YUAN CHWANG Yuan Chwang dilahirkan dikota Lo yang pada tahun 602. Ketika berumur delapan tahun ia membuat ayahnya terheran heran karena kepatuhannya kepada tata cara yang dilakukan menurut aajaran Nabi Kong Hu Cu. Diperkirakan, apabila ia besar kelak akan menjadi seorang sastrawan yang termasyur mengikuti jejak dari para leluhurnya. Tetapi contoh yang diberikan kakaknya yang […]
Baca selengkapnya...FA HIEN Ia berjalan dari Cina bagian tengah melintasi gurun Gobi, Hindu Kush kemudian melintasi India Utara dan tiba dan tiba di kota pelabuhan di teluk benggala. Dari tempat ini ia melanjutkan perjalanannya melalui laut ke srilangka untuk selanjutnya kembali ke daratan Cina dengan membawa kitab-kitab Suci Agama Buddha beserta patung-patung dari para Bodhisatva yang […]
Baca selengkapnya...H A R S A Harsa Vardhana adalah seorang penakluk terkenal yang hidup sekitar enam abad setelah Kaniska. Ia telah berperang terus menerus selama tiga puluh enam tahun sebelum berhasil menyatukan seluruh India di bawah satu pemerintahan. Setelah cita – citanya tercapai ia mengabdikan dirinya untuk terjaminnya keamanan, perdamaian dan kemakmuran negaranya. Harsa menjadi penyokong […]
Baca selengkapnya...K A N I S K A Setelah Raja Milinda mangkat, dalam sejarah India terdapat satu nama lain yang mempunyai riwayat dan peranan yang sangat menonjol dalam pengembangan agama Buddha. Ia adalah Kaniska yang telah merampungkan pekerjaan yang dimulai oleh Raja Asoka dan membantu pengembangan agama Buddha ke seluruh benua Asia. Kaniska berasal dari anak […]
Baca selengkapnya...M I L I N D A Setelah raja Asoka mangkat, penyebaran agama Buddha diteruskan oleh Milinda ( Menander ), Kaniska, Harsa dan raja – raja yang memerintah dinasti Pala ( 750 – 1150 M ). Milinda, seorang raja berdarah India – Yunani, adalah pelindung dan penyokong agama Buddha yang kuat. Selama dua abad setelah […]
Baca selengkapnya...A S O K A Asoka adalah raja dari negara Magadha. Ayahnya bernama Bindusara yang mempunyai enam belas orang istri dan ibunya bernama Dhamma. Ketika masih berusia muda Asoka sudah diangkat menjadi gubernur dari Avanti dengan ibukota bernama Ujjeni. Pada waktu ayahnya sedang menunggu ajalnya, Asoka datang menyerbu dan menduduki ibukota Pataliputta dan membunuh sebagian […]
Baca selengkapnya...2 2 7 SILA PATIMOKHA PARAJIKA 4 Apabila seorang bhikkhu yang telah menerima peraturan latihan dan cara hidup kebhikkhuan dan tidak menyatakan ketidaksanggupan untuk menjalankannya, melakukan hubungan kelamin sekalipun dengan binatang betina, maka bhikkhu itu terkalahkan dan tidak boleh lagi berada dalam Sangha. Apabila seorang bhikkhu dengan maksud untuk mencuri, mengambil […]
Baca selengkapnya...PENGANTAR VINAYA Editor : Bhikkhu Subalaratano Dharma K. Widya; Diterbitkan oleh Sekolah Tinggi Agama Buddha Nalanda; Jakarta, 1988, Edisi Pertama BAB I P E N D A H U L U A N A. PENGERTIAN VINAYA Vinaya berarti Peraturan, Disiplin atau Tata Tertib. Kata Vinaya sendiri berarti : melenyapkan/menghapus/memusnahkan/menghilangkan – […]
Baca selengkapnya...Vipassanâ – Dhura Diterjemahkan dari “HANDBOOK FOR MANKIND” Karya PHRA BUDDHADASA MAHATHERA III. MENGEMBANGKAN PANDANGAN TERANG DENGAN CARA ALAMIAH Seperti kita ketahui, pemusatan pikiran (konsentrasi) dapat timbul secara wajar (alamiah) atau sebagai hasil dari latihan-latihan tertentu. Hasil terakhir dari kedua cara tersebut adalah sama, yaitu pikiran akan terpusat dan siap digunakan untuk melakukan introspeksi. Satu […]
Baca selengkapnya...Vipassanâ – Dhura Diterjemahkan dari “HANDBOOK FOR MANKIND” Karya PHRA BUDDHADASA MAHATHERA II. HAKIKAT SESUNGGUHNYA DARI BENDA-BENDA Kita telah mengetahui, bahwa “agama” mempunyai arti yang lebih luas dari “moralitas”. Moralitas menyangkut tingkah-laku dan kebahagiaan seseorang yang pada garis besarnya dapat dikatakan sama di seluruh dunia. Agama adalah suatu sistem tata-hidup pada tingkat yang lebih tinggi. […]
Baca selengkapnya...