Category Archives for Naskah Dhamma

Milinda

M I L I N D A Setelah raja Asoka mangkat, penyebaran agama Buddha diteruskan oleh Milinda ( Menander ), Kaniska, Harsa dan raja – raja yang memerintah dinasti Pala ( 750 – 1150 M ). Milinda, seorang raja berdarah India – Yunani, adalah pelindung dan penyokong agama Buddha yang kuat. Selama dua abad setelah […]

Baca selengkapnya...

Asoka

A S O K A Asoka adalah raja dari negara Magadha. Ayahnya bernama Bindusara yang mempunyai enam belas orang istri dan ibunya bernama Dhamma. Ketika masih berusia muda Asoka sudah diangkat menjadi gubernur dari Avanti dengan ibukota bernama Ujjeni. Pada waktu ayahnya sedang menunggu ajalnya, Asoka datang menyerbu dan menduduki ibukota Pataliputta dan membunuh sebagian […]

Baca selengkapnya...

227 Sila Patimokkha

      2 2 7 SILA PATIMOKHA   PARAJIKA 4 Apabila seorang bhikkhu yang telah menerima peraturan latihan dan cara hidup kebhikkhuan dan tidak menyatakan ketidaksanggupan untuk menjalankannya, melakukan hubungan kelamin sekalipun dengan binatang betina, maka bhikkhu itu terkalahkan dan tidak boleh lagi berada dalam Sangha. Apabila seorang bhikkhu dengan maksud untuk mencuri, mengambil […]

Baca selengkapnya...

Vinaya Upasaka & Vinaya Kebhikkhuan

      PENGANTAR VINAYA Editor : Bhikkhu Subalaratano Dharma K. Widya; Diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda; Jakarta, 1988, Edisi Pertama   BAB I P E N D A H U L U A N   A. PENGERTIAN VINAYA Vinaya berarti Peraturan, Disiplin atau Tata Tertib. Kata Vinaya sendiri berarti : melenyapkan/menghapus/memusnahkan/menghilangkan – […]

Baca selengkapnya...

Mengembangkan Pandangan Terang dengan Cara Alamiah

Vipassanâ – Dhura Diterjemahkan dari “HANDBOOK FOR MANKIND” Karya PHRA BUDDHADASA MAHATHERA III. MENGEMBANGKAN PANDANGAN TERANG DENGAN CARA ALAMIAH Seperti kita ketahui, pemusatan pikiran (konsentrasi) dapat timbul secara wajar (alamiah) atau sebagai hasil dari latihan-latihan tertentu. Hasil terakhir dari kedua cara tersebut adalah sama, yaitu pikiran akan terpusat dan siap digunakan untuk melakukan introspeksi. Satu […]

Baca selengkapnya...

Hakikat Sesungguhnya dari Benda-benda

Vipassanâ – Dhura Diterjemahkan dari “HANDBOOK FOR MANKIND” Karya PHRA BUDDHADASA MAHATHERA II. HAKIKAT SESUNGGUHNYA DARI BENDA-BENDA Kita telah mengetahui, bahwa “agama” mempunyai arti yang lebih luas dari “moralitas”. Moralitas menyangkut tingkah-laku dan kebahagiaan seseorang yang pada garis besarnya dapat dikatakan sama di seluruh dunia. Agama adalah suatu sistem tata-hidup pada tingkat yang lebih tinggi. […]

Baca selengkapnya...

Buddha-Dhamma dan Ekses-eksesnya

Vipassanâ – Dhura Diterjemahkan dari “HANDBOOK FOR MANKIND” Karya PHRA BUDDHADASA MAHATHERA I. BUDDHA – DHAMMA DAN EKSES-EKSESNYA Kalau kita membuka kitab yang manapun juga tentang permulaan dari agama-agama di dunia ini, maka kita akan menemukan satu hal yang sama dari para penulis tersebut. Mereka semua sependapat, bahwa agama-agama di dunia ini muncul disebabkan oleh […]

Baca selengkapnya...

Appendiks – Candi-candi Terkenal di Jawa Tengah

DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 A P P E N D I K S CANDI-CANDI TERKENAL DI JAWA TENGAH I. Mendut Dahulu bernama Veluvana (hutan bambu) dan menghadap ke Barat-Laut (ke arah Buddha Gaya). Didirikan oleh Raja Indra Gananatha pada tahun 809, […]

Baca selengkapnya...

Bab X – Ajaran Sang Buddha dan Dunia Dewasa Ini

DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB X AJARAN SANG BUDDHA DAN DUNIA DEWASA INI Ada orang yang beranggapan bahwa agama Buddha demikian tinggi dan sempurna, sehingga tidak mungkin dilaksanakan secara benar oleh orang awam yang masih sibuk dengan pekerjaannya sehari-hari. Oleh karena […]

Baca selengkapnya...

Bab IX – Kamma (Perbuatan)

DHAMMA-SARI Disusun oleh : Maha Pandita Sumedha Widyadharma Penerbit : Yayasan Dana Pendidikan Buddhis Nalanda Cetakan Kesembilan, 1994 BAB IX K A M M A (Perbuatan) Kamma adalah kata bahasa Pali yang berarti “perbuatan” (Skt. Karma) yang dalam arti umum meliputi semua jenis kehendak dan maksud perbuatan, yang baik maupun buruk, lahir atau batin, dengan […]

Baca selengkapnya...