Vipassanâ – Dhura Diterjemahkan dari “HANDBOOK FOR MANKIND” Karya PHRA BUDDHADASA MAHATHERA I. BUDDHA – DHAMMA DAN EKSES-EKSESNYA Kalau kita membuka kitab yang manapun juga tentang permulaan dari agama-agama di dunia ini, maka kita akan menemukan satu hal yang sama dari para penulis tersebut. Mereka semua sependapat, bahwa agama-agama di dunia ini muncul disebabkan oleh […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 A P P E N D I K S CANDI-CANDI TERKENAL DI JAWA TENGAH I. Mendut Dahulu bernama Veluvana (hutan bambu) dan menghadap ke Barat-Laut (ke arah Buddha Gaya). Didirikan oleh Raja Indra Gananatha pada tahun 809, […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB X AJARAN SANG BUDDHA DAN DUNIA DEWASA INI Ada orang yang beranggapan bahwa agama Buddha demikian tinggi dan sempurna, sehingga tidak mungkin dilaksanakan secara benar oleh orang awam yang masih sibuk dengan pekerjaannya sehari-hari. Oleh karena […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB IX K A M M A (Perbuatan) Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti “perbuatan” (Skt. Karma) yang dalam arti umum meliputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan, yang baik maupun buruk, lahir atau batin, dengan […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB VIII BHAVANA (LATIHAN DAN PENGEMBANGAN MENTAL) Sang Buddha bersabda. “O bhikkhu, terdapat dua macam penyakit. Apakah kedua macam penyakit itu? Penyakit badaniah (fisik) dan penyakit mental. Memang ada orang yang berbahagia dapat terbebas dari penyakit fisik […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB VII ANATTA (DOKTRIN TANPA-AKU) Yang dianggap oleh umum sebagai Aku, Ego, Roh atau Atma ialah adanya satu inti-yang kekal, tetap dan absolut yang merupakan substansi yang tak berubah-ubah di belakang “dunia yang terlihat ini” yang senantiasa […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB VI KESUNYATAAN MULIA KEEMPAT M A G G A: JALAN YANG MENUJU KE TERHENTINYA DUKKHA Kesunyataan Mulia Keempat ialah Jalan yang menuju ke Terhentinya Dukkha (Dukkha nirodha gaminipatipada-Ariyasacca). Ia juga dikenal dengan nama “Jalan Tengah” (Majjhima-Patipada), […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB V KESUNYATAAN MULIA KETIGA DUKKHA NIRODHA: TERHENTINYA DUKKHA Kesunyataan Mulia Ketiga membahas tentang pembebasan diri dari penderitaan, dari terus berlangsungnya dukkha. Oleh karena itu, ia dinamakan Kesunyataan Mulia Tentang Terhentinya Dukkha (Dukkha Nirodha Ariyasacca); yang berarti […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB IV KESUNYATAAN MULIA KEDUA DUKKHA SAMUDAYA : SUMBER DUKKHA Kesunyataan Mulia Kedua membahas sumber atau permulaan dukkha (Dukkha samudaya ariyasacca). Definisi populer dan terkenal yang dapat dijumpai dalam teks-teks asli berbunyi sbb. : “Dukkha bersumber kepada […]
Baca selengkapnya...DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB III EMPAT KESUNYATAAN MULIA Kesunyataan Mulia Pertama: Dukkha Yang menjadi pokok ajaran Sang Buddha terletak pada Empat Kesunyataan Mulia ini yang Beliau babarkan dalam khotbah-Nya yang pertama kepada lima orang pertapa bekas teman seperjuangan-Nya di Isipatana […]
Baca selengkapnya...