Category Archives for Naskah Dhamma

Succaja Jataka

No. 320 SUCCAJA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia mungkin memberikan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, mengenai seorang tuan tanah. Dikatakan, tuan tanah ini pergi ke suatu perkampungan bersama dengan istrinya untuk menagih hutang dan menyita sebuah kereta yang merupakan pengganti dari apa yang seharusnya mereka tagih. Ia […]

Baca selengkapnya...

Kanavera Jataka

No. 318 KAṆAVERA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Waktu itu adalah musim,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang tergoda oleh mantan istrinya (dalam kehidupan berumah tangga). Situasi dan keadaan yang menyebabkan munculnya kisah ini dijelaskan dalam Indriya-Jātaka44. Sang Guru berkata, “Pada kehidupan sebelumnya, kepalamu […]

Baca selengkapnya...

Matarodana Jataka

No. 317 MATARODANA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Merataplah bagi mereka yang hidup,” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang tuan tanah yang tinggal di Savatthi. Dikatakan bahwa ketika saudaranya meninggal dunia, tuan tanah ini dilanda duka yang begitu mendalam sehingga ia tidak (mau) makan ataupun membersihkan dirinya, ia […]

Baca selengkapnya...

Sasa Jataka

No. 316 SASA-JĀTAKA42 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Tujuh ekor ikan merah,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang pemberian derma yang mencakup semua. Dikatakan, seorang tuan tanah di Savatthi, menyediakan semua keperluan bagi para Saṅgha (Sangha) yang dipimpin oleh Sang Buddha. Ia membangun sebuah paviliun di depan rumahnya […]

Baca selengkapnya...

Mamsa Jataka

No. 315 MAṀSA-JĀTAKA41 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bagi seseorang yang meminta,” dan seterusnya. Ini adalah sebuah kisah yang diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang bagaimana Yang Mulia Sāriputta (Sariputta) memperoleh makanan enak bagi beberapa bhikkhu yang sedang menjalani perawatan. Kisahnya dimulai dari beberapa bhikkhu yang menginginkan makanan enak setelah mengkonsumsi cairan […]

Baca selengkapnya...

Lohakumbhi Jataka

No. 314 LOHAKUMBHĪ-JĀTAKA37 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Dikarenakan kami tidak berbagi kekayaan,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru sewaktu berdiam di Jetavana, tentang seorang Raja Kosala. Kala itu, Raja Kosala, dikatakan pada suatu malam mendengar suara jeritan yang dikeluarkan oleh empat penghuni alam neraka—yaitu du, sa, na, so, masing-masing mengeluarkan satu suku […]

Baca selengkapnya...

Khantivadi Jataka

No. 313 KHANTIVĀDĪ-JĀTAKA35 Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Ia yang memotong,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu yang pemarah. Kejadian yang menimbulkan kisah ini telah diuraikan sebelumnya. Sang Guru bertanya kepada bhikkhu itu, “Mengapa setelah bertahbis menjadi siswa dari Sang Buddha yang ajarannya tidak mengenal apa […]

Baca selengkapnya...

Kassapamandiya Jataka

NO. 312 KASSAPAMANDIYA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center [36] “Jika anak muda berbuat ceroboh,” dan seterusnya. Kisah ini diceritakan oleh Sang Guru ketika berdiam di Jetavana, tentang seorang bhikkhu tua. Dikatakan bahwa setelah mengetahui keburukan dari kesenangan indiriawi, seorang bangsawan muda di Sāvatthi (Savatthi), menerima penahbisan dari Sang Guru, dan dengan selalu mempraktikkan meditasi yang […]

Baca selengkapnya...

Arti Persaudaraaan

Arti Persaudaraaan Cerita yang sangat menyentuh, semoga menjadi inspirasi kita semua. Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis […]

Baca selengkapnya...

Pucimanda Jataka

No. 311 PUCIMANDA-JĀTAKA Sumber : Indonesia Tipitaka Center “Bangunlah, Perampok!” dan seterusnya. Sang Guru menceritakan kisah ini ketika berdiam di Veḷuvana (Veluvana), tentang Yang Mulia Mahāmoggallāna (Mahamoggallana). Ketika bhikkhu senior tersebut bertempat tinggal di gubuk di dalam hutan dekat Rājagaha (Rajagaha), seorang perampok, sehabis merampok sebuah rumah di desa pinggiran, melarikan diri dengan membawa barang […]

Baca selengkapnya...
1 62 63 64 65 66 164