (saddha) Malu untuk berbuat jahat (hiri)
Baca selengkapnya...DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID II KELOMPOK TIGA BELAS 1. PRAKTEK-PRAKTEK KERAS (DHUTANGA) Mengenai jubah-jubah Mengenakan jubah-jubah kain bekas (Pamsukulikanga) Mengenakan tiga jubah (Tecivaranga) Mengenai makanan Pergi mencari makanan sedekah (Pindapatikanga) Menerima makanan sedekah dari satu sisi jalan (Sapadanacarikanga) Makan sekali duduk saja (ekasanikanga) Makan nasi sedekah (pindapattikanga) Menolak makanan yang diberikan belakangan (Khalu-paccha-bhattikanga)
Baca selengkapnya...DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID II KELOMPOK DUABELAS 1. KARMA Berdasarkan atas waktu: Sekarang (ditthadhammavedaniya) Yang Akan Datang Segera (uppajavedaniya) Yang Akan Datang Jauh (aparaparavedaniya) Habis (ahosi) Berdasarkan atas fungsi: Penghasil (janaka) Penguat (upatthambaka) Pelemah (upapilaka) Penghancur (upaghataka atau upaccheda)
Baca selengkapnya...DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID II KELOMPOK SEBELAS 1. HUKUM ASAL MULA YANG SALING BERGANTUNGAN (PATICCASAMUPPADA) Dengan adanya ketidaktahuan, timbullah ciptaan. Dengan adanya ciptaan, timbullah kesadaran. Dengan adanya kesadaran, timbullah bathin dan jasmani. Dengan adanya bathin dan jasmani, timbullah enam organ indria. Dengan adanya enam organ indria, timbullah kontak. Dengan adanya kontak, timbullah perasaan. Dengan […]
Baca selengkapnya...DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID II KELOMPOK SEPULUH 1. PANDANGAN-PANDANGAN EKSTRIM (ANTAGAHIKA DITTHI) Dunia adalah kekal. Dunia adalah tidak kekal. Dunia memiliki suatu akhir. Dunia tidak memiliki suatu akhir. Kehidupan dan badan jasmani adalah sama. Kehidupan dan badan jasmani adalah berbeda. Setelah kematian Sang Tathagata tetap ada (hidup). Setelah kematian Sang Tathagata tidak ada. Setelah […]
Baca selengkapnya...DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID II KELOMPOK SEMBILAN 1. KEADAAN KEDIAMAN YANG MAJU (ANUPUBBA VIHARA) Empat Jhana ‘bentuk’ Empat Jhana ‘tanpa bentuk’ Penghentian pencerapan dan perasaan (saññavedayita nirodha) An. Na. 23/425 KETERANGAN Sembilan hal di atas adalah keadaan kediaman pikiran yang telah berkembang maju berkenaan dengan kedalaman meditasi. Sang Buddha dan beberapa siswa mulia-Nya seringkali […]
Baca selengkapnya...DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID II KELOMPOK DELAPAN 1. MAKHLUK-MAKHLUK SUCI (ARIYAPUGGALA) Ia yang telah mencapai Jalan pemasuk arus (sotapatti-magga) Ia yang telah mencapai Hasil pemasuk arus (sotapatti-phala) Ia yang telah mencapai Jalan kembali sekali (sakadagami-magga) Ia yang telah mencapai Hasil kembali sekali (sakadagami-phala) Ia yang telah mencapai Jalan tidak kembali lagi (anagami-magga) Ia yang […]
Baca selengkapnya...DHAMMA VIBHAGA (PENGGOLONGAN DHAMMA) JILID II KELOMPOK TUJUH 1. KEKOTORAN-KEKOTORAN BATHIN YANG LATEN (ANUSAYA) Nafsu keinginan indria (kamaraga) Mudah tersinggung (patigha) Melekat pada pandangan-pandangan keliru (ditthi) Keragu-raguan atau kebimbangan (vici kiccha) Kesombongan (mana) Melekat pada kehidupan (bhavaraga) Ketidaktahuan (avijja) An. Sa. 23/8
Baca selengkapnya...